Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 23

ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ

Arab-Latin: ṡumma lam takun fitnatuhum illā ang qālụ wallāhi rabbinā mā kunnā musyrikīn

Terjemah Arti: Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Kemudian tidak ada jawaban dari mereka ketika mereka menghadapi cobaan dan di uji dengan pertanyaan tentang sekutu-sekutu mereka, kecuali mereka berlepas diri dari mereka, dan bersumpah dengan nama Allah, tuhan mereka bahwa mereka dahulu tidak pernah menyekutukan Allah dengan selainNya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

23. Kemudian alasan yang mereka kemukakan setelah melalui ujian ini tidak lain hanyalah mereka berlepas diri dari sembahan-sembahan mereka. Dan mereka berdusta dengan mengatakan, “Demi Allah, Rabb kami, sesungguhnya kami tidak pernah menyekutukan-Mu, melainkan beriman kepada-Mu dan mengesakan-Mu."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

23. ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ (Kemudian tiadalah fitnah mereka)
Yakni tidak lain akibat dari kekafiran yang mereka bangga-banggakan dan mereka berperang untuknya itu kecuali mengatakan: “Demi Allah, tiadalah kami mempersekutukan Allah.

إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَاللهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ (kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah”)
Yakni jawaban mereka tidak lain hanyalah keingkaran dan berlepas diri dari perbuatan syirik tersebut.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

23. Tidaklah hasil dari kekufuran dan keberanian mereka untuk berdusta, dan jawaban mereka ketika melihat azab itu kecuali berlepas diri dari perbuatan syirik.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Sikap orang-orang kafir dan musyrik di akhirat itu berbeda dengan sikap mereka di dunia. Ketika di akhirat kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, karena mengikuti suara hati dan akal sehat, kecuali mengatakan, demi Allah, mereka bersumpah dengan nama Allah, ya tuhan kami, kini di akhirat, tidaklah kami mempersekutukan engkau dengan suatu apa pun. Lihatlah dan renungkan secara mendalam, wahai rasulullah, bagaimana mereka, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mempertuhankan manusia, berbohong terhadap diri mereka sendiri dengan mengingkari nurani dan akal budi yang menjadi sumber fitrah beragama. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu, baik manusia, setan, dan jin, maupun benda-benda yang disakralkan, akan hilang dari mereka, tidak membela, menolong, dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 24 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 25 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 26, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 27, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 28, Makna Surat Al-An’am Ayat 29

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!