Surat Al-Lail Ayat 20

إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

Tafsir Al-Mukhtashar

20. Dan tidak ada yang ia inginkan dari harta yang ia berikan kecuali wajah Allah yang Maha tinggi atas hamba-Nya.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi dia hanya mencari wajah tuhannya yang maha tinggi dan ridha NYA,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Tetapi hanya menginginkan ridho dari tuhannya yang maha tinggi, bukan selainnya, bukan karena sanjungan dari orang lain, dia menginfakan hartanya karena ingin mendapat perhatian dari Allah ﷻ pada hari kiamat.

Sebab turunnya ayat ini ulama berpendepat bahwa : ayat ini turun di Abu bakr as-siddiq - رضي الله عنه - karena beliau lah orang yang paling derrmawan diantara ummat Nabi Muhammad ﷺ , dan kesetiaannya kepada Rasulullah ﷺ , Abu bakr menginfakkan hartanya untuk kebutuhan peperangan, dan untuk kaum muslimin yang membutuhkan, beliau juga kerap menginfakkan hartanya untuk membebaskan budak, dan tidak ada yang melampauinya dalan bersedekah, oleh karena beliau dijuluki sebagai "as'shiddiq" , beliau telah mengalahkan nafsunya dengan tidak terjerumus kedalam golongan orang-orang penggila harta, beliau menginfakkan hartanya di jalan Allah , untuk meraih cinta keridhoan Allah , dan tentunya orang-orang seperti Abu bakr akan dijauhkan dari siksaan api neraka, dan akan mendapat perlindungan di hari kiamat nanti , Rasulullah bersabda : (( اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ )) "Takutlah kalian kepada neraka walau dengan sebutir kurma" [ DIriwayatkan oleh Imam bukhori : 5564 ] , jika sesorang tidak mendapat lebih banyak dari sebutir kurma untuk disedekahkan, kemudia dia bersedekah dengan, maka dengan sebutir kurma itu Allah ﷻ akan menjaganya dari sikasaan api neraka, lalu bagaimana dengan mereka yang menginfakkan hartanya yang begitu banyak dengan mengaharap ridho dari Allah ﷻ , seperti Abu bakr as shiddiq, dan 'Utsman bin 'affan, dan 'Abdurrahman bin 'auf, mereka telah menginfakkan dan mensedekahkan harta mereka dijalan Allah ﷻ , mereka adalah orang-orang yang akan mendapat perlindungan dari api neraka, dan akan mendapat tempat khusus di dalam surga.

Tafsir Kemenag

Dia tidak berinfak demi manusia, tetapi berinfak semata karena mencari keridaan tuhannya yang mahatinggi. Allah sangat senang kepada orang yang tulus dan ikhlas dalam berinfak maupun ibadah lainnya. 21. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan yang sempurna dari Allah sebagai balasan atas ketulusannya. Allah memperlakukannya dengan baik, memasukkanya ke surga yang penuh nikmat, dan mempersilakannya bertemu dan melihat Allah.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018