Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 99

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Arab-Latin: A fa aminụ makrallāh, fa lā ya`manu makrallāhi illal-qaumul-khāsirụn

Terjemah Arti: Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Apakah para penduduk negeri yang mendustakan (para rasul) merasa aman terhadap makar (balasan siksaan) Allah dan penundaan yang diberikanNya bagi mereka untuk mengulur waktu bagi mereka dengan kenikmatan yang Allah curahkan kepada mereka sebagai hukuman bagi mereka atas makar mereka. Maka tidak ada yang merasa aman dari Azab Allah, kecuali orang-orang yang binasa.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

99. Perhatikanlah apa yang Allah berikan kepada mereka berupa tenggang waktu, kekuatan dan rezeki yang berlimpah ruah sebagai istidraj bagi mereka. Apakah orang-orang kafir dari penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari azab dan rencana Allah yang tersembunyi? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah selain orang-orang yang celaka. Sedangkan orang-orang yang mendapat petunjuk pasti senantiasa takut akan azab Allah. Mereka tidak terlena dengan karunia yang Dia berikan kepada mereka, melainkan menganggapnya sebagai anugerah-Nya kepada mereka kemudian mereka bersyukur kepada-Nya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

99. أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ اللهِ ۚ (Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah)
Yakni hukuman yang diatur Allah bagi mereka, sedang mereka tidak menyadarinya.
Pendapat lain mengatakan makna makar Allah disini adalah istidraj bagi mereka dengan kenikmatan dan kesehatan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1 ). Takut akan azab Allah merupakan salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas amalan seorang hamba dan mengurangi kesalahan.

2 ). Dalam ayat ini ada maksud untuk menakut-nakuti setiap mukmin yang selalu merasa aman dan selamat dari rusaknya keimanan, maka dari itu setiap kita mesti merasa takut da khawatir akan tertimpa musibah rusaknya iman, dan juga harus senantiasa berdoa agar diteguhkan diatas keimanan ini, dan senantiasa berusaha agar terhindar dari penyebab-penyeban terjadinya fitnah; karena seorang hamba sekalipun ia telah sampai kepada tujuan yang ia impikan bukanlah menjadi petimbangan bahwa ia yakin akan selalu berada dalam keselamatan..

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

99. Apakah mereka merasa aman dari hukuman yang direncanakan Allah atas mereka dan godaanNya berupa nikmat dan kesehatan tanpa merasakannya. Maka tidak ada yang merasa aman dari rencana dan kekuatan Allah kecuali kaum yang merugikan diri sendiri

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Yakni istidraj; penundaan azab dengan memberikan nikmat untuk sementara waktu, lalu azab datang secara tiba-tiba.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Dalam ayat ini terdapat takhwif (menakutkan) yang dalam agar seorang hamba tidak merasa aman dengan iman yang dimilikinya, bahkan ia harus selalu memiliki rasa takut jika sekiranya ia ditimpa cobaan yang mencabut keimanannya, dan hendaknya ia senantiasa berdoa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Serta beramal dan berusaha melakukan setiap sebab yang dapat meloloskannya dari keburukan ketika terjadi fitnah, karena seorang hamba kalau pun tinggi keadaannya, namun tidak pasti tetap selamat.”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Kecaman lebih keras lagi dinyatakan dengan, atau apakah mereka mengira bahwa mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari siksaan Allah yang tidak terduga dan dikemas dalam bentuk yang indah, atau berupa istidra'j; perlakuan-Nya yang diduga baik karena merupakan nikmat dan kebaikan padahal sebaliknya' sungguh sangat celaka dan merugi mereka dan siapa pun jika demikian, karena tidak ada yang merasa aman dari siksaan atau makar Allah selain orang-orang yang rugi. Atau apakah mereka sedemikian lengah dan bodoh sehingga belum jelas peristiwa-peristiwa yang dialami generasi terdahulu bagi orangorang yang mewarisi dan tinggal di suatu negeri setelah lenyap penduduknya karena dosa-dosa yang mereka lakukan' belum jelaskah bahwa kalau kami menghendaki, kapan pun, pasti kami siksa mereka karena dosadosanya seperti halnya kami membinasakan orang-orang terdahulu yang mereka warisi negerinya itu; dan kami mengunci hati mereka yang kufur sehingga mereka tidak dapat mendengar dan mengambil pelajaran.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 100 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 101 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 102, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 103, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 104, Makna Surat Al-A’raf Ayat 105

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!