Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Hud Ayat 10

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي ۚ إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ

Arab-Latin: Wa la`in ażaqnāhu na'mā`a ba'da ḍarrā`a massat-hu layaqụlanna żahabas-sayyi`ātu 'annī, innahụ lafariḥun fakhụr

Terjemah Arti: Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan jika kami melapangkan bagi manusia keadaan dunianya dan meluaskan baginya rizki setelah kesempitan penghidupannya, tentulah saat itu dia benar-benar akan mengatakan, ” telah pergi dariku kesulitan hidup dan telah lenyap berbagi macam kesengsaraan.” sesungguhnya ia benar-benar seorang yang mengingkari nikmat-nikmat, keterlaluan dalam berbangga diri dan angkuh di hadapan manusia.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

10. Dan sungguh jika Kami merasakan kemudahan mendapatkan rezeki dan kesehatan setelah ia merasakan kemiskinan dan penyakit, pasti ia akan berkata, "Kesulitanku sudah pergi. Dan penyakitku sudah hilang." Ia tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat itu. Ia gemar membanggakan diri dan suka menyombongkan nikmat yang diterimanya dari Allah di depan orang lain.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

10. وَلَئِنْ أَذَقْنٰهُ نَعْمَآءَ بَعْدَ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّـَٔاتُ عَنِّىٓ ۚ (Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”)
Yakni jika seorang hamba diberi kenikmatan oleh Allah berupa kesehatan, keselamatan, dan kekayaan padahal sebelumnya ia berada dalam kesengsaraan seperti kemiskinan, penyakit, atau ketakutan, maka mereka tidak menyikapinya dengan rasa syukur kepada Allah, namun mereka malah mengatakan “segala musibah telah hilang sama-sekali” tanpa bersyukur kepada Allah atau memuji-Nya atas keadaan buruk mereka yang telah diangkat oleh Allah.

إِنَّهُۥ لَفَرِحٌ فَخُورٌ(sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga)
Yakni sangat senang dengan penuh kesombongan dan sangat angkuh didepan orang lain dan semena-mena karena Allah telah memberikan berbagai kenikmatan kepada mereka ketika itu.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

10. Dan jika Kami anugerahkan kepada mereka suatu kebahagiaan berupa kesehatan, keselamatan dan kecukupan sesudah adanya bencana berupa sakit, rasa takut atau fakir, niscaya mereka akan berkata: “Bencana-bencana itu telah hilang dariku dan tidak akan kembali lagi”, sehingga kemudian mereka tidak bersyukur. Sesungguhnya mereka sangat senang lagi bangga dengan berlebihan dengan kenikmatan yang mereka terima, disertai dengan rasa bangga dan kesombongan kepada manusia.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(نعماء بعد ضراء) Na’maa a ba’da dharraa : Kebaikan setelah keburukan.
(السيئات) As-Sayyiaat : Bentuk plural dari (سيئة) keburukan, segala sesuatu yang menyulitkan berupa musibah.
(فرح فخور) Farihun fakhuur : Sangat bahagia lagi sombong.

Makna ayat :
(و لئن أذقناه نعماء بعد ضراء) Kami berikan kepadanya kenikmatan, kelapangan hidup dan kesehatan setelah tertimpa kesengsaraan. (ليقولن) Mengganti pujian dan syukur kepada Allah atas kenikmatan yang ia rasakan setelah kesengsaraan, kekayaan yang ia dapatkan setelah kemiskinan dan kesehatan setelah ia merasakan sakit, seraya berkata dengan penuh kebanggaan : (ذهب السيئات عني) telah hilang dari ku keburukan, (إنه لفرح) “Sesungguhnya dia” sangat berbahagia (فخور) sombong dan bangga. Penyebab hal di atas adalah kegelapan jiwa yang disebabkan kekufuran dan maksiat.

Pelajaran dari ayat :
• Tercelanya mencintai dan berbangga dengan dunia.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Ia tidak bersyukur terhadapnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Dan jika kami berikan kebahagiaanberupa keluasan rezeki, kehidupan yang menyenangkan, dan kesehatan kepadanya setelah ditimpa bencana berupa malapetaka, kemiskinan, kesulitan hidup, atau sakit yang menimpanya, niscaya dia akan berkata dengan nada sombong, telah hilang bencana itu dariku. Sesungguhnya dia merasa sangat gembira dan bangga, karena menganggap bahwa dirinya telah selamat dari bencana itu. Padahal Allahlah yang telah menyelamatkan mereka, dan mereka tidak menyadari hal itu. Itulah sifat orang-orang sombong, ketika mendapat cobaan mereka putus asa, dan ketika selamat dari bencana mereka lupa kepada Allah, kecuali orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesulitan serta rida terhadap ketentuan Allah, dan mereka tetap istikamah dalam mengerjakan kebajikan baik ketika mereka dalam kesulitan maupun kelapangan hidup. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi Allah atas amal saleh yang mereka lakukan.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Hud Ayat 11 Arab-Latin, Surat Hud Ayat 12 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud Ayat 13, Terjemahan Tafsir Surat Hud Ayat 14, Isi Kandungan Surat Hud Ayat 15, Makna Surat Hud Ayat 16

Category: Surat Hud

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!