Surat Ali ‘Imran Ayat 186

۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Arab-Latin: Latublawunna fī amwālikum wa anfusikum, wa latasma'unna minallażīna ụtul-kitāba ming qablikum wa minallażīna asyrakū ażang kaṡīrā, wa in taṣbirụ wa tattaqụ fa inna żālika min 'azmil-umụr

Artinya: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

« Ali 'Imran 185Ali 'Imran 187 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Mengenai Surat Ali ‘Imran Ayat 186

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 186 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdapat berbagai penafsiran dari para pakar tafsir mengenai kandungan surat Ali ‘Imran ayat 186, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kalian pasti akan diuji (Wahai orang-orang beriman), dalam harta kekayaan kalian dengan perintah mengeluarkan infak yang wajib maupun Sunnah dan dengan bencana-bencana yang menimpanya, dan dalam diri kalian dengan apa yang wajib kepada kalian berupa ketaatan-ketaatan, dana pa yang menimpa kalian berupa luka-luka dan kehilangan nyawa, serta kehilangan orang-orang tercinta. Hal itu bertujuan supaya memisahkan antara orang mukmin yang benar dan yang bukan. Dan kalian benar-benar akan mendengarkan dari kaum yahudi,Nasrani,dan kaum musyrikin omongan-omongan yang menyakitkan pendengaran kalian, berupa ucapan-ucapan syirik dan celaan terhadap agama kalian. Dan apabila kalian mau bersabar (wahai kaum mukminin), menghadapi itu semua,dan bertakwa kepada Allah dengan konsisten untuk taat kepadaNYA dan menjauhi maksiat-maksiat kepadaNYA, maka sesungguhnya itu termasuk sikap-sikap yang patut dibulatkan tekad untuk dilakukan dan berlomba-lomba di dalamnya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

186. Allah menyingkap hal ghaib kepada orang-orang beriman yang ditegaskan dengan sumpah, hal ghaib ini akan terjadi di masa mendatang: “Akan datang kepada kalian ujian berupa kekurangan harta, musibah-musibah yang dapat merenggut nyawa, dan kalian akan mendengar dari orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik berita-berita bohong dan perkataan yang buruk; jika kalian bersabar atas semua itu dan bertakwa kepada Allah dengan senantiasa mentaati-Nya, maka itu merupakan hal yang baik yang harus dilaksanakan.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

186. Sungguh kalian -wahai orang-orang mukmin- benar-benar akan mendapatkan ujian di dalam harta benda kalian seperti menunaikan hak-hak yang wajib pada harta tersebut, musibah-musibah yang menimpa, dan kalian juga benar-benar akan diuji di dalam diri kalian dalam bentuk kewajiban menjalankan tugas-tugas syariat dan aneka cobaan yang menimpa kalian. Dan sungguh kalian benar-benar akan mendengar banyak hal yang menyakitkan hati dari lisan orang-orang yang diberi Kitab sebelum kalian dan dari orang-orang musyrik. Yaitu ucapan-ucapan yang menjelek-jelekkan diri kalian dan agama kalian. Dan jika kalian bersabar atas berbagai musibah dan cobaan yang menimpa dan senantiasa bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, sesungguhnya hal itu termasuk perkara yang membutuhkan tekad yang bulat dan yang diperebutkan oleh orang-orang yang berlomba-lomba.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

186. لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ (Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu)
Kalimat ini ditujukan bagi Rasulullah dan umatnya sebagai penghibur bagi mereka atas apa yang akan mereka dapat dari orang-orang kafir dan fasik, agar mereka dapat meneguhkan diri mereka dan agar tetap sabar dalam menghadapi apa yang tidak mereka sukai.
Makna dari ayat ini adalah kalian akan benar-benar diuji terhadap harta kalian dengan berbagai musibah, berbagai infak yang wajib kalian tunaikan, dan segala tuntutan Syariat yang berhubungan dengan harta; dan akan diuji diri kalian dengan kematian, penyakit, kehilangan orang yang disayangi, dan terbunuh di jalan Allah.

الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ (orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu)
Yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani.

وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ (dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah)
Yakni seluruh golongan orang-orang kafir selain ahli kitab.

أَذًى كَثِيرًا ۚ(gangguan yang banyak)
Yang meliputi tuduhan atas agama kalian dan kehormatan kalian.

فَإِنَّ ذٰلِكَ (maka sesungguhnya yang demikian itu)
Yakni kesabaran dan ketakwaan.

مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ(termasuk urusan yang patut diutamakan)
Yakni yang wajib kalian lakukan adalah tetap berazam dan berpegang teguh diatas urusan-urusan agama.
Dikatakan (عزمت الأمر) yakni aku berpegang teguh diatas urusan ini dan senantiasa memperbaikinya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Penghinaan-penghinaan yang dilontarkan oleh orang-orang nashrani dan semacamnya kepada Rasulullah serta penganiayaan yang mereka perbuat, pada hakikatnya telah dijelaskan dalam al-qur'an : { وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا } "Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati" kemudian Allah melalui al-qur'an mendatangkan solusi atas masalah ini : { وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ } "Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan".

2 ). Sesungguhnya guncangan jiwa yang dirasakan oleh seseorang dihadapan pengrusakan media oleh musuh-musuh islam, adalah merupakan dampak dari lemahnya keimanan dan ketidakpastian keyakinan; karena hakikat dari kebenanran yang mapan adalah : { وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا } "Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu" [ali-imran : 120].


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

186. Wahai orang-orang mukmin, sungguh Kalian akan diuji dengan musibah-musibah yang menimpa harta dan jiwa kalian, supaya kalian bisa berinteraksi dengan ujian itu, supaya hakikat keadaan kalian menjadi tampak. Ujian dalam harta itu dengan berzakat, bersedekah, dan tanggungan-tanggungan lainnya yang berhubungan dengan harta, serta diuji dalam diri itu dengan kematian, penyakit, dan kehilangan anak dan orang tercinta di jalan Allah. Dan sungguh kalian akan mendengar banyak gangguan seperti kutukan, cacian dan makian atas kehormatan dan agama kalian dari orang-orang Yahudi, nasrani, dan orang-orang musyrik selain ahli kitab. Jika kalian bersabar atas gangguan itu dan bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Maka kesabaran dan ketakwaan itu adalah sesuatu yang harus diputuskan, yaitu sesuatu yang harus kalian putuskan. Ayat ini diturunkan untuk Finhash, seorang yahudi yang berkata {Innallah Faqiirun Wa nahnu agniyaa’} [surah Ali Imran 181] dan untuk Ka’b bin Asyraf yang mengecam Nabi SAW dengan syair. Dia didukung oleh para kafir Quraisy dalam membuat syair itu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Kalian pasti akan diuji} akan diuji {dalam harta dan diri kalian. Kalian pasti akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian dan dari orang-orang musyrik banyak hal yang sangat menyakitkan hati. Jika kalian bersabar dan bertakwa, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang diutamakan} termasuk perkara yang wajib diutamakan dan harus dilewati


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

186. Allah mengabarkan dan mengarahkan pembicaraan kepada kaum Mukminin bahwasanya mereka akan diuji pada harta mereka berupa infak-infak yang wajib dan Sunnah, dan berupa kemungkinan menjadi habis di jalan Allah, dan (diuji) pada diri mereka berupa pembebanan dengan berbagai beban yang berat di atas sebagian besar manusia lain, seperti jihad di jalan Allah dan kemungkinan adanya kelelahan, pembunuhan dan tertawan atau terluka. Atau seperti penyakit yang menimpa pada dirinya atau pada orang yang dicintainya. Dan pastilah kalian akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab dan kaum musyrikin, “gangguan yang banyak” yang menyakitkan hati berupa tuduhan pada diri kalian, pada agama kalian, dan kitab kalian serta Rasul kalian. Kabar dari Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman itu tentang hal tersebut menyimpan beberapa faidah di antaranya;
~ Bahwa hikmah Allah menuntut hal tersebut agar terbedakan seorang Mukimin yang benar dari selainnya.
~ Bahwa Allah menakdirkan atas mereka perkara-perkara tersebut, disebabkan Allah menghendaki bagi mereka kebaikan, agar derajat mereka semakin tinggi dan kesalahan-kesalahan mereka terhapus, dan agar iman mereka bertambah dan keyakinan mereka akan semakin sempurna. Apabila Allah mengabarkan hal tersebut kepada mereka, maka hal itu pasti akan terjadi sebagaimana yang dikabarkanNYa. –Al-Ahzab:22-
~ Bahwa Allah mengabarkan kepada mereka tentang hal itu agar jiwa mereka tegar menghadapi kejadian tersebut dan bersabar atasnya apabila terjadi. Karena mereka telah bersiap-siap menghadapi kejadian tersebut, maka menjadi mudahlah bagi mereka untuk memikulnya dan ringan bagi mereka pengorbanan biayanya, dan mereka bersandar kepada sabar dan takwa. Karena itu Allah berfirman, “JIka kamu bersabar dan bertakwa,” maksudnya, apabila kalian bersabar atas apa yang kalian dapatkan pada harta dan jiwa kalian berupa ujian dan cobaan dan gangguan orang-orang yang zhalim, dan kalian bertakwa kepada Allah dalam kesabaran tersebut, dengan meniatkan (hanya) mengharapkan Wajah Allah dan mendekatkan diri kepadaNya dan kalian tidak melampaui batas-batas syariat dalam kesabaran kalian tersebut dengan bersabar pada suatu tempat yang tidak halal bagi kalian bersabar padanya, bahkan sebaliknya tugas kalian padanya adalah membalas musuh-musuh Allah.
“Maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” Maksudnya ia termasuk perkara-perkara yang patut ditekadkan dalam menempuhnya dan berlomba-lomba meraihnya dan tidaklah akan diberi taufik kepadanya kecuali orang-orang yang memiliki tekad dan bercita-cita tinggi, sebagaimana Allah berfirman, "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar." -Fushilat:35-.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 185-186
Allah memberitahukan seluruh makhluk bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian, sebagaimana firmanNya: (Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26) Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (27)) (Surah Ar-Rahman) Allah SWT, Dialah Yang Maha Hidup yang tidak pernah mati, sedangkan jin dan manusia akan mati, begitu juga malaikat dan yang menyagga ‘Arsy. Hanya Allah, Yang Maha Esa, Maha Kuasa, lagi memiliki keabadian dan kekekalan. Dia akan tetap di saat akhir sebagaimana Dia dia saat pertama. Dalam ayat terdapat penghiburan kepada semua manusia, bahwa tidak ada yang akan tinggal di muka bumi ini tanpa mengalami kematian. Ketika waktu telah berakhir, air mani yang ditetapkan Allah dalam tulang sulbi anak cucu Adam akan habis, dan semua makhluk akan berakhir, Allah akan menghidupkan kembali manusia dan membalas semua amal perbuatan mereka, baik yang mulia maupun yang hina, yang banyak maupun yang sedikit. Tidak ada seorang pun yang dizalimi meskipun dzarrah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu)
Firman Allah SWT: (Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung) barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan selamat darinya serta dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh beruntung, orang yang mendapat keberuntungan itu.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah,”Dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda: "Tempat cemeti di surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya” Maka bacalah, jika kalian mau: (Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung)
Firman Allah SWT: (Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya) merendahkan dan meremehkan perkara dan urusan dunia, dan bahwa dunia ini adalah sesuatu yang rendah, fana, kecil dan akan lenyap, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi (16) Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) (Surah Al-A'la), (padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)) (Surah Ar-Ra'd: 26), (Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal) (Surah An-Nahl: 96) dan (Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal) (Surah Al-Qashash: 60) Dalam hadits disebutkan:" Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?”
Qatadah berkata tentang firman Allah SWT: (Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya) Dia berkata, "Ini adalah kenikmatan yang ditinggalkan dan hampir-hampir akan lenyap karena ditinggalkan penghuninya (dan Allah itu tidak ada Tuhan selain Dia). Jadi, ambillah dari kenikmatan ini untuk melakukan ketaatan kepada Allah sesuai kemampuanmu, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah"
Firman Allah SWT: (Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu) sebagaimana firmanNya: (Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (156) (Surah Al-Baqarah) yaitu seorang mukmin pasti akan diuji dalam sebagian harta, jiwa, anak, atau keluarganya. Dia akan diuji sesuai dengan tingkat keimanannya. Jika dia kuat dalam agamanya , maka ujiannya akan semakin berat. (Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati) Allah SWT berfirman kepada orang-orang mukmin ketika mereka sampai di Madinah sebelum terjadinya perang Badar, untuk menghibur mereka dari apa yang menimpa mereka berupa celaan para Ahli Kitab dan orang-orang musyrik, dan memerintahkan mereka untuk bersabar dan memaafkan mereka hingga Allah memberikan kemenangan. Lalu Allah berfirman: (Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan)
Diriwayatkan dari Zuhri, bahwa 'Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa Usamah bin Zaid bercerita kepadanya bahwa Rasulullah SAW pernah mengendarai keledai milik beliau, diatasnya ada pelana bersulam beludru Fadaki, sementara Usamah bin Zaid membonceng di belakang beliau ketika hendak menjenguk Sa'ad bin 'Ubadah di tempat Bani Khazraj sebelum peristiwa Badar” Dia berkata,”Sampai beliau berjalan melintasi suatu majlis yang di dalamnya terdapat Abdullah bin Ubay bin Salul, kejadian itu sebelum Abdullah bin Ubay masuk Islam, dan dalam majlis tersebut terdapat pula beberapa orang kaum muslim yang bercampur baur dengan orang-orang musyrik, para penyembah patung, dan orang-orang Yahudi, terdapat pula Abdullah bin Rawahah, saat majlis itu dipenuhi kepulan debu keledai, Abdullah bin Ubay menutupi hidungnya dengan selendang sambil berkata: "Jangan mengepuli kami dengan debu" kemudian Rasulullah SAW mengucapkan salam pada mereka lalu berhenti dan turun, setelah itu Rasulullah SAW mengajak mereka menuju Allah lalu beliau membacakan Al-Qur'an kepada mereka. 'Abdullah bin Ubay berkata kepada beliau: "Wahai saudara! Sesungguhnya apa yang kamu katakan tidak ada kebaikannya sedikit pun, bahkan jika yang kau katakan itu benar, maka janganlah kamu mengganggu kami di majlis ini, silahkan kembali ke kendaraanmu, lalu siapa saja mendatangimu, maka silahkan ceritakan kepadanya". Lalu Abdullah bin Rawahah berkata; "Wahai Rasulullah, bergabunglah dengan kami di majlis ini karena kami menyukai hal itu." Kaum muslimin, orang-orang musyrik dan orang-orang Yahudi pun saling mencaci hingga mereka hendak saling menyerang, Kemudian Nabi SAW terus menenangkan mereka hingga mereka diam, kemudian Nabi SAW naik kendaraan dan melanjutkan perjalanan hingga masuk ke kediaman Sa'd bin 'Ubadah lalu Nabi SAW bersabda kepadanya: "Hai Sa'd! Apa kau tidak mendengar ucapan Abu Hubab?" maksud beliau adalah ucapan 'Abdullah bin Ubay. Sa'ad berkata; "Maafkan dia wahai Rasulullah dan berlapang dadalah kepadanya, demi Allah, Dzat yang telah menurunkan kitab kepadamu, Sungguh Allah telah memberi kebenaran yang telah diturunkan kepadamu. Penduduk telaga ini (Madinah) bersepakat untuk memilihnya dan mengangkatnya, namun ketika dia enggan dengan kebenaran yang diberikan Allah kepadamu, maka dia menghalangi itu, maka seperti itulah perbuatannya sebagaimana yang engkau lihat. Lalu Rasulullah SAW memaafkannya. Rasulullah SAW dan para sahabatnya memaafkan orang-orang musyrik dan para Ahli Kitab, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, dan mereka bersabar atas celaan yang menyakitkan. Allah SWT berfirman, (Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati….) dan (Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman….) (Surah Al-Baqarah: 109). Nabi SAW secara sukarela memberi maaf atas sesuatu yang diperintahkan oleh Allah sampai Dia memberi izin kepada beliau untuk memerangi mereka. Ketika Rasulallah melaksanakan perang Badar, Allah membinasakan banyak pemimpin kafir Quraisy. Abdullah bin Ubay bin Salul dan orang-orang yang bersamanya dari orang-orang musyrik dan penyembah berhala berkata,”Ini adalah perkara yang pasti dihadap, maka patuhilah Rasulullah SAW, dan masuklah Islam.
Setiap orang yang melakukan kebaikan, memerintahkan kebaikan, atau melarang kemungkaran pasti akan menghadapi kesulitan. Adapun obat dari hal itu tidak lain kecuali bersabar kepada Allah, meminta pertolongan kepadaNya, dan mengembalikan segala sesuatu kepadaNya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 186: Sesungguhnya kamu dikenakan percobaan di harta-harta kamu dan di diri-diri kamu, dan sesungguhnya kamu akan dengar pencelaan yang banyak dari orang-orang yang diberi Kitab dahulu daripada kamu dan dari orang-orang yang menyekutukan Allah; tetapi jika kamu sabar dan kamu ber bakti, maka sesungguhnya yang demikian itu sebaik-baik perkara.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dengan adanya nafkah wajib dan sunat, dengan adanya musibah atau dengan siap habis di jalan Allah .

Dengan ibadah, bala' (cobaan) atau beban-beban berat, seperti berjihad fii sabilillah, siap mendapatkan kelelahan, terbunuh, tertawan dan terluka, atau terkena penyakit yang menimpa dirinya atau menimpa orang yang dicintainya.

Seperti celaan dan cercaan.

Ada beberapa faedah mengapa diberitakan hal seperti ini, di antaranya:

- Hikmah (kebijaksanaan) Allah Ta'ala menghendaki demikian, untuk membedakan siapa orang mukmin yang sebenarnya dan siapa yang tidak.

- Allah menaqdirkan seperti itu karena keinginan-Nya memberikan kebaikan kepada mereka, berupa meninggikan derajat mereka, menghapuskan kesalahan, menambahkan keimanan, dan menyempurnakan keyakinan mereka. Hal itu, karena jika mereka diberitakan akan terjadi seperti itu dan kemudian terjadi, maka orang-orang mukmin akan menghadapinya dengan sikap yang menunjukkan keimanan mereka, seperti yang terjadi dalam perang Azab, di mana kaum mukmin mengatakan, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami, dan benarlah Allah dan Rasul-Nya." Yang demikian tidaklah menambah kepada mereka selain keimanan dan ketundukan. (lihat surat Al Ahzab: 22).

- Allah mengabarkan demikian agar jiwa merasa siap dan mampu bersabar. Sehingga hal itu menjadi mudah dipikul, bebannya menjadi ringan dan mereka bisa menghadapinya dengan sikap sabar dan takwa.

Abu Dawud meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik dari bapaknya, bahwa Ka'ab bin Al Asyraf mencela Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan diberi dukungan oleh orang-orang kafir Quraisy. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, sedangkan penduduknya beraneka ragam; ada yang muslim, musyrik yang menyembah berhala dan ada orang-orang Yahudi. Mereka menyakiti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, maka Allah Azza wa Jalla memerintahkan Nabi-Nya bersabar dan memaafkan. Tentang mereka turunlah ayat, "Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati…dst,"(lih. ayat di atas). Ketika Ka'ab bin Al Asyraf enggan berhenti menyakiti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan Sa'ad bin Mu'adz mengirimkan beberapa orang untuk membunuhnya, maka dikirimlah Muhammad bin Maslamah, dan disebutkan di sana kisah pembunuhannya. Setelah mereka berhasil membunuhnya, orang-orang Yahudi dan musyrik kaget, mereka pun mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Di malam hari kawan kami didatangi seseorang lalu dibunuh." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan kepada mereka ucapan Ka'ab Al Asyraf, dan Beliau mengajak mereka untuk membuat tulisan berisi aturan yang harus dipenuhi. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membuat tulisan antara Beliau beserta kaum muslimin dengan mereka sebuah lembaran…dst." (Al Mundziri berkata, "Kata-katanya 'dari bapaknya' perlu ditinjau ulang, karena bapaknya, yakni Abdullah bin Ka'ab bukan sahabat dan bukan salah satu dari tiga orang yang diterima tobatnya (ketika tidak berangkat jihad), dengan demikian hadits ini menjadi mursal. Namun masih mengandung kemungkinan bahwa bapaknya di sini adalah kakeknya, yaitu Ka'ab bin Malik sehingga hadits ini bersambung sanadnya, karena bisa saja Abdurrahman mendengar dari kakeknya, yaitu Ka'ab bin Malik, sedangkan Ka'ab adalah salah satu dari tiga orang yang diterima tobatnya, dan telah terjadi seperti ini di beberapa sanad, dan tidak pada satu tempat.")

Yakni jika kamu bersabar terhadap cobaan yang menimpa harta dan diri kamu atau terhadap gangguan orang-orang zalim, dan kamu bertakwa, yakni mengharapkan keridaan Allah dan menjadikannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 186

Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu dengan berbagai cobaan, ujian, dan musibah seperti kekurangan harta, malapetaka, dan lain-lain. Karena itu Allah menguji siapa pun di antara mereka yang tetap sabar dan istikamah dalam menjalankan perintah Allah, dan mereka yang tidak menerima dengan hati lapang dan sabar. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik berupa ejekan, pendustaan, penghalangan dalam beragama, perlawanan, dan pengkhianatan. Jika kamu bersabar dan bertakwa dalam menghadapi tindakan-tindakan mereka dan tetap teguh melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. Hal itu karena orang-orang yang sabar, bertakwa, dan berbesar hati menerima setiap takdir yang berlaku akan meraih kemenangan yang gemilang atas tipu daya musuh pada ayat lalu dijelaskan gangguan dan tipu daya orang-orang yahudi terhadap nabi, pada ayat ini Allah menjelaskan kelengahan dan pengabaian mereka terhadap ajaran taurat. Dan ingatlah ketika Allah mengambil janji yang kuat berupa aturan-aturan dari orang-orang yahudi dan nasrani yang telah diberi kitab, berupa perintah, hendaklah kamu benar-benar menerangkannya, yakni isi kitab itu, kepada manusia, tentang amar makruf nahi mungkar, halal dan haram sebagaimana termaktub dalam kitab suci yang diturunkan dari Allah. Dan diperintahkan pula janganlah kamu menyembunyikannya, yakni isi kandungan kitab suci tersebut, seperti berita kedatangan nabi Muhammad, dan hukum-hukum syariat tentang halal dan haram. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dengan tidak mengindahkan perintahperintah Allah serta mengabaikan aturan-aturan yang telah ditetapkan dan bahkan mereka menjualnya dengan harga murah. Mereka mengubah ketentuan hukum yang telah ditetapkan Allah untuk kepentingan sekelompok orang berpengaruh demi mendapatkan imbalan duniawi. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan karena mereka rela menukar kemuliaan ilmu, agama, pujian di sisi Allah serta mahluk-Nya, dan kekekalan di surga yang penuh nikmat, dengan kesenangan duniawi yang fana


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penjabaran dari berbagai mufassirun berkaitan makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 186 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita semua. Dukunglah usaha kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Terbanyak Dikunjungi

Kami memiliki ratusan konten yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Do’a Setelah Adzan, Al-Isra 32, Yusuf 28, Al-Hujurat 13, Al-Falaq, Seribu Dinar. Termasuk Al-A’la, Al-Fatihah, Adh-Dhuha, An-Naba, Al-Qadr, Al-Kafirun.

  1. Do’a Setelah Adzan
  2. Al-Isra 32
  3. Yusuf 28
  4. Al-Hujurat 13
  5. Al-Falaq
  6. Seribu Dinar
  7. Al-A’la
  8. Al-Fatihah
  9. Adh-Dhuha
  10. An-Naba
  11. Al-Qadr
  12. Al-Kafirun

Pencarian: surah aladiyat, al insyirah dan artinya, surat al mu'min, surat yasin arab saja full, surat asyam

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: