Surat Quraisy Ayat 4

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Arab Latin: Allażī aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụf

Terjemahan Arti: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

TERJEMAH TAFSIR

Yang memberi mereka makan dari kelaparan berat, dan memberi mereka rasa aman dari ketakutan yang besar.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4. Dialah Dzat yang melapangkan rejeki mereka dan memberi makan mereka melalui dua perjalanan itu sehingga kalian terlepas dari kelaparan yang sangat berat. Mereka hidup di sana sebelum melakukan dua perjalanan itu, dan yang membuat mereka (bisa) hidup dengan aman yaitu karena tempat yang mulia itu. Sehingga bangsa Arab tidak ada yang (berani) mengganggu mereka sebagaimana Allah mengamankan mereka dari serangan kaum Habsyah yang membawa pasukan gajah

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

3-4. Dengan sebab kedudukan ini yang Allah peruntukkan bagi Quraisy memiliki kedudukan di hati orang-orang Arab; Maka sudah semestinya bagi mereka (wajib) mentauhidkan Allah pemilik rumah ini (Ka’bah) dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. Ialah Allah yang memberi makan mereka dengan sebab (kemudahan) rihlah mereka, dari lapar yang sangat sebelum rihlah, dan ketakutan yang sangat; Karena sebelumnya bangsa arab saling menyandera satu sama lain.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4. Yang telah mengenyangkan mereka dari kelaparan dan memberikan rasa aman mereka dari ketakutan, dikarenakan mereka mengagungkan masjidil haram dalam hati-hati mereka dan memuliakan penduduknya.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Yaitu tuhan yang melimpahkan kepada mereka begitu banyak rezeki, dan menjadikan diri mereka merasa aman dari rasa takut, rezeki dan keamanan dua nikmat yang saling berdampingan satu sama lian, sebagaimana rasa lapar dan takut berdampingan, Allah - عز وجل - berfirman : { وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا } ( Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat ) [ An-Nahl : 112 ] , dan Allah berfirman : { يُجْبَىٰ إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ } ( yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. ) [ Al-Qashash : 57 ] , buah-buahan dengan jenisnya yang bermacam didatangkan ke Kota Makkah, adalah merupakan bentuk ijabah dari doa Nabi Ibrahim - عليه السلام - Allah berfirman dengan mengutip doa Nabi Ibrahim : { وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ } ( Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya ) [ Al-Baqarah : 126 ] , Allah telah menurunkan kepada mereka rezeki yang melimpah akan tetapi ketika ditus kepada mereka seorang mereka kafir kepadanya dan mengeluarkannya dari kota itu, akhirnya Allah angkat kembali kenikmatan itu sebagai peringatan atas perbuatan keji mereka , Allah berfirman : { وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ } ( Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. ) , { وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ } ( Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim ) [ An-Nahl : 112 - 113 ] .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dia melapangkan rezeki untuk mereka dan mengamankan mereka dari ketakutan, dimana keduanya merupakan nikmat dunia yang besar, maka segala puji bagi Allah atas nikmat-nikmat yang banyak itu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Hendaklah mereka menyembah tuhan yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar, memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. Terpenuhinya kebutuhan akan makanan dan rasa aman merupakan dua prasyarat penting yang menjamin kesejahteraan suatu masyarakat. 1. Tahukah kamu, wahai rasul, orang yang mendustakan agama dan mengingkari hisab serta hari pembalasan di akhirat nanti'.

Tafsir Ringkas Kemenag