Surat Al-A’raf Ayat 200

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Arab-Latin: Wa immā yanzagannaka minasy-syaiṭāni nazgun fasta'iż billāh, innahụ samī'un 'alīm

Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

« Al-A'raf 199Al-A'raf 201 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Berkaitan Dengan Surat Al-A’raf Ayat 200

Paragraf di atas merupakan Surat Al-A’raf Ayat 200 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran penting dari ayat ini. Didapati berbagai penafsiran dari beragam ulama tafsir terhadap isi surat Al-A’raf ayat 200, sebagiannya seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan apa yang menimpamu (wahai rasul) dari setan berupa amarah dan atau kamu merasakan gangguannya dalam bentuk was-was dan pengikisan semangat dari kebaikan atau dorongan berbuat keburukan, maka berlindunglah kepada Allah dengan memohon perlindungan kepadaNya. Sesungguhnya Dia maha mendengar setiap ucapan lagi maha mengetahui semua perbuaatan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah


200. Kemudian Allah menyampaikan kepada rasul-Nya -dan kaum muslimin-, jika setan mendatangimu dengan godaan agar menimbulkan keraguan dan menyelisihi apa yang diperintahkan kepadamu berupa pemberian maaf, menjalankan amar ma'ruf, dan menjauhi orang-orang yang bodoh; maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaannya, karena Allah Yang Maha Mendengar makhluk yang menggodamu dan perkataan makhluk-Nya yang lain, tidak ada yang tersembunyi darinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang dapat menyingkirkan godaan setan darimu dan dan segala perkara makhluk-Nya. Dia juga Maha Mendengar doamu dan Maha Mengetahui segala urusanmu, hanya Dia yang dapat menghilangkan godaan setan darimu dan melindungimu darinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

200. Dan jika kamu -wahai Rasul- merasa bahwa setan menggodamu atau menghalang-halangimu agar tidak berbuat baik, maka berlindunglah kepada Allah. Karena Dia Maha Mendengar ucapanmu dan Maha Mengetahui usahamu untuk meminta perlindungan. Niscaya Dia akan melindungimu dari gangguan setan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

200. وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ (Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan)
Makna (النزغ) yakni godaan untuk berbuat kerusakan. Jika dikatakan (نزغ بيننا) yakni merusak hubungan diantara kami.

فَاسْتَعِذْ بِاللهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)
Yakni berlindunglah kepada-Nya karena Dia mendengarkan dan mengetahui ucapan kalian.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Allah befirman dalam surah (al-A'raf) : { فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } , dan dalam surah Fushilah Allah berfirman : { فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ هو السَمِيعٌ العَلِيمٌ } , dan adapun hikmah dari pembedaan kedua ayat ini adalah : bahwasanya ayat al-a'raf diturunkan lebih awal daripada ayat fusshilat, maka dari itu katanya dita'rifkan : { هو السَمِيعٌ العَلِيمٌ } yang lebih dulu penyebutannya pada ayat tentang gangguan syaithon.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

200 Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, atau bisikan buruk atau kerusakan dengan merusak akhlak maka mintalah perlindungan kepada Allah atas bisikannya agar engkau terbebas darinya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa dan Maha Mengetahui segala kondisi


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Jika setan benar-benar menggodamu} mendekati dan menggodamu {dengan halus} bisikan, menghalangi dari kebaikan dan mendorong kepada keburukan {berlindunglah kepada Allah} mintalah perlindungan dan pertolongan kepada Allah {Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

200 yakni kapan pun dan dalam kondisi apapun, ”kamu ditimpa sesuatu godaan setan” yakni kamu merasakan godaannya, membuatmu malas berbuat baik atau mendorongmu dan memacumu berbuat buruk, ”maka berlidunglah kepada Allah” yakni berlindunglah kepada naungan perlindungan Allah karena Dia Maha Mendengar apa yang kamu ucapkan. ”mengetahui” niatmu, kelemahanmu, dan kebutuhanmu, akan perlindunganNya, maka Dia kan melindungimu dari fitnahnya dan menjagamu dari godaan, sebagaimana Firman Allah ”katakanlah aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan(bisikan) setan yang biasa sembunyi, yang membisikan (kejahatan) kedalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia”


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 199-200
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Jadilah engkau pemaaf) yaitu ambillah dari kelebihan harta mereka sejumlah yang layak untukmu, dan apa yang mereka berikan kepadamu dari harta mereka. Hal ini sebelum diturunkan ayat tentang menyucikan harta dengan kewajiban, rincian, dan batasan sedekah. Pendapat ini dikatakan oleh As-Suddi.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkataa tentang firmanNya: (Jadilah engkau pemaaf) Allah memerintahkan beliau memaafkan dan berlapang dada terhadap orang-orang musyrik selama sepuluh tahun. Kemudian memerintahkan beliau untuk bersikap tegas kepada mereka. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Az-Zubair, dia berkata bahwa ayat (Jadilah engkau pemaaf) diturunkan tentang akhlak manusia.
Imam Bukhari berkata tentang firmanNya: (Jadilah engkau pemaafdan serulah orang-orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (199)) kata “Al-'urfu” adalah sesuatu yang baik.
Diriwwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang-orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (199)) Ini merupakan akhlak yang diperintahkan oleh Allah kepada NabiNya SAW, dan memberinya petunjuk kepada hal ini. Sebagian orang yang bijak ada yang mengambil pengertian ini dan menuangkannya ke dalam dua bait syair, dia berkata:
Jadilah kamu pemaaf dan perintahkanlah untuk berbuat kebajikan, sebagaimana engkau diperintahkan. Dan berpalinglah dari orang-orang bodoh
Dan lemah lembutlah dalam berbicara kepada semua orang, maka hal yang baik bagi orang yang memiliki kedudukan itu berkata lemah lembut.
Sesungguhnya Allah SWT mdalam ayat-ayat ini membimbing tentang tata cara menghadapi orang yang berbuat maksiat, dengan cara yang baik, yang mana hal itu merupakan sesuatu yang lebih baik karena hal ini bisa mencegahnya perbuatan yang dia lakukan dengan izin Allah SWT. Oleh karena itu Allah berfirman: (maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman yang setia) (Surah Fushshilat: 34) Kemudian Allah membimbing agar meminta perlindungan kepadaNya dari setan yang ghaib, karena sesunguhnya setan menghalangi kebaikan dari dirimu, dan hanya ingin membinasakan dan menghancurkanmu secara keseluruhan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu dan leluhur sebelummu.
Ibnu Jarir berkata tentang firmanNya: (Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan) yaitu jika setan membuatmu marah dengan kemarahan yang memaksamu untuk berpaling dari orang yang tidak tahu, dan membawamu untuk membiarkannya (maka berlindunglah kepada Allah) dia berkata,”Mintalah perlindungan kepada Allah dari godaannya. (Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) Maha Mendengar terhadap kebodohan orang yang berbuat kebodohan terhadap dirimu, dan permohonan perlindungan dirimu dari godaan setan serta hal lain berupa ucapan makhlukNya. Tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi bagiNya, Maha mengetahui godaan setan yang merasukimu dan semua urusan makhlukNya.
Asal dari kata “An-nazghu” adalah kerusakan, baik karena kemarahan atau lainnya. Allah SWT berfirman: (Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka) (Surah Al-Isra: 53) dan katan “Al-'iyadz” adalah memohon perlindungan dan sandaran dari keburukan. Adapaun kata “Al-maladz” adalah memohon kebaikan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-A’raf ayat 200: Ingin memalingkan kamu dari ketaatan kepada-Nya atau melemahkan kamu mengerjakan kebaikan atau mendorong kamu mengerjakan keburukan.

Maksudnya membaca A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim, niscaya Allah akan menyingkirkan godaan itu.

Semua perkataanmu.

Niat dan perbuatanmu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 200

Rasul sebagai manusia, tentu saja dapat marah jika kemungkaran orang-orang musyrik telah mencapai puncaknya, dan setan akan memanfaatkan itu. Oleh karenanya, nabi dan umatnya diingatkan, dan jika setan datang menggodamu dengan merayu secara halus, melalui suatu bisikan, seperti saat dirimu murka karena hujatan-hujatan jahat mereka, maka berlindunglah kepada Allah, dengan memohon pertolongan kepada-Nya, niscaya dia akan mengusir bisikan-bisikan itu. Sungguh, dia maha mendengar setiap ucapan, termasuk permohonanmu itu, dan dia maha mengetahui setiap perbuatan, termasuk yang direncanakan oleh setan. Setelah memberi petunjuk kepada nabi Muhammad, kini petunjuk tertuju kepada kaum bertakwa secara umum. Sesungguhnya orangorang yang bertakwa, yang memberi batas pemisah antara diri mereka dengan perbuatan-perbuatan maksiat, sehingga menghalangi masuknya rayuan dan godaan setan yang dapat memalingkan mereka dari perintah Allah, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat untuk berbuat dosa dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah yang telah memerintahkan untuk taat dan bertobat kepada-Nya, maka ketika itu juga, dengan cepat bagaikan tiba-tiba, mereka melihat dan menyadari kesalahan-kesalahannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beraneka penafsiran dari banyak ulama tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Al-A’raf ayat 200 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat untuk kita. Sokonglah dakwah kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Tersering Dikaji

Terdapat ratusan konten yang tersering dikaji, seperti surat/ayat: Do’a Setelah Adzan, Al-Isra 32, Al-Fatihah, Adh-Dhuha, Al-Qadr, Al-Falaq. Ada juga Yusuf 28, An-Naba, Al-A’la, Al-Hujurat 13, Seribu Dinar, Al-Kafirun.

  1. Do’a Setelah Adzan
  2. Al-Isra 32
  3. Al-Fatihah
  4. Adh-Dhuha
  5. Al-Qadr
  6. Al-Falaq
  7. Yusuf 28
  8. An-Naba
  9. Al-A’la
  10. Al-Hujurat 13
  11. Seribu Dinar
  12. Al-Kafirun

Pencarian: ayat zina, surat al luqman ayat 14, latin surat yunus ayat 40 41, al adiyat latin dan artinya, al alaq dan artinya

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.