Surat Al-Ma’idah Ayat 35

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wabtagū ilaihil-wasīlata wa jāhidụ fī sabīlihī la'allakum tufliḥụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

« Al-Ma'idah 34Al-Ma'idah 36 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Mengenai Surat Al-Ma’idah Ayat 35

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ma’idah Ayat 35 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam pelajaran penting dari ayat ini. Ada aneka ragam penafsiran dari berbagai pakar tafsir terhadap kandungan surat Al-Ma’idah ayat 35, misalnya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta menjalankan syariatNya, takutlah kepada Allah dan dekatkanlah diri kalian kepadaNya dengan cara taat kepadaNya dan beramal denga sesuatu yang diridahaanNya, dan berjihadlah di jalanNya, supaya kalian mengggapai keberuntungan dengan memperoleh surga-surgaNYa.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

35. Setelah Allah menjelaskan keadaan orang yang terancam mendapat kemurkaannya karena berbuat kerusakan di muka bumi, maka kemudian Dia menyuruh hamba-hambanya yang beriman untuk menjelaskan kepada mereka jalan menuju keridhaan-nya dan memerintahkan mereka untuk bertakwa, karena ketakwaan merupakan benteng yang aman dan kokoh bagi diri dan masyarakat.

Dan masyarakat yang bertaqwa merupakan masyarakat yang sholeh dan diliputi keamanan serta selalu mengharap keridhaan Allah.

Keamanan dan perlindungan bagi masyarakat dari musuh-musuh tidak akan terealisasi kecuali dengan menegakkan jihad; karena jihad merupakan jalan untuk mendapat keamanan, ketentraman, dan keadilan.

Masyarakat yang beriman anggotanya akan saling berlomba-lomba untuk meraih keridhaan Allah Semata dengan berbagai amal ketaatan dan berjihad di jalannya dengan segala kekuatan dan persiapan yang dia miliki demi meninggikan kalimatnya dan melindungi hamba-hambanya.

Masyarakat yang aman dan tentram tidak memiliki ruang bagi kejahatan dan kerusakan sehingga tidak membutuhkan biaya yang besar untuk mewujudkan keamanan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

35. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan berusahalah kalian untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan menunaikan apa yang Dia perintahkan kepada kalian dan menjauhi apa yang Dia larang. Dan berjuanglah kalian melawan orang-orang kafir untuk mengharap rida-Nya, agar kalian bisa mendapatkan apa yang kalian cari dan menghindari apa yang kalian takuti, manakala kalian melaksanakan kewajiban (berjuang) tersebut.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

35. وَابْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ (dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya)
Yakni carilah apa yang dapat mendekatkanmu kepada Allah.
Makna dari (الوسيلة) yakni pendekatan dan pembenaran ketakwaan dan perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada tuhannya.

وَجٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ(dan berjihadlah pada jalan-Nya)
Yakni perangilah orang yang tidak diterima agamanya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

35. Wahai orang-orang mukmin, bertakwalah kepada Allah dengan menunaikan syariat dan hukum-hukumNya. Dan carilah sesuatu yang terhubung dengan Allah dan ridhaNya, yaitu amal shalih. Al-Washilah adalah jalan untuk mendekat. Dan berusahalah untuk meninggikan kalimat agama (Islam) supaya kalian dapat meraih keberhasilan dan surga.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah} carilah {wasilah kepadaNya} kedekatan dengan menaatiNya {dan berjihadlah di jalanNya agar kalian beruntung


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

35. Ini adalah perintah dari Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman agar mereka bertakwa dan berhati-hati terhadap murka dan amarahNya, yang mana itu adalah merupakan konsekuensi dari iman, hal itu dengan bersungguh-sungguh dan mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjauhi kemaksiatan hati, lisan dan anggota badan, baik lahir maupun batin yang di murkai oleh Allah, dan memohon pertolongan kepada Allah agar bisa meninggalkannya, supaya dengan itu dia selamat dari murka dan azabNya.
“ Dan carilah jalan yang bisa mendekatkan diri kepadaNya,” artinya, kedekatan kepadanya, bagian pahala di sisiNya dan kecintan kepadaNya, dan hal itu dengan melaksanakan kewajibannya yang terkait dengan hati, seperti mencintai dijalan-Nya dan mencintainya karenaNya, rasa takut, berharap, kembali kepadaNya, dan tawakal, juga melaksanakan kewajiban-kewajibanNya yang terkait dengan badan, seperti zakat dan haji dan kewajiban-kewajiban yangh terkait dengan keduanya seperti shalat, macam-macam dzikir, bacaan, macam-macam perbuatan baik kepada mahkluk dengan ilmu, harta kedudukan, badan dan nasihat kepada hamba-hamba Allah.
Semua amal-amal ini mendekatkan kepada Allah. Dan seorang hamba berusaha mendekatkan diri kepada Allah sehingga dia mencintainya, dan jika dia telah mencintainya, maka Dia menjadi pendengarannya yang dengannya Dia mendengar, penglihatannya yang dengannya Dia melihat, tangannya yang dengannya Dia bekerja dan kakinya yang denganya dia berjalan dan Allah menjawab Do’anya.
Kemudian Allah menghususkan jihad di jalanNya dari amal-amal yang mendekatkan kepadaNya, dan jihad itu mengeluarkan segala daya dalam memerangi orang kafir dengan harta, nyawa, pandangan, lisan, dan usaha untuk menjunjung Agama Allah dengan apa yang mampu untuk di lakukan oleh seorang hamba, Karena bentuk ini termasuk kemuliaan yang mulia dan ibadah yang paling utama, juga karena barangsiapa yang menunaikannya, maka dia pasti menunaikan yang lainnya, bahkan lebih baik.
“ Supaya kamu mendapatkan keberuntungan,” yaitu jika kamu bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan kemaksiatan dan kamu mencari cara medekatkan diri kepadaNya dengan melakukan ketaatan dan berjihad di jalanNya demi mencari ridhaNya. Keberuntungan itu adalah keberhasilan meraih dan mendapatkan apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang tidak diinginkan, hakikatnya adalah kebahagiaan abdi dan nikmat yang lenggeng.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 35-37
Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya yang mukmin untuk bertakwa kepadaNya. Ketakwaan itu apabila dihubungkan dengan ketaatan kepadaNya, maka maknanya adalah menjauhi hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan laranganNya. Allah juga berfirman setelahnya: (dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya)
Sufyan Ats-Tsauri meriwayatkan dari Thalhah, dari Atha', dari Ibnu 'Abbas, bahwa kata-kata "cara apapun untuk mendekatiNya". Demikian juga yang dikatakan oleh Mujahid, Abu Wa'il, Al-Hasan, Qatadah, Abdullah bin Katsir, As-Suddi, Ibnu Zaid, dan lainnya.
Pendapat yang dikatakan para imam itu tidak berbeda dengan para mufasir. Ibnu Jarir menunjukkan hal itu melalui perkataan seorang penyair:
"Jika orang yang menuduh telah lupa, kami akan kembali ke ikatan kasih sayang kami, Dan kesucian akan kembali mempersatukan kita, dengan berbagai upaya"
“Al-Wasilah” di sini adalah sesuatu yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan
Firman Allah : (dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan) Ketika Allah memerintahkan mereka untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan dan melaksanakan ketaatan, Dia juga memerintahkan mereka untuk berjuang melawan musuh, yaitu orang-orang kafir dan orang-orang musyrik yang menyimpang dari jalan yang lurus, dan orang-orang yang meninggalkan agama yang lurus. Allah mendorong mereka melakukan itu dengan menyiapkan di hari kiamat bagi orang-orang yang berjihad di jalanNya itu keberuntungan, kebahagiaan yang kekal selamanya yang tidak akan terputus, tidak akan berubah, serta mereka akan terus menerus ada di tempat-tempat yang tinggi, aman, dan indah pemandangannya, serta nyaman untuk ditinggali dimana yang siapa pun yang tinggal di dalamnya akan merasakan kenikmatan tanpa akhir, akan hidup selamanya tanpa mati, tanpa ada kerusakan pada pakaiannya, dan tanpa berakhir masa mudanya.
Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang azab dan siksaan yang telah Dia disediakan bagi musuh-musuhNya, yaitu orang-orang kafir pada hari kiamat. Allah berfirman, (Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan bagi mereka itu azab yang pedih (36)) yaitu jika salah seorang dari mereka datang pada hari kiamat dengan membawa harta sebanyak isi bumi berupa, dan sesuatu serupa itu, sebagai tebusan dari azab Allah yang telah meliputinya, maka azab itu pasti akan sampai padanya, bahkan, tidak akan bisa melarikan diri dan mengelak. Oleh karena itu Allah berfirman (dan bagi mereka itu azab yang pedih) yaitu sangat menyakitkan (Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan bagi mereka itu azab yang kekal (37)) Sebagaimana Allah berfirman (Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya) (Surah Al-Hajj: 22), Mereka akan terus-menerus berharap untuk keluar dari neraka karena penderitaan dan kepedihan yang mereka alami, tetapi mereka tidak akan pernah bisa keluar dari sana. Setiap kali nyala api mengangkat mereka sehingga mereka berada di tempat paling tinggi dari neraka, maka malaikat Zabaniyah akan memukul mereka dengan cambuk besi, dan mengembalikan mereka ke dasar neraka. (bagi mereka itu azab yang kekal) mereka selamanya tidak akan mendapatkan jalan keluar dari sana, dan tidak ada tempat untuk melarikan diri.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Ma’idah ayat 35: Ayat ini merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk mengerjakan konsekwensi dari keimanan berupa ketakwaan kepada Allah dan berhati-hati terhadap hal yang mendatangkan kemurkaan-Nya, caranya adalah dengan berusaha sekuat tenaga menjauhi hal yang dimurkai Allah yang berupa maksiat, baik maksiat hati, lisan maupun anggota badan yang nampak atau tersembunyi, serta meminta pertolongan kepada Allah untuk meninggalkannya dan dapat mengerjakan perintah Allah.

Misalnya dengan mengerjakan amalan sunat setelah amalan wajib. Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan banyak ibadah (termasuk ibadah pula bermu'amalah/berhubungan dengan orang lain mengikuti ajaran Islam), maka Allah akan mencintainya, dan apabila Allah mencintainya, maka Allah akan menjadikan gerakannya dilakukan karena-Nya, dan Allah akan mengabulkan doa dan permintaan-nya. Selanjutnya, Allah mengkhususkan di antara sekian jalan itu dengan jihad fii sabilillah, yakni dengan mengerahkan kemampuannya untuk memerangi orang-orang kafir, baik dengan harta, jiwa, saran, lisan dan segala usaha membela agama Allah sesuai kemampuannya, karena jihad termasuk ketaatan utama dan pendekatan diri yang utama. Di samping itu, karena orang yang melakukannya biasanya mampu mengerjakan yang lainnya.

Yakni jika kamu bertakwa kepada Allah dengan menjauhi maksiat, mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan ketaatan serta berjihad di jalan-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya, maka kamu akan beruntung, dalam arti akan memperoleh apa yang kamu inginkan dan selamat dari apa yang kamu khawatirkan, di mana hal itu pada hakikatnya merupakan kebahagiaan dan kenikmatan yang sesungguhnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 35

Sesudah dijelaskan tentang hukuman para pengacau keamanan dan pelanggar larangan Allah dan rasul-Nya karena dengki dan ketidaktaatan mereka, maka ayat ini memerintahkan orang mukmin untuk bertakwa dan melakukan perbuatan baik. Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dengan ibadah dan melaksanakan semua perintah-Nya, dan carilah wasilah, jalan yang paling tepat, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah, yakni berjuanglah, di jalan-Nya dengan melakukan kebaikan dan membantu mereka yang memerlukan. Semua perintah ini dimaksudkan agar kamu menjadi lebih beruntung, baik ketika di dunia maupun kelak di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yaitu mereka yang tidak mau bertakwa kepada Allah dan tidak mau membersihkan diri dari dosa, serta mengingkari keesaan-Nya pasti akan mendapat balasan. Seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu lagi yang kemudian dipergunakan untuk menebus diri mereka agar terlepas dari azab pada hari kiamat akibat keingkarannya, niscaya semua itu tidak akan diterima Allah sebagai tebusan dari mereka. Oleh karena itu, di akhirat mereka tetap akan mendapat azab yang pedih. 37.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penjelasan dari banyak ulama tafsir terkait makna dan arti surat Al-Ma’idah ayat 35 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita semua. Support usaha kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Banyak Dibaca

Tersedia banyak topik yang banyak dibaca, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 286, Ali Imran, An-Nur 2, Al-Mujadalah 11, Al-Baqarah 83, At-Takatsur. Ada juga Al-Isra 23, Asy-Syams, Yunus 40-41, Al-Ma’idah 2, Al-Hujurat 12, Az-Zalzalah.

  1. Al-Baqarah 286
  2. Ali Imran
  3. An-Nur 2
  4. Al-Mujadalah 11
  5. Al-Baqarah 83
  6. At-Takatsur
  7. Al-Isra 23
  8. Asy-Syams
  9. Yunus 40-41
  10. Al-Ma’idah 2
  11. Al-Hujurat 12
  12. Az-Zalzalah

Pencarian: qs at tariq, al maidah 38, q.s. luqman/31: 13, al baqarah ayat 58, qs al ala

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: