Surat At-Taubah Ayat 75

۞ وَمِنْهُم مَّنْ عَٰهَدَ ٱللَّهَ لَئِنْ ءَاتَىٰنَا مِن فَضْلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab-Latin: Wa min-hum man 'āhadallāha la`in ātānā min faḍlihī lanaṣṣaddaqanna wa lanakụnanna minaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.

« At-Taubah 74At-Taubah 76 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Surat At-Taubah Ayat 75

Paragraf di atas merupakan Surat At-Taubah Ayat 75 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka kandungan berharga dari ayat ini. Ada beraneka penjelasan dari berbagai ulama terkait kandungan surat At-Taubah ayat 75, di antaranya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan di antara orang-orang munafik yang fakir miskin, ada orang yang menegaskan ikrar pada dirinya, bahwa apabila Allah memberikan kepadanya harta, pasti dia akan menyedekahkan dan akan benar-benar berbuat selayaknya orang shalih berbuat dengan harta-harta mereka, dan akan benar-benar berjalan di jalan kebaikan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

75. Dan sebagian orang-orang munafik berjanji kepada Allah dengan berkata: “Jika Allah memberi kami karunia-Nya, niscaya kami akan bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan dan kami akan menjadi orang-orang shalih yang banyak berbuat baik.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

75. Di antara orang-orang munafik itu ada orang-orang yang berjanji kepada Allah seraya berkata, "Sungguh, jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, niscaya kami benar-benar akan menyedekahkannya kepada orang-orang yang membutuhkan, dan kami benar-benar akan menjadi orang-orang saleh yang amalannya baik."


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

75. وَمِنْهُم مَّنْ عٰهَدَ اللهَ لَئِنْ ءَاتَىٰنَا مِن فَضْلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ (Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah)
Terdapat pendapat mengatakan ayat ini turun untuk Tsa’labah bin Hathib, salah seorang penduduk Madinah yang ikut mendirikan masjid Dhirar.
Ibnu Jarir meriwayatkan kisah singkatnya dengan menyebutkan sanad-sanadnya, dari Abu Umamah al-Bahily ia berkata: “Tsa’lab bin Hatib mendatangi Rasulullah lalu bekata: “Wahai Rasulullah, mohonlah kepada Allah agar aku diberi rezeki harta yang banyak, demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, jika Allah memberiku harta yang banyak niscaya aku akan memberi sebagiannya kepada orang yang berhak mendapatkannya”. Rasulullah menjawab: “celakalah kamu hai Tsa’labah! Harta yang sedikit yang kau syukuri lebih baik daripada harta yang banyak namun kau tak mampu mensyukurinya”. Ia berkata: “Wahai Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah”. Maka rasulullah berdoa: “Ya Allah berilah ia rezeki harta yang banyak”. Abu Umamah berkata: maka Tsa’labah memelihara kambing lalu kambing itu berkembang seperti cacing yang berkembang, sampai-sampai kota Madinah terasa sempit bagi kambing-kambingnya, kemudian kambing itu semakin berkembang sehingga ia membawanya tinggal di luar Madinah, dan ia menjadi tidak ikut melaksanakan sholat jum’at atau mengurus jenazah. Rasulullah kemudian bersabda: “celakalahTsa’labah bin Hathib, celakalah Tsa’labah bin Hathib”. Lalu Rasulullah mengutus dua orang untuk mengambil zakat kepada Tsa’labah, namun ia menanggapi keduanya dengan berkata: “ini merupakan jizyah”. Maka kedua utusan itu kembali ke Madinah. Ketika Rasulullah melihat mereka berdua, Beliau berkata sebelum berbicara kepada keduanya: “celakalah Tsa’labah bin Hathib”. Maka Allah menurunkan tiga ayat ini (ayat 75-77) menerangkan tentang dirinya. Kemudian para kerabat Tsa’labah mendengar ayat ini lalu mendatangi Tsa’labah seraya berkata: “celakalah engkau Tsa’labah, telah diturunkan ayat ini dan ini yang menerangkan tentang dirimu”. Abu Umamah berkata: maka Tsa’labah mendatangi Rasulullah seraya berkata: “Wahai Rasulullah, ini adalah zakat dari hartaku”. Rasulullah bersabda: “sesungguhnya Allah telah melarangku untuk menerima zakat darimu”. Maka Tsa’labah menangis sambil menuangkan tanah ke atas kepalanya. Abu Bakar juga tidak menerima zakatnya di masa kepemimpinannya, begitu pula Umar bin Khattab dan Utsman. Dan ia meninggal di zaman pemerintahan Utsman bin Affan.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

75-77

1 ). Berapa banyak orang yang telah mencapai derajat yang tinggi di dunia namun tidak mampu menunaikan apa yang menjadi kewajiaban baginya, sehingga pencapaian yang ia gapai adalah musibah-dan semua ini terjadi dalam perkara dunia-, sebagaimana firman Allah : { وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ } "Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah".

2 ). Banyak orang yang memilih bersumpah ketika perkara yang ia hadapi menjadi buruk, padahal hadits telah menyebutkan bahwa tindakannya itu tidak lain kecuali mendatangkan keburukan lain, hal ini dikuatkan oleh firman Allah : { وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ }.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

75. Dan di antara orang-orang munafik itu ada yang berjanji kepada Allah “Jika Dia (Allah) memberi kami keutamaan dan kemuliaanNya, sungguh kami akan mengeluarkan zakat mal dan menunaikan pekerjaan orang-orang shalih dengan mengeluarkan setiap harta yang wajib dengan pasti. Ayat ini turun terkait para lelaki munafik yaitu Nabtal bin Al-Harits, Wajad bin Qays, dan Mu’tab bin Qusyair.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Di antara mereka} di antara orang-orang munafik {ada yang telah berjanji kepada Allah,“Sungguh jika Dia memberikan sebagian dari karuniaNya kepada kami, niscaya kami akan benar-benar bersedekah dan benar-benar termasuk orang-orang yang shalih.”


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

75. Yakni, di antara orang-orang munafik itu ada yang berjanji kepada Allah “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karuniaNya kepada kami”, dari dunia, lalu Dia melapangkannya dan membentangkannya untuk kami, “Pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.” Kami akan bersilaturahim, menjamu tamu, membantu orang yang mendapatkan musibah, dan melakukan amalan-amalan yang baik lagi shalih.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 75-78
Allah SWT berfirman,”Di antara orang-orang munafik itu terdapat seseorang yang memberikan janji kepada Allah,"Jika Allah memberinya kecukupan dari keutamaanNya, maka dia benar-benar akan menyedekahkan sebagian dari hartanya, dan dia benar-benar termasuk orang-orang yang shalih" Lalu dia tidak memenuhi apa yang telah dia ucapkan, tidak pula membenarkan apa yang dia klaim. Lalu Allah menghukum mereka akibat perbuatan itu karena kemunafikan yang menetap dalam hatinya sampai hari mereka bertemu dengan Allah SWT pada hari kiamat nanti, Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
Firman Allah SWT: (karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya) yaitu Allah menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka karena mereka mengingkari sumpah mereka dan berdusta. Sebagaimana dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda,”Tanda orang munafik itu ada tiga, jika berbicara, dia berdusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya dia berkhianat” Hadits ini memiliki banyak bukti yang menguatkannya. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Firman Allah SWT: (Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka) Allah SWT memberitahukan bahwa Dia mengetahui rahasia dan yang tersembunyi. Dia mengetahui isi hati mereka, sekalipun mereka menampakkan bahwa jika mereka mendapatkan harta, mereka akan menyedekahkan sebagian dari harta itu dan bersyukur atas harta itu. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui tentang mereka daripada diri mereka sendiri. Allah Maha Mengetahui semua yang ghaib, yakni mengetahui semua yang ghaib dan tampak, semua rahasia dan bisikan hati. Dia mengetahui semua yang tampak dan yang tersembunyi.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat At-Taubah ayat 75: Yakni melapangkan rezeki-Nya kepada kami dan mengayakan kami.

Seperti melakukan sedekah, menyambung tali silaturrahim, menjamu tamu, membantu pembela kebenaran dan mengerjakan amal saleh lainnya.

Faedah/catatan:

Sebagian ahli tafsir menyebutkan, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan seseorang yang bernama Tsa’labah, ia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam agar didoakan menjadi orang yang kaya. Ia berjanji kepada Allah, jika Allah menjadikannya kaya, maka ia akan bersedekah, menyambung tali silaturrahim, dan menolong penegak kebenaran, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendoakannya. Ia memiliki seekor kambing yang kemudian berkembang biak menjadi banyak yang membuatnya sibuk sampai tidak hadir shalat berjama’ah kecuali beberapa waktu saja, dan kemudian ia bertambah sibuk sampai tidak sempat shalat berjama’ah selain shalat Jum’at saja, dan bertambah sibuk lagi sampai ia tidak shalat Jum’at dan shalat berjamaah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencarinya dan mengirimkan orang untuk mengambil zakat darinya, namun Tsa’labah tidak memberikan. Ketika ayat ini urun, maka sebagian keluarganya menyampaikan ayat ini kepadanya, maka ia pun datang membawa zakatnya, namun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menerimanya. Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, maka ia datang membawa zakat kepada Abu Bakar, namun Abu Bakar tidak menerimanya, dan kemudian kepada Umar, namun ia juga tidak menerimanya. Kisah ini meskipun masyhur, namun sesungguhnya tidak shahih. Kisah ini didha’ifkan oleh para pakar ahli hadits, seperti Ibnu Hazm, Baihaqi, Qurthubi, Haitsami, Al ‘Iraqi, Ibnu Hajar, As Suyuthi, Al Manawi dan lainnya. Mereka menerangkan bahwa dalam isnadnya terdapat Ali bin Zaid seorang yang dha’if, sebagaimana di antara perawinya ada yang bermana Ma’aan bin Rifaa’ah dan Al Qaasim bin Abdurrahman, di mana keduanya adalah dha’if (lihat ta’liq Abdurrahman bin Mu’allaa Al Luwaihiq terhadap kitab tafsir As Sa’diy pada tafsir ayat 75-78 dari surat At Taubah).


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat At-Taubah Ayat 75

Ayat ini membicarakan sifat buruk lain kaum munafik. Dan di antara mereka, orang-orang munafik, ada orang yang telah berjanji kepada Allah, sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh dengan selalu berinfak, menjaga hubungan kekerabatan, tetap ikut serta dalam berjihad dan perbuatan-perbuatan baik lainn namun, ternyata mereka mengingkari janji. Buktinya, ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir. Jangankan berinfak, zakat pun tidak mereka keluarkan sesuai dengan janjinya sendiri, dan bahkan mereka berpaling dari Allah dan rasulnya dan selalu menentang kebenaran.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian kumpulan penjelasan dari para pakar tafsir mengenai kandungan dan arti surat At-Taubah ayat 75 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi ummat. Dukunglah dakwah kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Sering Dibaca

Kami memiliki ratusan topik yang paling sering dibaca, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 153, Al-Fajr, Ali Imran 190-191, Al-Balad, Juz al-Qur’an, Al-Insyirah 5-6. Ada juga Al-Maidah, Al-An’am, Al-‘Adiyat, Luqman 14, Ar-Ra’d 11, Al-Baqarah 185.

  1. Al-Baqarah 153
  2. Al-Fajr
  3. Ali Imran 190-191
  4. Al-Balad
  5. Juz al-Qur’an
  6. Al-Insyirah 5-6
  7. Al-Maidah
  8. Al-An’am
  9. Al-‘Adiyat
  10. Luqman 14
  11. Ar-Ra’d 11
  12. Al-Baqarah 185

Pencarian: makna yang terkandung dalam surat an nahl ayat 36, surat yasin ayat 50, al maida, artinya surat al fatihah, sebutkan 15 ayat sajadah

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.