Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Fajr Ayat 24

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Arab-Latin: Yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī

Terjemah Arti: Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

23-24. Pada hari besar itu neraka jahanam didatangkan. hari itu orang kafir sadar dan bertaubat. tetapi bagaimana kesadaran dan taubatnya bermanfaat baginya sementara di dunia ia melalaikannya dan waktunya telah berlalu? Dia berkata “seandainya didunia aku telah melakukan amal-amal yang bermanfaat bagiku di akhirat.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

24. Mereka berkata karena sangat menyesal, “Andai aku dahulu mengerjakan amal saleh demi kehidupan Akhiratku yang merupakan kehidupan yang sesungguhnya.”

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

24. Seseorang yang sudah mengambil kesimpulan berkata: “Alangkah baiknya jika aku melewati kehidupanku ini di dunia dengan berbuat baik dan beriman. Kata “ya” berfungsi sebagai tanbih (pemberitahuan)

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

23-24. Pada hari yang besar itu didatangkan api jahannam, malaikat mengalirkan api jahannam ditempat yang dapat disaksikan dan membuat hati (yang melihat) merasa takut. Pada saat itu juga orang kafir mengingat (amalan) baik dan buruk atas apa yang telah lalu (yang ia kerjakan di dunia), dan mengingat apa yang para Nabi dan Rasul janjikan akan hari kebangkitan, pembalasan, dan hisab. Dan ingatan (mereka) tidaklah ada manfaatnya pada hari kiamat. Karena sungguh telah berlalu waktu beramal dan telah datang waktu hisab, ia (orang kafir) berkata (dengan penyesalan) : Seandainya saja aku di dunia (berjuang) dengan apa yang bermanfaat bagiku di akhirat, yaitu dengan beriman dan beramal shalih.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1 ). Pada ayat ini al-Qur'an menuliskan sebuah kata pada ayat dengan kata "لِحَيَاتِي" tidak dengan bentuk ( لهذه الحياة ) dengan maksud bahwa kehidupan ini pada hakikatnya tidak ada kecuali hanyalah kehidupan diakhirat saja, Allah berfirman : { ,إن الدار الآخرة لهي الحيوان } yakni tempat di akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya.

2 ). Seorang hamba jika berpaling dari perintah Allah dan menyibukkan dirinya dengan kemaksiatan, maka akan hilang darinya hari-hari kehidupan yang sebenarnya yang akan ia sesali setelah melalaikannya pada hari ketika ia akan berkata : { يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي }

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

21-24. “Jangan (berbuat demikian),” yakni, tidaklah semua harta yang kalian cintai dan semua kenikmatan yang kalian perlombakan akan kekal bersama kalian. Tapi di hadapan kalian terdapat hari besar dan huru-hara hebat yang menggoncangkan bumi dan gunung hingga dibuat menjadi hamparan yang datar, yang tidak ada yang curam ke bawah dan tidak pula menjulang tinggi. Kemudian Allah datang untuk memberi putusan di antara para hambaNYa di dalam naungan awan dan datanglah para malaikat mulia, seluruh penghuni langit “berbaris-baris,” yakni rapi baris demi baris. Setiap langit mendatangkan para malaikatnya secara berbaris-baris, yang meliputi semua yang berada di bawah mereka. Barisan-barisan ini adalah barisan penuh ketundukan dan merendah pada Yang Maharaja lagi Mahaperkasa.
“Dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahanam,” digiring oleh para malaikat dengan belenggu. Bila semua hal ini terjadi, “pada hari itu ingatlah manusia,” akan kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan, “akan tetapi mengingat itu tidak berguna lagi baginya,” sudah terlambat dan waktunya sudah hilang. “Dia mengatakan,” seraya menyesali apa yang telah disia-siakan di sisi Allah, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini,” yang kekal dengan amal baik. Sebagaimana Firman Allah : seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)” (QS. Al-Furqon : 27-28).
Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa kehidupan yang layak dicari kesempurnaannya dan layak dicari kenikmatannya uang sempurna adalah kehidupan di dalam negeri abadi, karena itu adalah negeri yang kekal.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ يَقُولُ } Dia akan mengatakan : { يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي } alangkah baiknya jikalau sekiranya aku mengerjkan amal shalih, dan tidak mensia-siakan masa hidupku, dia berharap.... dan berharap, akan tetapi harapan itu tidak lagi berguna, dia menyesal.. dan penyesalan itu hanya tinggal ucapan, bukankah dunia telah disiapkan untuk mereka berbuat kebaikan, tetapi mereka tidak memperhatikan tawaran itu dan terjun bebas kedunianya dengan kemaksiatan.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dari ayat ini kita mengetahui, bahwa kehidupan yang lebih layak untuk diberikan kerja keras kepadanya adalah kehidupan di akhirat, karena kehidupannya adalah kehidupan yang kekal abadi.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


21-24. Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru, dan setelah itu datanglah tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu. Dia berkata dengan penuh kesadaran, 'alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini. ' penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh. 25. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya yang adil. Azab Allah mahadahsyat. Orang yang menerima azab Allah pada hari itu akan merasa sebagai orang yang paling sengsara.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Fajr Ayat 25 Arab-Latin, Surat Al-Fajr Ayat 26 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Fajr Ayat 27, Terjemahan Tafsir Surat Al-Fajr Ayat 28, Isi Kandungan Surat Al-Fajr Ayat 29, Makna Surat Al-Fajr Ayat 30

Category: Surat Al-Fajr

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Al Ikhlas Ayat 24 Artinya Apa Al Fajr Ayat 24