Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qari’ah Ayat 4

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

Arab-Latin: Yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ

Terjemah Arti: Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Pada hari itu, manusia dalam banyaknya jumlah mereka, bercerai berainya mereka dan pergerakan mereka seperti laron yang berterbangan, yaitu laron yang berjatuhan kedalam api.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4 Pada hari itu hati manusia bergetar, mereka menjadi seperti anai-anai yang beterbangan dan berserakan ke sana sini.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

4. Hari kiamat yaitu hari dimana manusia keluar dari kubur dan berkelana di atas wajah mereka seperti ngengat (hewan terbang kecil yang berkumpul pada malam hari di cahaya lampu) yang bertebaran. Mereka diumpamakan seperti ngengat karena kebingungan dan ketidaktahuan mereka terkait hukuman (yang akan mereka terima)

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Kemudian Allah menjelaskan sesuatu dari keadaan-keadaan hari kiamat (Al Qari’ah); Allah mengabarkan bahwa manusia pada hari kiamat dikeluarkan dari kubur-kubur mereka. Mereka ketakutan dan mereka seolah-olah seperti anai-anai yang bertebaran di sini dan di sana, sebagian dari mereka terombang-ambing atas sebagian yang lain. Mereka berlarian ke semua penjuru arah tidak beraturan karena sebab kengerian pada hari itu. Allah telah jelaskan dalam ayat yang lain : كَأَنَّهُمْ جَرَادٌۭ مُّنتَشِرٌۭ yang artinya : Mereka seakan-akan seperti belalang yang beterbangan, {Al Qamar : 7}. Dan belalang terbang menuju satu arah semisal kerumunan burung, dan boleh jadi pada hari kebangkitan, makhluk melewati banyak keadaan, dan maksudnya adalah (belalang) yang menyerupai manusia menuju ke satu titik (pada hari kebangkitan).

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4-5
1 ) . Penyandingan dua keadaan makhluk yang berbeda ketika hari kiamat itu datang, di dua ayat yang saling berdampingan ini, seakan-akan Allah memperingatkan bahwa pengaruh guncangan pada hari itu terhadap gunung-gunung menjadikannya seperti debu yang beterbangan, lalu bagaimana dengan manusia ketika mendengar guncangan itu yang penciptaan mereka jauh lebih kecil dibanding gunung-gunung itu ?

Celaka dan celakalah anak Adam jika rahmat Allah tidak sampai kepada mereka !

2 ) . Jika anda membanyangkan bagaimana peristiwa ini terjadi, ketika manusia keluar dari kubur mereka dengan keadaan yang amat buruk ini, maka kamu akan membayangkan perkara yang amat besar yang tidak ada lagi perkara yang jauh lebih besar dari peristiwa ini !

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

4. “Pada hari itu manusia,” karena begitu dahsyatnya rasa takut dan ngeri, “adalah seperti anai-anai yang bertebaran,” atau seperti belalang-belalang yang beterbangan yang sebagiannya menumpuk seperti gelombang di atas sebagian yang lain, firosy adalah binatang yanga beterbangan di waktu malam yang beterbangan yang sebagiannya menumpuk seperti gelombang di atas sebagian yang lain tidak tahu hendak menuju kemana. Bila neraka dinyalakan, mereka berdesak-desakkan ke arahnya karena lemahnya pengetahuan mereka. Inilah kondisi manusia, orang-orang yang berakal.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ } Pada hari itu manusia digiring dari kubur mereka menuju persidangan, mulai dari manusia pertama sampai manusia paing terakhir hidup didunia, tidak satupun dari mereka yang terlewatkan, Allah - عز وجل - berfirman : { خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ } ( Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan ) [ Al-Qomar : 7 ] , mereka dibangkitkan dengan keadaan mereka seperti laron yang berterbangan memenuhi bumi.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Karena dahsyatnya peristiwa pada hari itu.

Karena kebingungan, sampai mereka dipanggil untuk dihisab.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya. 5. Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qari’ah Ayat 5 Arab-Latin, Surat Al-Qari’ah Ayat 6 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qari’ah Ayat 7, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qari’ah Ayat 8, Isi Kandungan Surat Al-Qari’ah Ayat 9, Makna Surat Al-Qari’ah Ayat 10

Category: Surat Al-Qari'ah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Laron Laron Al Qoriah Bunyi Surat Al Qariah Ayat 4 Al Qoriah 4 Qs Al Qariah Ayat 4 Penjelasan Tentang Al Qariah Ayat 4