Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 49

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Arab-Latin: Wallażīna każżabụ bi`āyātinā yamassuhumul-'ażābu bimā kānụ yafsuqụn

Terjemah Arti: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang berasal dari al-qur’an maupun mukjizat-mukjizat, maka mereka akan ditimpa siksaan pada hari kiamat akibat kekafiran mereka dan keluarnya mereka dari jalur ketaatan kepada Allah .

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

49. Sedangkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan ditimpa azab yang pedih karena mereka keluar dari kepatuhan kepada Allah.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

49 Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami yang diperintahkan lewat para rasul, akan ditimpa siksa di akhirat disebabkan kekufuran mereka dan perbuatan fasik mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Para rasul telah diutus dengan membawa bukti kebenaran dan juga peringatan. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, yaitu mengingkari risalah yang disampaikan para rasul tersebut, maka akan ditimpa azab yang sangat pedih baik di dunia ataupun akhirat, karena mereka selalu berbuat fasik, yaitu selalu melakukan aktivitas yang menjadikan mereka keluar dari keimanan dan ketaatan kepada Allah atau keluar dari sistem yang ditetapkan-Nya. Ayat ini menguatkan bahwa rasul hanyalah menyampaikan apa yang berasal dari Allah. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, aku tidak mengatakan kepadamu, hai orang-orang kafir, bahwa perbendaharaan Allah, yaitu aneka kekayaan dan kemewahan yang sering kalian jadikan ukuran kemuliaan hidup, ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib tanpa bantuan dari Allah , dan aku tidak pula mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat yang tidak makan, tidak minum, dan tidak memiliki kebutuhan biologis. Aku hanyalah manusia seperti kamu. Yang membedakan kita adalah bahwa aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, di antaranya berupa Al-Qur'an. Para pendurhaka menolak ajaran Allah, maka nabi Muhammad diperintahkan untuk mengajukan pertanyaan yang mengandung kecaman. Katakanlah, wahai Muhammad, apakah sama orang yang buta, terutama buta mata hatinya, dengan orang yang melihat' orang yang normal pasti akan menjawab berbeda. Maka, apakah kamu tidak pernah memikirkan-Nya'

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 50 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 51 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 52, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 53, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 54, Makna Surat Al-An’am Ayat 55

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!