Surat Al-Lail Ayat 20

إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ

Arab-Latin: Illabtigā`a waj-hi rabbihil-a'lā

Artinya: Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

« Al-Lail 19Al-Lail 21 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Terkait Dengan Surat Al-Lail Ayat 20

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Lail Ayat 20 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa tafsir berharga dari ayat ini. Ada beberapa penjabaran dari para ahli ilmu mengenai isi surat Al-Lail ayat 20, sebagiannya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

17-21. Akan dijauhkan dari neraka orang yang sangat bertakwa, Yang memberikan hartanya karena dia mengharapkan kebaikan. Infaknya bukan dalam rangka membalas kebaikan orang yang telah memberikan kebaikan kepadanya, Akan tetapi dia hanya mencari wajah tuhannya yang maha tinggi dan ridha NYA, Dan Allah akan memberinya apa yang membuatnya ridha di surga.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

20. Dia tidak menghendaki dari harta yang dia nafkahkan itu kecuali wajah Allah yang Mahatinggi di atas makhluk-Nya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

20-21. Akan tetapi hal itu dilaksanakan hanya untuk mencari ridha Tuhannya saja, sehingga memperoleh imbalan dan keutamaanNya. Dan sungguh dia akan meridhai apa yang diberikan kepadanya berupa pahala di surga


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{kecuali karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha tinggi


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

17-21. “Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,” dengan niat membersihkan diri dan menyucikannya dari berbagai dosa dan kotoran dengan niat karena Allah.
Ayat ini menunjukkan, bahwa bila infak sunnah diiringi dengan meninggalkan nafkah wajib seperti membayar hutang dan tidak menunaikan nafkah wajib, hal itu tidaklah disyariatkan. Bahkan menurut kebanyakan ulama, pemberian orang yang bersangkutan tertolak, karena ia membersihkan diri dengan perbuatan yang dianjurkan sementara perbuatan itu membuatnya tidak menunaikan kewajiban. “Dan tidak ada seseorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,” yakni tidak seorang pun yang memiliki suatu nikmat yang menjadi tanggungan orang yang paling bertakwa tersebut melainkan dia pasti membalasnya. Dan bisa saja tersisa suatu karunia dan nikmat yang ditanggung orang lain, namun ia memurnikan diri menjadi hamba Allah, karena hanya Dia semata yang amat lembut kebaikanNya. Lain halnya orang yang masih punya tanggungan pada sesama namun tidak membalasnya, ia pasti membiarkan untuk sesama dan melakukan sesuatu yang bisa mengurangi keikhlasan.
Ayat ini meski mencakup Abu Bakar ash-Shiddiq bahkan ada yang menyatakan ayat ini turun disebabkan Abu Bakar, karena tidak seorang pun yang memiliki hak tanggungan nikmat atas Abu Bakar melainkan pasti dibalas, hingga Rasulullah sekali pun, hanya saja nikmat yang diberikan Rasulullah tidak mungkin bisa dibalas, yaitu nikmat dakwah menuju Agama Islam dan mengajarkan petunjuk serta agama kebenaran, Allah dan RasulNya memiliki karunia pada setiap orang yang tidak mungkin bisa dibalas, namun demikian, ayat ini mencakup setiap orang yang memiliki sifat mulia ini, sehingga tidaklah tersisa suatu nikmat pun yang menjadi tanggungan seseorang melainkan pasti dibalas dan amalnya tetap ikhlas karena Allah semata. Karena itu Allah berfirman, “Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabbnya Yang Mahatinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.” Inilah orang yang paling bertakwa karena berbagai macam karamah dan pahala yang diberikan oleh Allah padanya.
Dan segala puji hanya untuk Allah, Rabb semesta alam.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 12-21
Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk (12)) yaitu Kami menjelaskan yang halal dan yang haram. Selain Qatadah berkata bahwa barang siapa yang menempuh petunjuk, maka dia akan sampai kepada Allah. Dia menjadikannya sebagaimana firmanNya SWT: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) (Surah An-Nahl: 9) Hal ini diriwayatkan Ibnu Jarir.
Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia (13)) yaitu semuanya adalah milik Kami, dan Akulah yang mengatur keduanya.
Firman Allah SWT: (Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala (14)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bergejolak.
Firman Allah SWT: (Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15)) yaitu tidak ada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi api neraka dari segala penjuru kecuali hanya orang yang paling celaka. Kemudian menjelaskannya, jadi Allah berfirman: (yang mendustakan) yaitu, dengan hatinya (dan berpaling) yaitu semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Semua umatku akan masuk surga pada hari kiamat, kecuali orang yang membangkang” Mereka bertanya,"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah SAW?" Maka beliau SAW menjawab: “Barang siapa yang taat kepadaku, maka masuk surga; dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka dia membangkang”
Firman Allah SWT: (Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu (17)) yaitu akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan dengan firmanNya: ((yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya (18)) yaitu membelanjakan hartanya untuk ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan diri, harta dan segala sesuatu yang dikaruniakan Allah kepadanya berupa agama dan dunia (padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya (19)) yaitu, bukan untuk membalas hartanya yang pernah diberikan orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya (tetapi semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi (20)) yaitu hanya semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di akhirat di dalam taman-taman surga. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (21)) yaitu orang yang disifati dengan sifat-sifat ini akan diridhai.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Tetapi hanya menginginkan ridho dari tuhannya yang maha tinggi, bukan selainnya, bukan karena sanjungan dari orang lain, dia menginfakan hartanya karena ingin mendapat perhatian dari Allah ﷻ pada hari kiamat.

Sebab turunnya ayat ini ulama berpendepat bahwa : ayat ini turun di Abu bakr as-siddiq - رضي الله عنه - karena beliau lah orang yang paling derrmawan diantara ummat Nabi Muhammad ﷺ , dan kesetiaannya kepada Rasulullah ﷺ , Abu bakr menginfakkan hartanya untuk kebutuhan peperangan, dan untuk kaum muslimin yang membutuhkan, beliau juga kerap menginfakkan hartanya untuk membebaskan budak, dan tidak ada yang melampauinya dalan bersedekah, oleh karena beliau dijuluki sebagai "as'shiddiq" , beliau telah mengalahkan nafsunya dengan tidak terjerumus kedalam golongan orang-orang penggila harta, beliau menginfakkan hartanya di jalan Allah , untuk meraih cinta keridhoan Allah , dan tentunya orang-orang seperti Abu bakr akan dijauhkan dari siksaan api neraka, dan akan mendapat perlindungan di hari kiamat nanti , Rasulullah bersabda : (( اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ )) "Takutlah kalian kepada neraka walau dengan sebutir kurma" [ DIriwayatkan oleh Imam bukhori : 5564 ] , jika sesorang tidak mendapat lebih banyak dari sebutir kurma untuk disedekahkan, kemudia dia bersedekah dengan, maka dengan sebutir kurma itu Allah ﷻ akan menjaganya dari sikasaan api neraka, lalu bagaimana dengan mereka yang menginfakkan hartanya yang begitu banyak dengan mengaharap ridho dari Allah ﷻ , seperti Abu bakr as shiddiq, dan 'Utsman bin 'affan, dan 'Abdurrahman bin 'auf, mereka telah menginfakkan dan mensedekahkan harta mereka dijalan Allah ﷻ , mereka adalah orang-orang yang akan mendapat perlindungan dari api neraka, dan akan mendapat tempat khusus di dalam surga.


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Oleh karenaya Allah berfirman إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى " tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi." Dia tidak berinfak kecuali dalam rangka mencari wajah Allah, untuk sampai ke negeri kedermawanan Allah (surga-Nya) tempat melihat Allah 'Azza Wa Jalla.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Lail ayat 20: Sesungguhnya manusia yang berinfaq karena mengharap wajah Allah, mencari ridha-Nya Yang Maha Tinggi dan Mulia. Dikatakan bahwa ayat ini turun menggambarkan kisah Abu Bakar dan yang semisal dengan kisahnya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Lail Ayat 20

Dia tidak berinfak demi manusia, tetapi berinfak semata karena mencari keridaan tuhannya yang mahatinggi. Allah sangat senang kepada orang yang tulus dan ikhlas dalam berinfak maupun ibadah lainnya. 21. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan yang sempurna dari Allah sebagai balasan atas ketulusannya. Allah memperlakukannya dengan baik, memasukkanya ke surga yang penuh nikmat, dan mempersilakannya bertemu dan melihat Allah.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beragam penafsiran dari beragam ahli tafsir terkait isi dan arti surat Al-Lail ayat 20 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi kita. Dukunglah dakwah kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Paling Sering Dikunjungi

Tersedia berbagai konten yang paling sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Ali Imran, Al-Hujurat 12, Al-Baqarah 286, Al-Ma’idah 2, Al-Isra 23, Yunus 40-41. Serta Al-Mujadalah 11, Al-Baqarah 83, An-Nur 2, Asy-Syams, Az-Zalzalah, At-Takatsur.

  1. Ali Imran
  2. Al-Hujurat 12
  3. Al-Baqarah 286
  4. Al-Ma’idah 2
  5. Al-Isra 23
  6. Yunus 40-41
  7. Al-Mujadalah 11
  8. Al-Baqarah 83
  9. An-Nur 2
  10. Asy-Syams
  11. Az-Zalzalah
  12. At-Takatsur

Pencarian: surat al maun ayat 4-5 beserta artinya, tafsir surat an nur ayat 35, surat al jumu'ah ayat 9 latin, qs al mujadalah ayat 11 latin, ar rum ayat 21 latin

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: