Quran Surat an-Najm Ayat 39-42

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Arab-Latin: wa al laisa lil-insāni illā mā sa'ā

Terjemah Arti: dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

Tafsir Quran Surat an-Najm Ayat 39-42

Yaitu bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosa seseorang tidak dipikul oleh orang lain. Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali apa yang diusahakannya untuk dirinya sesuai kesanggupannya. (Tafsir al-Muyassar)

Dan bahwa seseorang tidak mendapat pahala kecuali pahala amalnya yang telah ia kerjakan. (Tafsir al-Mukhtashar)

Tidak ada bagi manusia kecuali usaha yang dipilihnya. Maknanya yaitu kecuali balasan atas perbuatannya di dunia (Tafsir al-Wajiz)

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ (dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya) Yakni tidak ada yang dia dapatkan melainkan pahala dan balasan dari amal perbuatannya sendiri, dan dia tidak berhak mendapat balasan amal yang tidak dia lakukan. (Zubdatut Tafsir)

وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ

wa anna sa'yahụ saufa yurā

dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Usaha seseorang akan diperlihatkan di akhirat. Yang baik akan dibedakan dari yang buruk untuk memuliakan orang yang berbuat baik dan merendahkan orang yang berbuat buruk. (Tafsir al-Muyassar)

Dan bahwa amalnya pasti akan diperlihatkan secara kasat mata pada hari Kiamat. (Tafsir al-Mukhtashar)

Usahanya itu akan dilihat dalam catatan amal ibadahnya yang dilihat juga oleh Allah, Rasulallah, orang-orang mukmin dan sahabat-sahabatnya. (Tafsir al-Wajiz)

وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ (dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)) Yakni akan ditampakkan kepadanya di hari kiamat. (Zubdatut Tafsir)

ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ

ṡumma yujzāhul-jazā`al-aufā

Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

Kemudian pahala amalnya itu diberikan secara sempurna tanpa dikurangi. (Tafsir al-Mukhtashar)

Lalu dia dibalas atas semua perbuatannya dengan balasan yang sempurna. Ayat-ayat ini (33-41) diturunkan untuk Walid bin Mughirah yang memberikan harta kepada sebagian orang-orang musyrik untuk memikul dosa-dosanya kepada Allah SWT. Dia memberikan sebaian yang dijanjikan lalu sisanya tidak diberikan. (Tafsir al-Wajiz)

ثُمَّ يُجْزَىٰهُ (Kemudian akan diberi balasan kepadanya) Yakni perbuatan seseorang akan dibalas.الْجَزَآءَ الْأَوْفَىٰ( dengan balasan yang paling sempurna) Yakni dengan balasan penuh tanpa pengurangan sedikitpun. (Zubdatut Tafsir)

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ

wa anna ilā rabbikal-muntahā

dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),

Kemudian manusia dibalas atas usahanya dengan balasan yang sempurna untuk seluruh amalnya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu (wahai Rasul) tempat kembali seluruh makhluk di Hari Kiamat. (Tafsir al-Muyassar)

Dan bahwa kepada Rabbmu -wahai Rasul- tempat kembali para hamba dan tujuan mereka setelah kematian mereka. (Tafsir al-Mukhtashar)

Sesungguhnya kepada Tuhanmulah tempat kembali paling akhir setelah kematian pada hari kiamat (Tafsir al-Wajiz)

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنتَهَىٰ (dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)) Yakni tempat kembali hanya kepada Allah, kemudian mereka akan dibalas sesuai dengan amalan mereka. (Zubdatut Tafsir)

Terkait: « | »

Kategori: Tafsir Serial