Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Quraisy Ayat 3

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

Arab-Latin: Falya'budụ rabba hāżal-baīt

Terjemah Arti: Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Karena itu, hendaknya mereka bersyukur dan menyembah tuhan bangunan yang mereka banggakan ini, (yaitu ka’bah) yang karena Nya mereka mendapatkan kemuliaan dan tempat yang tinggi, dan hendaklah mereka mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada NYA.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Maka hendaknya mereka menyembah Allah Pemilik Baitul Haram ini semata, Yang telah memudahkan perjalanan tersebut bagi mereka, dan hendaknya mereka tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

3. Karena kenikmatan berupa kebiasaan ini, maka sebaiknya mereka menyembah Tuhan Ka’bah yang menjadikan mereka mulia di seluruh penjuru Arab dan mereka bisa hidup di samping Baitul Haram dengan aman

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

3-4. Dengan sebab kedudukan ini yang Allah peruntukkan bagi Quraisy memiliki kedudukan di hati orang-orang Arab; Maka sudah semestinya bagi mereka (wajib) mentauhidkan Allah pemilik rumah ini (Ka’bah) dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. Ialah Allah yang memberi makan mereka dengan sebab (kemudahan) rihlah mereka, dari lapar yang sangat sebelum rihlah, dan ketakutan yang sangat; Karena sebelumnya bangsa arab saling menyandera satu sama lain.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

3-4
1 ). { فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ } Al-Qur'an tidak mengatakan : فليعبدوا الله ; tatkala mengisyaratkan kata { رَبَّ } karena Allah berhak atas hamba-Nya menyendirikan-Nya dalam segala ibadah tanpa menyekutukan-Nya. Adapun penisbatan kata { رَبَّ } kedalam kalimat { هَٰذَا الْبَيْتِ } dan tidak dengan kata ( ربهم ) sebagai isyarat bahwa baitullah ( ka'bah ) itu adalah asas dari nikmat kebiasaan orang-orang quraisy dengan diperintahkannya Ibrahim untuk membangun al-harom ini, yang hal itu merupakan sebab diangkatnya derajat merek diantara orang-orang Arab.

2 ). Perhatikanlah bagaimana sebab dan musabab dihubungkan dalam ayat-ayat berikut : { فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ , الَّذِي أَطْعَمَهُمْ } sebagaiman yang juga disebutkan di ayat pertama dalam mushaf : { الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } yakni : Allah ta'ala berhak untuk mendapat pujian, karena Dialah tuhan semesta alam, Dia menciptakan mereka dan memberi mereka makan, hal ini telah ditetapkan di awal perintah dalam mushaf : { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ } "wahai manusia sembahlah tuhan kalian" , kemudian dijelaskan setelahnya sebab dari perintah itu : { الَّذِي خَلَقَكُمْ } Dialah tuhanmu yang menciptakan. [ al-Baqarah : 21 ] .

3 ). Allah ta'ala berfirman dalam surah an-Naml : 91 : { رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ } , kemudian Allah berifrman dalam surah ini : { فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ } karena ayat ini bermaksud menjelaskan keagungan rumah ( ka'bah ) ini, sedangkan yang disebutkan dalam surah an-Naml adalah penjelasan umum dari kepemilikan Allah; maka pengkhususan yang disebutkan dalam surah ini bertujuan agar orang-orang quraisy tidak menyangka bahwa Allah hanya berkuasa atas wilayah saja.

4 ) . Orang yang baik selalu terpikat dengan amalan yang baik, dan mensyukuri kebaikan, oleh karena itu Allah ta'ala selalu menggabungkan ayat yang memerintahkan ibadah kepadanya dengan ayat yang menceritakan tentang kenikmatan yang Dilimpahkan kepada hamba-hamba Nya, agar mereka senantiasa berserah diri dengan segala perintah-Nya.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1-4. Banyak ulama tafsir yang menyatakan bahwa huruf jar dan majrur dalam ayat ini berkaitan dengan surat sebelumnya. Yakni, Kami (Allah) memperlakukan tentara bergajah itu adalah demi kaum Quraisy, demi keamanan, tegaknya maslahat mereka, dan untuk keteraturan perjalanan mereka di musim dingin ke Yaman dan di musim panas ke Syam untuk berdagang dan mencari rizki. Karena itu Allah membinasakan siapa pun yang berniat jahat pada mereka. Allah mengagungkan perihal tanah haram dan penduduknya di hati bangsa Arab agar mereka menghormati kaum Quiraisy dan agar mereka tidak mengganggu kaum Quraisy kemana pun ketika ingin bepergian. Karena itu Allah memerintahkan kaum Quraisy bersukur seraya berfirman, “Maka hendaklah mereka menyembah Rabb Pemilik rumah ini (Ka’bah),” yakni, hendaklah mereka mengesakanNYa dan memurnikan ibadah hanya untukNya. “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” Hal itu karena kenikmatan rizki dan rasa aman merupakan salah satu nikmat duniawi terbesar yang mengharuskan untuk disyukuri.
Segala puji dan syukur hanya untukMu, ya Allah, atas segala nikmat lahir dan batin yang Engkau limpahkan.
Allah mengkhususkan penyebutan rububiyah pada Ka’bah karena keutamaan dan kemuliaannya, karena pada hakikatnya Dia adalah Rabb segala sesuatu.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Ayat ini mengatakan : Hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini, dan tidak mengatakan : sembahlah rumah ini, karena sesungguhnya ibadah itu hanya untuk Allah - عز وجل - , adapun rumah itu hanya sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah kepada Allah - عز وجل -.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dikhususkan kepada rumah itu (ka’bah) meskipun Dia Rabbul ‘aalamiin karena keutamaan dan kelebihan rumah itu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Mereka pergi berniaga tiap tahun dengan aman dan sentosa. Oleh karena itu maka hendaklah mereka menyembah tuhan pemilik rumah ini, yaitu kakbah, dengan pengabdian yang hakiki dan tidak mempersekutukan-Nya, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah mereka terima. 4. Hendaklah mereka menyembah tuhan yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar, memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. Terpenuhinya kebutuhan akan makanan dan rasa aman merupakan dua prasyarat penting yang menjamin kesejahteraan suatu masyarakat.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Quraisy Ayat 4 Arab-Latin, Surat Al-Ma’un Ayat 1 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Ma’un Ayat 2, Terjemahan Tafsir Surat Al-Ma’un Ayat 3, Isi Kandungan Surat Al-Ma’un Ayat 4, Makna Surat Al-Ma’un Ayat 5

Category: Surat Quraisy

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Munasabah Surat Al Qurasy Ayat 3-4 Surat Al Quraisy Ayat 3 Tafsir Surah Quraisy Ayat 3-4 Tafsir Alquraisy Ayat 3-4 Surat Al Quraisy Ayat 8,9,10