Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Hud Ayat 53

قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Qālụ yā hụdu mā ji`tanā bibayyinatiw wa mā naḥnu bitārikī ālihatinā 'ang qaulika wa mā naḥnu laka bimu`minīn

Terjemah Arti: Kaum 'Ad berkata: "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Mereka menjawab, “wahai Hud, kamu tidaklah datang kepada kami dengan membawa hujjah yang jelas yang menunjukan kebenaran dakwah yang kamu seru kepadanya, dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan sesembahan kami yang telah kami sembah hanya kerena ucapanmu. Dan kami tidak membenarkan kamu terkait apa yang kamu sampaikan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

53. Kaumnya berkata, "Wahai Hūd! Engkau tidak membawa bukti nyata yang bisa membuat kami percaya kepadamu. Kami tidak akan berhenti menyembah tuhan-tuhan kami hanya karena kata-katamu yang tidak berdasar. Dan kami tidak percaya kepadamu tentang pengakuanmu bahwa engkau adalah Rasul!

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

53. مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ (kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata)
Yakni dengan bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar seorang Rasul yang diutus oleh Allah dan kamu bukanlah orang yang berdusta yang mengaku sebagai utusan Allah.

وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِىٓ ءَالِهَتِنَا(dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami)
Yang kami sembah selain Allah.

عَن قَوْلِكَ(karena perkataanmu)
Yang berasal dari perkataanmu tanpa ada bukti.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

53. Kaum ‘Ad berkata: “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami. Kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu sebagai Nabi.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(بِبَيِّنَةٖ) bibayyinah : dengan hujjah dan bukti atas benarnya apa yang engkau dakwahkan: memurnikan ibadah hanya kepada Allah.
(وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا) : meninggalkan peribadatan sesembahan kami karena perkataanmu bahwa mereka tidak pantas disembah.

Makna ayat :
Masih melanjutkan kisah Hud dan kaumnya, Allah mengkabarkan tentang perkataan kaum Hud kepadanya : (قَالُواْ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ) “Wahai Hud, engkau tidak datang dengan bukti kebenaran seruanmu kepada kami, agar kami menyembah Allah dan meninggalkan sesembahan kami serta mengakui kenabianmu. (وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا) kami tidak akan meninggalkan peribadatan kepada mereka (عَن قَوۡلِكَ) disebabkan perkataanmu, bahwa mereka tidak pantas disembah karena tidak mampu memberikan manfaat tidak pula bahaya. (وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ) tidaklah kami akan mengikutimu—agama mu—tidak pula membenarkan apa yang engkau ucapkan.

Pelajaran dari ayat :
• Penjelasan mengenai perselisihan dan permusuhan kaum musyrikin dari masa ke masa.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Jika maksud mereka dari "bukti yang nyata" adalah bukti yang mereka usulkan, maka yang demikian tidak mesti harus ada pada kebenaran, bahkan yang mesti adalah seorang nabi datang membawa ayat yang menunjukkan kebenaran yang dibawanya. Namun jika maksud mereka, bahwa belum datang kepada mereka bukti yang membenarkan ucapan Beliau, maka sesungguhnya mereka telah berdusta, karena tidak ada seorang nabi pun yang datang kecuali Allah menyertakan bersamanya ayat yang semisalnya pasti diimani manusia. Kalau pun Beliau tidak memiliki ayat selain dakwah Beliau kepada mereka agar mereka beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, serta perintah Beliau kepada mereka untuk mengerjakan semua amal saleh, berakhlak mulia dan melarang semua amal buruk dan akhlak tercela, seperti syirk, perbuatan keji, kezaliman, berbagai kemungkaran. Belum lagi ditambah dengan sifat mulia yang dimiliki Nabi Hud, sifat makhluk pilihan Allah, maka yang demikian sudah cukup menjadi ayat dan bukti terhadap kebenarannya. Bahkan orang-orang yang berakal memandang, bahwa ayat itu lebih besar daripada perkara luar biasa yang dilihat oleh sebagian manusia, yakni mukjizat. Termasuk tanda kebenaran Beliau adalah bahwa Beliau hanya seorang diri, tidak memiliki beberapa orang penolong maupun pembela, namun Beliau berani menyeru mereka dengan lantang dan melemahkan mereka, serta berkata, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi. Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Musuh-musuh Nabi Hud memiliki kekuatan dan berusaha memadamkan cahaya yang bersama Beliau dengan berbagai cara, namun Beliau tidak peduli terhadap mereka, dan ternyata mereka lemah tidak sanggup menimpakan keburukan apa-apa. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Ucapan mereka ini untuk membuat Nabi Hud berputus asa, dan bahwa mereka akan senantiasa kafir.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Setelah nabi hud mengajak kaum 'ad kepada ketauhidan, mereka lalu berkata, wahai hud! engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami tentang kebenaran ajaran yang kamu bawa, dan karena itu, kami pun tidak akan meninggalkan sesembahan kami yang selama ini telah kami sembah hanya karena perkataanmu yang tidak berdasar dan kami tidak akan mempercayaimu. Sekalipun bukti kekuasaan Allah yang disampaikan para rasul sudah jelas, karena kesombongan, seseorang menganggap bahwa bukti tersebut tidak jelas. Kaum nabi hud melontarkan tuduhan kepada nabinya seraya berkata, kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu disebabkan kamu mencela berhala sesembahan kami. Kemudian dia, yakni nabi hud menjawab, sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah tuhan yang mahakuasa dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan terhadap Allah yang maha esa, penguasa alam semesta.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Hud Ayat 54 Arab-Latin, Surat Hud Ayat 55 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud Ayat 56, Terjemahan Tafsir Surat Hud Ayat 57, Isi Kandungan Surat Hud Ayat 58, Makna Surat Hud Ayat 59

Category: Surat Hud

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!