Surat Al-Kautsar Ayat 3

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Arab Latin: Inna syāni`aka huwal-abtar

Terjemahan Arti: Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

TERJEMAH TAFSIR

Sesungguhnya orang yang membencimu dan membenci apa yang kamu bawa,dari hidayah dan cahaya,adalah orang yang tidak meninggalkan jejak kebaikan,terputus dari segala kebaikan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Sesungguhnya pembencimu wahai Rasulallah, dia terputus dari kebaikan dunia dan akhirat, yaitu sebutan yang baik dan pujian yang indah. Akan tetapi secara lazim, mereka mendapat sebutan buruk yang selalu melekat selamanya sampai di neraka Jahanam. Adapun kamu wahai Nabi SAW, maka sebutanmu dan seruanmu yang baik akan tetap abadi sampai hari kiamat dan di akhirat.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Ketahuilah wahai Nabi Allah, Allah bershalawat atasmu dan mengangkat kedudukanmu. Dan orang-orang yang membencimu adalah orang yang terputus dari segala kebaikan dan dari kedudukan yang baik.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

3. Sesungguhnya yang dibenci adalah mereka yang terputus dari setiap kebaikkan yaitu mereka yang menyebut-nyebutkan keburukan.
Faidah;
1. Urgensi rasa aman dalam islam.
2. Riya adalah salah satu penyakit hati, dan ia mampu membatalkan amalan.
3. Sertakan syukur saat mendapatkan nikmat agar bertambah.
4. Karomah dan penjagaan Allah terhadap Nabi-Nya di dunia dan akhirat

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

{ إِنَّ شَانِئَكَ } Sesungguhnya orang-orang yang membencimu karena membawa risalah dari tuhanmu , { هُوَ الْأَبْتَرُ } dia terputus dari segala kebaikan, namanya tidak disebutkan untuk kebaikan, dan tidak juga dipuji karena kebaikan, urusanmu dengan mereka terputus.

Sedangkan Nabi ﷺ telah ditinggikan penyebutannya baik ketika beliau masih hidup maupun setelah beliau meninggal dunia, bahkan sampai hari kiamat nama beliau akan terus ditinggikan, oleh karenanya tidak pernah putus dalam pendengaran kita ketika disebut nama Allah pasti nama bleiau disebut setelahnya, baik itu ketika azan dikumandangkan, atau dalam iqomah, dan saat khutbah dibacakan, dan ketika kita shalat pun nama beliau terus disebut bersaamaan dengan nama Allah ﷻ, Allah ﷻ berfirman : { وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ } ( Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu ) [ Asy Syarh : 4 ] .

Beberapa riwayat yang menjelaskan sebab turunnya ayat ini : Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syamr bin ‘Athiyyah bahwa ‘Uqbah bin Abi Mu’aith berkata: “Tidak ada seorang pun anak laki-laki Nabi Muhammad saw yang hidup hingga keturunannya terputus.” Ayat ke 3 ini turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu.

Dan diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika Ibrahim putra Rasulullah saw wafat, kaum Quraisy berkata, “Serkarang Muhammad menjadi abtar (terputus keturunannya).” Hal ini menyebabkan Nabi Muhammad saw bersedih hati. Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar 1-3) sebagai penghibur baginya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Termasuk pula yang mencelamu dan merendahkanmu.

Yakni terputus dari semua kebaikan, terputus namanya atau terputus keturunannya. Adapun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Beliau adalah seorang yang sempurna; yang memimiliki kesempurnaan yang mungkin pada makhluk berupa nama yang tinggi, banyak pembela dan pengikut.

Menurut penyusun tafsir Al Jalaalain, ayat ini turun berkenaan dengan ‘Aash bin Wa’il yang menyebut Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai abtar (yang terputus keturunannya) ketika wafat putera Beliau, yaitu Al Qaasim, wallahu a’lam.

Ibnu Katsir berkata: Al Bazzar berkata: Telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Yahya Al Hassaaniy, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Addiy dari Dawud dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata: Ka’ab bin Al Asyraf pernah datang ke Mekah, lalu orang-orang Quraisy berkata kepadanya, “Engkau adalah tokoh mereka, tidakkah engkau melihat kepada laki-laki hina ini yang terputus (keturunannya) dari kalangan kaumnya, ia mengatakan bahwa dirinya lebih baik daripada kita, padahal kita adalah orang-orang yang melakukan haji, para pelayan (Ka’bah) dan para pemberi minum (jamaah haji).” Maka Ka’ab berkata, “Kamu lebih baik darinya.” Maka turunlah ayat, “Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (HR. Al Bazzar dan isnadnya adalah shahih. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir (30/330) dari jalan gurunya Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Addiy, dst. Dan di sana ditambahkan, “Dan diturunkanlah kepada Beliau, “Alam tara ilalladziina uutuu nashiibam minal kitaab Sampai firman Allah Ta’ala, “nashiiraa.” (An Nisaa’: 51-52) Namun yang rajih menurut Syaikh Muqbil, bahwa hadits tersebut adalah mursal (Lihat Ash Shahiihul Musnad hal. 271).

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Sungguh orang-orang yang membencimu dan mengacuhkan hidayah yang engkau bawa, dialah orang yang terputus. Tidak hanya terputus jejaknya, mereka pun dijauhkan dari rahmat Allah dan segala kebaikan. Keteladanan dan kebaikanmu akan terus menjadi pembicaraan sepanjang zaman dan keturunanmu akan terus mewarisi kebaikanmu. 1. Wahai nabi Muhammad, katakanlah, 'wahai orang-orang yang me-milih kafir sebagai jalan hidup!.

Tafsir Ringkas Kemenag