Quran Surat Al-Ma’un Ayat 1


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

Arab-Latin: A ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn

Terjemah Arti: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Tidaklah kamu melihat keadaan orang yang mendustakan kebangkitan (setelah kematian) dan pembalasan?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

1. Tahukah kamu orang yang mendustakan adanya pembalasan pada hari Kiamat?

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

1. اَرَءَيۡتَ الَّذِىۡ يُكَذِّبُ بِالدِّيۡنِؕ‏ (Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?)
Yakni apakah kamu mengetahui orang yang mendustakan hari kebangkitan dan pembalasan?

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1-2
Iman kepada hari akhir bukan sekedar keyakinan, tetapi ia akan membawa pemiliknya kepada kebaikan memberi makan untuk anak yatim dan miskin, seperti orang yang Allah katakan tentangnya : { وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا } "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan". [ al-Insan : 8 ] lalu apa yang mereka harapkan ? { إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا , إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا } "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih , Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan". [ al-Insan : 9-10 ].

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1. Apakah kamu mengetahui dan melihat wahai Nabi, orang yang mendustakan hari perhitungan dan hari pembalasan di akhirat, dan mendustakan akidah dan syari’at agama ini? Bukankah dia layak menerima siksa Allah? Istifham ini digunakan untuk membuat orang yang diajak bicara terkejut dengan perbuatan pendusta ini

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah menujukan firman-Nya kepada Nabi-Nya ﷺ, Allah berkata : Kabarkan kepada-Ku wahai Nabi Allah, apakah engkau melihat keburukan dan keheranan tentang kondisi manusia yang mendustakan agama (mendustakan hari pembalasan dan hisab di akhirat), dan mengingkari apa yang datang dari Tuhannya, dari kebenaran dan hidayah bagi seluruh alam. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin ketika memberikan pelajaran di Masjid Al Haram pada tanggal 27/3/1417 H : Berkata Ulama : Jika Allah berfirman أَرَءَيْتَ maka maknanya adalah kabarkan kepada-Ku.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Allah berfirman seraya mencela orang yang meninggalkan kewajiban-kewajiban terhadapNya dan terhadap hamba-hambaNya, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama,” yakni mendustakan kebangkitan dan pembalasan dan tidak beriman dengan apa yang dibawa oleh para Rasul.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

{ أَرَأَيْتَ } Pertanyaan ini ditujukan kepada Nabi ﷺ , dan juga kepada kaum muslimin seluruhnya, apakah kamu mengetahui wahai Rasul { الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ } orang yang mendustakan agama ? yakni yang mendustakan hari kebangkitan ? hari kebangkitan itu nyata peristiwanya akan tetapi banyak diantara manusia lalai dari megingatnya bahkan diantar mereka juga ada yang tidak percaya dengan peristiwa ini, atau diantara manusia juga ada yang beriman kepadanya tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi peristiwa yang agung ini, maka beberapa ciri-ciri orang yang mendustakan kebangkitan itu akan dibahas pada ayat selanjutnya.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Addiin di ayat ini bisa juga diartikan dengan pembalasan dan hisab. Maksudnya, tahukah kamu orang yang mendustakan (hari) pembalasan? Jika kamu belum tahu, maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dst.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Tahukah kamu, wahai rasul, orang yang mendustakan agama dan mengingkari hisab serta hari pembalasan di akhirat nanti'2. Jika engkau ingin tahu, maka para pendusta agama, hisab, dan hari pembalasan itulah orang yang menghardik anak yatim, menyakiti hatinya, dan berbuat zalim kepadanya dengan menahan haknya. Dia tidak lagi peduli terhadap anak yang sudah kehilangan tumpuan hidupnya itu.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Related: Quran Surat Al-Ma’un Ayat 2 Arab-Latin, Quran Surat Al-Ma’un Ayat 3 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Quran Surat Al-Ma’un Ayat 4, Terjemahan Tafsir Quran Surat Al-Ma’un Ayat 5, Isi Kandungan Quran Surat Al-Ma’un Ayat 6, Makna Quran Surat Al-Ma’un Ayat 7

Category: Surat Al-Ma'un


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!