Quran Surat Al-Baqarah Ayat 52

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Arab-Latin: ṡumma 'afaunā 'angkum mim ba'di żālika la'allakum tasykurụn

Terjemah Arti: Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 52

Kemudian Kami pun memaafkan perbuatan mungkar ini, dan Kami menerima Taubat kalian sepulangnya Musa, dengan harapan kalian Mau Bersyukur kepada Allah atas nikmat nikmat dan keutamaan- Nya kepada kalian, dan janganlah kalian terus menerus dalam kekafiran dan kesewenang-wenangan.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

52. Kemudian Kami mengampuni kalian setelah bertaubat. Maka Kami tidak menghukum kalian dengan harapan mudah-mudahan kalian mau bersyukur kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah dan ketaatan kepada-Nya dengan sebaik-baiknya.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

52. Kemudian Kami tidak segera menghukum kalian setelah kalian menyembah patung anak sapi agar kalian bersyukur kepada Allah dengan perkataan dan perbuatan kalian.

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

52. مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ
Yakni setelah kalian menyembah anak lembu, kami mengutamakan kalian dengan ampunan atas dosa besar yang kalian kerjakan.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Kemudian kami menghapus dosa-dosa kalian dan memaafkan kalian setelah kalian menyembah anak sapi supaya kalian bersyukur atas anugerah dan ampunan Tuhan kepada kalian

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Kemudian Allah menjelaskan bahwasanya bersama dengan kejahatan – kejahatan yang telah mereka perbuatan maka sungguh Allah maha pemaaf sebelumnya mereka bertaubat; Agar mereka mensyukuri atas segala nikmat ini.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

49-54. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmatNya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Allah berfirman, “dan ingatlah ketika kami menyelamatkan kamu dari fir’aun,” maksudnya dari fir’aun, pengikut-pengikutnya dan bala tentaranya, sedangkan sebelum itu “mereka menimpakan kepadamu,” maksudnya menyiksa Bani Israil dan menimpakan kepada mereka “siksaan yang seberat-beratnya,” yaitu siksaan paling keras dengan cara “mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki,” karena khawatir akan kebangkitan kalian, ”dan membiarkan hidup anak-anak kamu yang perempuan.” Maksudnya mereka tidak membunuhnya, maka kamu sekalian dalam kondisi antara terbunuh dan terhina dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat, yaitu dibiarkan hidup karena suatu pemberian dan kesombongannya, dan inilah puncak dari keterhinaan. Akhirnya Allah memberi karunia kepada mereka dengan keselamatan yang sempurna dan menenggelamkan musuh-musuh mereka sedang mereka melihat hal itu dengan nyata, agar hati mereka tentram. “dan pada yang demikian itu, ” yaitu pemberian keselamatan, ”ada ujian-ujian,” yaitu perbuatan baik “yang besar dari tuhanmu, ” dimana hal yang seperti ini mengharuskan kalian untuk bersyukur dan mengerjakan perintah-perintahNya.
Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada mereka dengan janjiNya kepada nabi Musa selama empat puluh hari, untuk menurunkan bagi mereka Taurat yang termasuk suatu karunia yang besar dan kemaslahatan yang menyeluruh. Tapi mereka tidak bersabar sebelum masa janji tersebut selesai, hingga akhirnya mereka menyembah anak hewan setelah itu, yaitu setelah kepergian nabi Musa, ”dan kamu adalah orang-orang yang zhalim, ” kalian mengetahui kezhaliman kalian, dimana hujjah telah tegak atas kalian, maka itu merupakan kejahatan dan dosa yang paling besar.
lalu Allah memerintahkan kepada kalian untuk bertaubat lewat lisan nabiNya, Musa alaihissalam yaitu dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya, hingga Allah memaafkan kalian oleh sebab itu, ”agar kamu bersyukur kepada Allah."

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata :
Asy-Syukru : Syukur adalah menampakkan kenikmatan dengan mengakuinya dan memuji Allah Ta’ala atas pemberiannya, kemudian mempergunakannya dalam hal yang Allah ridhoi.

Makna ayat :
Maka Allah mengampuni kesalahan itu dan tidak menghukumnya dengan adzab agar mereka bersyukur dengan beribadah kepada Allah saja, tidak menyekutukanNya.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Walaupun kedurhakaan bani israil sudah berlipat-lipat, namun Allah memberikan maaf kepada mereka. Kemudian kami memaafkan kamu atas berbagai kedurhakaan dan ketidaksyukuran yang kamu lakukan setelah itu, agar kamu kembali ke jalan lurus dan bersyukur atas nikmat yang telah dicurahkan oleh Allah. Dengan demikian, semoga kamu dapat memperbaiki diri. Nikmat berikut yang diberikan kepada bani israil adalah kitab taurat dan al-furqa'n. Dan ingatlah lagi, ketika kami memberikan kepada musa kitab kumpulan dari wahyu dan berfungsi sebagai furqa'n, pembeda antara yang hak dengan yang batil, agar kamu memperoleh petunjuk untuk memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 002. Al-Baqarah