Quran Surat Al-‘Ashr Ayat 2

Dapatkan Amal Jariyah

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ

Arab-Latin: Innal-insāna lafī khusr

Terjemah Arti: Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1-2. Allah bersumpah dengan masa, karena ia mengandung keajaiban kuasa Allah yang menunjukan keagungan NYA, Bahwa manusia benar-benar berada dalam kebinasaan, dan kerugian. Hamba tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah karena bersumpah dengan selain Allah adalah syirik.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

2. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian dan kehancuran.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

2. اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ‏ (Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian)
Makna (الخسر) yakni kerugian.

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1-3
1 ). Surah al-'Ashr secara khusus adalah surah yang paling mencakup didalamnya segala kebaikan, dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kitab-Nya mencukupi apapun selainnya , sebagai penawar untuk segala penyakit , juga sebagai petunjuk kepada kebenaran.

2 ). Allah telah bersumpah dengan al-'Ashr yaitu masa bahwasanya manusia itu berada dalam kerugian, hal itu menandakan bahwa kerugian yang mereka hadapi datang bersamaan dengan masa, dan bukan kerugian harta yang akan terganti dan tidak pula kerugian hilangnya kekasih yang dilupakan, melainkan kerugian yang akan memusnahkan kebaikan kehidupan seseorang itu sendiri.

3 ). Dua hal yang mesti selalu saling berdampingan : { وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ } yaitu memberi nasehat dengan kebenaran dan kesabaran; maka memberi wasiat atau nasehat kepada kebenaran tanpa adanya kesabaran bagaikan seseorang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, dan orang yang memberi nasehat dengan kesabaran tanpa kebenaran seperti orang yang mengatakan : { أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ } “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu" [ Shad : 6 ] , kedua hal ini dapat mencetuskan seseorang kepada kerugian jika keduanya saling berpisah.

4 ). Tadabburilah surah al-'Ashr { وَالْعَصْرِ , إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ } ketika disampingkan dari golongan orang-orang yang merugi orang-orang yang tergolong dalam empat sifat itu, maka akan jelas bagimu siapa diantara mereka yang beruntung.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1-2. Aku bersumpah demi masa, yaitu waktu yang mengandung persimpangan dan perputaran. Sesungguhnya manusia (manusia yang terbebani) berada dalam kerugian yang besar dalam perniagaannya dengan setan untuk mendapatkan hasil dunia. Jika saja dia melakukan perniagaan dengan Allah SWT, maka sungguh baginya keuntungan abadi. Jika dia menaati Allah maka dia akan mendapatkan hasil akhirat. Ini adalah jawaban dari sumpah

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-2. Allah bersumpah dengan waktu atau zaman, dikarenakan di dalamnya (zaman) adalah jembatan dari segi berjalannya malam dan siang. Di dalamnya, manusia menjadi orang-orang yang merugi dalam amalan, sepanjang kehidupannya; Karena manusia akan berlalu (kehidupannya) dengan sekejap. Manusia seperti pedagang, kecakapannya dan hartanya jika telah dikuasai, akan dihabiskan untuk berfoya-foya dan bersenang-senang sampai maut mendatanginya; Maka (manusia) seperti ini yang di akhirat menjadi orang-orang yang merugi.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

1-3. Allah bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia, bahwa manusia itu rugi. Orang yang rugi adalah kebalikan orang yang beruntung. Tingkatan orang yang rugi bermacam-macam;
ada yang rugi secara mutlak seperti kondisi orang yang rugi di dunia dan akhirat. Ia tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak mendapatkan Neraka Jahim.
Ada yang rugi di sebagian sisi saja. Karena itu Allah menyebutkan kerugian untuk setiap manusia secara umum kecuali orang yang memiliki empat sifat:
~ Iman terhadap apa yang diperintahkan Allah dengan beriman kepadaNya. Dan iman tidak ada tanpa adanya ilmu. Ilmu adalah bagian dari iman yang tanpanya keimanan menjadi tidak sempurna.
~ Amal shalih. Dan ini mencakup seluruh perbuatan baik, zahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya, yang wajib dan yang dianjurkan.
~ saling menasehati dengan kebenaran yang merupakan iman dan amal shalih, yakni sebagian orang menasihati sebagian yang lain dengan kebenaran, mendorong, dan menganjurkannya.
~ Saling menasihati dengan kesabaran adalah dalam ketaatan terhadap Allah, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah yang menyakitkan.
Dengan dua hal pertama, seseorang menyempurnakan dirinya sendiri dan dengan dua hal kedua, seseorang menyempurnakan orang lain dan dengan melengkapi keempat hal tersebut, seseorang terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

{ إِنَّ الْإِنْسَانَ } Sesungguhnya manusia, umum untuk seluruh manusia dari kalangan raja-raja dan para pengawalnya, orang-orang kaya dan miskin, para budak maupun yang bebas, { لَفِي خُسْرٍ } semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang disebut dalam 4 sifat pada ayat selanjutnya.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

1-2. Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ " Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian," Allah Ta'ala bersumpah dengan al-'Ashr. Al-Ashr sendiri dikatakan bahwa maksudnya adalah akhir siang hari, karena akhir siang hari adalah waktu siang yang paling baik, sholat ashar disebut dengan shalat wustha maknanya yang terbaik, sebagaimana Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menyebutnya demikian.

Dikatakan juga: Bahwa al-'ashr di sini berarti waktu (atau masa), inilah yang lebih tepat, Allah bersumpah dengannya karena di dalamnya adalah perbedaan-perbedaan kondisi, perubahan-perubahan keadaan, dan berlangsungnya hari-hari di antara manusia, dan yang lainnya yang bisa disaksikan secara nyata juga diperbincangkan tentangnya saat belum tiba. Al-Ashr adalah waktu yang di dalamnya makhluk menjalani kehidupan, waktu-waktunya berbeda-beda bisa dalam kondisi susah maupun lapang, terjadi peperangan atau perdamaian, sehat atau pun sakit, dan amalan saleh atau pun buruk dan yang lainnya seperti sudah diketahui bersama.

Allah bersumpah dengan waktu atas firman-Nya: إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ " Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian," manusia di sini menunjukkan keumuman, karena maksud dari manusia di sini adalah (semua) jenis manusia. Dan tanda bahwa manusia di sini bemakna umum adalah ال [Al] di sini dapat ditempatkan dengan kalimat كل [Kull: semua] di sini andai dikatakan: Semua manusia dalam keadaan rugi maka inilah makna ayat tersebut.

Makna ayat yang mulia ini adalah bahwa Allah bersumpah dengan sumpah atas kondisi manusia bahwa dia dalam keadaan merugi. Maknanya: Dalam keaadan kerugian dan kekurangan di segala keaadaannya, di dunia dan di akhirat, kecuali orang-orang yang dikhususkan oleh Allah 'Azza Wa Jalla. Kalimat ini ditegaskan dengan tiga penguat, pertama: Dengan sumpah. Kedua: Dengan إِنَّ[inna]. Ketiga: Dengan huruf lam (taukid). Firman-Nya لَفِي خُسْرٍ "Benar-benar dalam kerugian" Dalam bentuk kalima seperti itu agar lebih tegas dari pada jika bentuk kalimatnya: Benar-benar merugi. Dan ini karena kata في [fii: di dalam] untuk menunjukkan tempat, maka seakan akan manusia tenggelam masuk dalam kerugian, dan kerugian itu meliputinya dari segala sisi.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Sungguh, manusia berada dalam kerugian, baik di dunia maupun akhirat, akibat hawa nafsu yang menyelubungi dirinya. 3. Semua manusia rugi, kecuali orang-orang yang beriman dengan sejati dan mengerjakan kebajikan sesuai ketentuan syariat dengan penuh keikhlasan, serta saling menasihati satu sama lain dengan baik dan bijaksana untuk memegang teguh kebenaran sebagaimana diajarkan oleh agama dan saling menasihati untuk kesabaran dalam melaksanakan kewajiban agama, menjauhi larangan, menghadapi musibah, dan menjalani kehidupan.

Lainnya: Al-‘Ashr Ayat 3 Arab-Latin, Al-Humazah Ayat 1 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Al-Humazah Ayat 2, Terjemahan Tafsir Al-Humazah Ayat 3, Isi Kandungan Al-Humazah Ayat 4, Makna Al-Humazah Ayat 5

Terkait: « | »

Kategori: 103. Al-'Ashr

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi