Surat Al-Fajr Ayat 12

فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

Tafsir Al-Mukhtashar

12. Maka terjadilah kerusakan yang banyak dengan menyebarnya kekufuran dan kemaksiatan.

Tafsir Al-Muyassar

Lalu mereka memperbanyak kerusakan karena kezhaliman mereka,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Mereka banyak berbuat kerusakan didalamnya dengan kemasiatan dan pelanggaran-pelanggaran syari'at, karena suatu wilayah rusak karena banyaknya kemaksiatan di tempat itu, dan akan membaik dengan ibdah yang dilakukan di tempat itu, Allah berfirman : { وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا } ( Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya ) [ Al-A'raf : 52 ] , bagaimana Allah memperbaiki bumi ini ? ,yaitu dengan mengutus kepadnya Rasul dan Nabi-mabi yang menyebarkan kebaian dan kasih sayang, juga dengan diturunkannya kitab suci, dan bumi ini akan rusak dengan kemaksiatan yang berlaku diatasnya, Allah berfirman : { ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ } ( Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ) [ Ar-Rum : 41 ] .

Tafsir Hidayatul Insan

Yaitu melakukan kekafiran dengan segala macam cabang-cabangnya yang terdiri dari berbagai macam kemaksiatan, memerangi para rasul, menghalangi manusia dari jalan Allah dan lain-lain. Ketika mereka telah melampaui batas bertindak demikian, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengazab mereka sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya.

Tafsir Kemenag

Lalu mereka dengan kezalimannya banyak berbuat kerusakan, dosa, dan maksiat dalam negeri itu. 13. Karena kesewenangan dan kezaliman mereka itu tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka. Allah membinasakan kaum 'ad dengan topan yang sangat dingin selama tujuh malam berturut-turut; kaum 'amud dengan suara menggelegar dan petir yang menyambar (lihat:fussilat/41:16; al-h'qqah:/69:6'7); dan fir'aun beserta tentaranya ditenggelamkan di laut merah.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018