Surat At-Takatsur Ayat 1

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Arab Latin: Al-hākumut-takāṡur

Terjemahan Arti: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

TERJEMAH TAFSIR

Saling berbangga dengan banyaknya harta dan anak anak telah melenakan kalian dari ketaatan kepada Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Kesibukanmu wahai manusia, hanya berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta dan merasa bangga dengan harta dan anak yang banyak. Imam Ahmad, Imam Muslim, Tirmidzi dan An-Nasa’I dari Abdullah bin Syikhir berkata: “Aku berhenti saat bertemu Rasulallah SAW yang sedang bersabda “{Alhaakumut takaatsur}, dan anak Adam menyebut-nyebut: “hartaku hartaku”, (beliau bertanya) “Tidaklah kamu memiliki hartamu kecuali kamu memakannya lalu menghancurkannya atau kamu memakainya lalu membuatnya lusuh atau kamu menyedekahkannya, maka kamu membuatnya tetap abadi”

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

1-2. Allah mengabarkan bahwa manusia telah disibukkan dari ketaatan kepada Allah dengan berbangga diri dan pamer atas banykanya harta dan anak; Sampai-sampai umurnya berakhir dan mereka binasa (hingga) menuju ke kuburan, dikuburkannya mereka di dalamnya sebelum dirinya (mampu) mendahulukan amalan yang baik (ketika di dunia). Dan ini adalah kondisi kebanyakan manusia. Kami meminta keselamatan kepada Allah.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Sibuknya kalian -wahai manusia- dengan saling membanggakan dengan harta dan anak sehingga lalai terhadap keta’atan kepada Allah.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

{ أَلْهَاكُمُ } Telah melalaikanmu { التَّكَاثُرُ } sikap berbanyak-banyak, yakni berbanyak-banyak dalam kemegahan harta dunia, Allah - عز وجل - berfirman : { اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ } ( Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak ) [ Al-Hadid : 20 ] , berapa banyak manusia didunia ini sedang mneyibukkan dirinya untuk mencari dan terus memperbanyak harta kekayaan, dan mereka membanggakan itu semua, sehingga dengan kebanggaannya itu mereka lala dari mengerjakan amal shalih, bagi mereka amal shalih tidak begitu penting dibandikan dengan kekayaan yang mereka anggap akan menyenangkan kehidupan dunia mereka, dan kepada hari akhir mereka lalai.

{ أَلْهَاكُمُ } Telah melalaikanmu, dari perkara apa ? dari hari akhir, dunia telah melalaikanmu dari mengingat hari akhir dan sibuk bersiap diri untuk menghadapinya, dunia ini akan punah, sedangkan akhirat akan tiba dan kehidupannya kekal selamanya, lalu mengapa kamu meninggalkan perkara yang kamu akan kekal hidup didalamnya dan sibuk dengan perkara yang pasti akan berakhir ? .. maka berfikirlah kalian.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menegur hamba-hamba-Nya yang dibuat lalai oleh bermegah-megahan dari mengerjakan tujuan mereka diciptakan, yaitu beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, mengenal-Nya, kembali kepada-Nya dan mengutamakan kecintaan kepada-Nya di atas segala sesuatu.

Maksudnya, bermegah-megahan dalam hal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, kedudukan dan semisalnya yang tujuannya bukan untuk mencari keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Wahai manusia, bermegah-megahan dalam hal harta, keturunan, dan pengikut telah melalaikan kamu dari ketaatan kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir. 2. Kamu tidak akan berhenti bermegah-megahan seperti itu sampai kamu mati dan masuk ke dalam kubur.

Tafsir Ringkas Kemenag