Surat Yusuf Ayat 3


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

Arab-Latin: Naḥnu naquṣṣu 'alaika aḥsanal-qaṣaṣi bimā auḥainā ilaika hāżal-qur`āna wa ing kunta ming qablihī laminal-gāfilīn

Terjemah Arti: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Kami menceritakan kepadamu (wahai rasul), kisah terbaik dengan mewahyukan al-qur’an ini kepadamu, dan kamu sebelum turunnya al-qur’an itu benar-benar termasuk orang yang tidak mengerti berita-berita tersebut, tidak mengetahuinya sama sekali.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Kami menceritakan kepadamu -wahai Rasul- kisah-kisah terbaik karena kebenarannya dan keindahan kata-katanya dengan cara menurunkan Al-Qur`ān ini kepadamu. Padahal sebelum turunnya Al-Qur`ān ini engkau termasuk di antara orang-orang yang tidak mengetahui kisah-kisah itu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

3. نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ (Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik)
Tentang umat-umat terdahulu dan ketetapan-ketetapan Allah bagi hamba-Nya. Dan ini merupakan perkataan paling baik bagi orang lain.

وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ الْغٰفِلِينَ (dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui)
Terhadap kisah ini dan kisah lainnya yang diwahyukan Allah kepadamu
Surat ini mengandung kisah-kisah terbaik karena mengandung ibrah, pelajaran, dan hikmah yang tidak terdapat pada surat lainnya. Surat ini menyebutkan tentang para nabi, orang-orang shalih, para malaikat, kisah para raja, para budak, para saudagar, para lelaki, serta para perempuan, perhiasannya dan tipu dayanya. Dan karena semua yang disebutkan didalamnya memiliki kesudahan yang bahagia.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

3. Wahai Nabi, Kami akan mengisahkan sebaik-baik kisah (berita-berita) tentang umat-umat terdahulu dengan mewahyukan Al-Qur’an yang bisa menentukan hukum ini kepadamu. Dan sesungguhnya sebelum menerima wahyu, kamu belum tahu apapun tentang kisah ini dan kisah lainnya dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamakan dengan sebaik-baik kisah, yang mana di dalamnya terdapat pelajaran, kisah-kisah nabi yang shalih, para malaikat, tuan, budak, perdagangan, laki-laki dan perempuan, karena sesungguhnya masing-masing yang disebutkan itu termasuk orang-orang yang berbahagia. Ibnu Abbas berkata: “Mereka berkata: “Waha rasulullah, Maukah kamu bercerita kepada kami?” lalu turunkah ayat {Nahnu Naqushshu ‘alaika ahsanal qashashi} [ayat 3]”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(نَحۡنُ نَقُصُّ) nahnu naqushshu : Kami ceritakan kepadamu kisah-kisah sebagaimana kejadiannya yang terjadi dengan sempurna.
(بِمَآ أَوۡحَيۡنَآ) bimaa auhainaa : dengan wahyu Kami kepadamu. Kisah itu disampaikan dengan wahyu.
(مِن قَبۡلِهِۦ) min qablih : sebelum turunnya (wahyu) kepadamu.
(لَمِنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ) laminal ghaafiliin : sebelum wahyu Kami kepadamu, engkau termasuk orang yang lalai darinya, tidak mengingatnya dan tidak mengetahuinya.

Makna ayat :
Firman-Nya (نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ) Kami ceritakan kepadamu, Wahai Rasulullah! (أَحۡسَنَ ٱلۡقَصَصِ) kisah yang paling jujur, aktual, bermanfaat dan paling indah (بِمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ) dengan perantara wahyu Kami kepadamu, (وَإِن كُنتَ مِن قَبۡلِهِۦ ) “sesungguhnya kamu sebelum Kami wahyukan kepada mu (لَمِنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ ) lalai darinya, tidak mengingatnya.

Pelajaran dari ayat :
• Al-Qur’an mengandung kisah-kisah terbaik, maka tidak perlu untuk mendengarkan kisah-kisah selainnya.
• Penetapan kenabian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, penetapannya dengan bukti akal yang paling kuat serta dalil yang agung.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Ibnu Rahawaih meriwayatkan dengan sanadnya dari Mush’ab bin Sa’ad dari Sa’ad tentang firman Allah, “Nahnu naqushshu ‘alaika…dst.” Ia berkata, “Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Beliau membacakannya kepada mereka (para sahabat) sekian lama. Lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, Andai saja engkau menceritakan kisah kepada kami?” maka Allah menurunkan ayat, “Alif, lam, raa. Tilka aayaatul kitaabil mubiin…sampai nahnu naqushshu ‘alaika ahsanal qashashi…dst.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacakannya kepada mereka sekian lama, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, andai saja engkau menceritakan kepada kami?” Maka Allah Ta’ala menurunkan ayat, “Allahu nazzala ahsanal hadiitsi kitaabam mutasyaabihan…dst.” (Az Zumar: 23). Syaikh Muqbil berkata, “Hadits ini para perawinya adalah para perawi kitab shahih selain Khallad Ash Shaffar, ia adalah tsiqah, dan saya tidak lanjutkan haditsnya karena tidak bersambung. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya sebagaimana dalam Az Zawaa’id hal. 432, Ibnu Jarir juz 12 hal. 150, Hakim dalam Al Mustadrak juz 2 hal. 345, ia berkata, “Shahih isnadnya”, dan didiamkan oleh Adz Dzahabi.

Yang demikian karena kebenarannya, kehalusan kata-katanya dan keindahan maknanya.

Sebelumnya, kamu tidak mengetahui apa kitab dan apa iman?

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Allah menurunkan ayat ini dan sesudahnya ketika sekelompok orang yahudi meminta nabi Muhammad menceritakan kisah nabi yusuf dan nabi yakub, lalu turunlah ayat berikut ini. Kami akan menceritakan kepadamu wahai nabi Muhammad suatu kisah umat-umat terdahulu untuk menguatkan hatimu dan menjadi pelajaran bagi umatmu. Kisah ini adalah kisah yang paling baik karena sarat dengan pesan, nasihat, dan pelajaran yang diuraikan dengan susunan bahasa yang indah dan menarik. Kisah itu kami turunkan dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum kami mewahyukannya itu termasuk orang yang tidak mengetahui tentang kisah-kisah umat terdahulu. Kisah-kisah para nabi dan orang-orang saleh yang dipaparkan dalam Al-Qur'an adalah menjadi pelajaran bagi umat nabi Muhammad, karena sarat dengan pesan-pesan moral serta nasihat. Setelah dijelaskan bahwa di antara wahyu Al-Qur'an yang diturunkan Allah berupa kisah-kisah umat terdahulu yang belum diketahui secara jelas oleh nabi Muhammad dan umatnya, ayat ini menjelaskan tentang salah satu kisah tersebut, yaitu kisah nabi yusuf. Allah memulai kisah nabi yusuf dengan menceritakan perihal mimpinya. Ketika yusuf putra nabi yakub berkata kepada ayahnya, wahai ayahku! sungguh, aku bermimpi melihat sebelas bintang, yakni saudaranya yang berjumlah sebelas, matahari, yakni ayahnya dan bulan, yakni ibunya; kulihat semuanya sujud atau mengarahkan pandangannya dan hormat kepadaku.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Related: Surat Yusuf Ayat 4 Arab-Latin, Surat Yusuf Ayat 5 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Yusuf Ayat 6, Terjemahan Tafsir Surat Yusuf Ayat 7, Isi Kandungan Surat Yusuf Ayat 8, Makna Surat Yusuf Ayat 9

Category: Surat Yusuf


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!