Surat Al-Fajr Ayat 10

وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

Arab Latin: Wa fir'auna żil-autād

Terjemahan Arti: Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

TERJEMAH TAFSIR

Juga bagimana Allah berbuat terhadap fir’aun (raja mesir) pemilik bala tentara yang menguatkan kekuasaannya dan mendukung perintahnya?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

9-10. Kaum Tsamud adalah suku Arab zaman dulu, yaitu kaum nabi Sholih. Mereka tinggal di bebatuan antara Syam dan Hijaz. Mereka yang memotong bebatuan dan menjadikannya sebagai rumah. Di batu atau canyon Al qura, yang melewati jalan menuju Syam dari Madinah Munawwaroh. Adapun Fir’aun lebih dari itu, yaitu pemilik bangunan yang besar yang menyerupai gunung

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dan apakah kalian tidak melihat wahai manusia, kepada Fir’aun yang memiliki pasak-pasak yaitu pyramid dan bangunan yang besar dimana penguasanya adalah Fir’aun dan yang sebelumnya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

10. Dan tidakkah engkau perhatikan bagaimana Rabbmu memperlakukan Fir’aun yang memiliki bala tantara untuk menyiksa manusia ?

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

{ وَفِرْعَوْنَ } Kemudian ada Fir'aun Mesir, dan "Fir'aun" adalah gelar yang disandangkan kepada raja-raja mesir zaman dahulu, raja-raja trdahulu yang berkuasa di Mesir disebut "FIr'aun" , sebagaimana raja Babil disebut "An Numrud" , dan raja Habasyah disebut "An Najasyi" , dan ada penguasa Yaman yang disebut "Al Qil" , dan raja Persia disebut "Kisra" , begitu juga dengan penguasa Roma yang disebut "Kaisar" , semua gelar-gelar diatas pernah disandangkan kepada raja-raja terdahulu, sebagian gelar itu masih digunakan hingga saat ini, dan diantara raja-raja itu ada "Fir'aun" .

Fir'aun bukanlah nama orang melainkan gelar atau sebutan khusus untuk para raja-raja yang pernah memimpin Wilayah Mesir pad zaman jahiliyah dan zaman sebelum datangnya Islam, Namun "Fir'aun" yang dimaksud dalam ayat ini adalah Fir'aun atau raja Mesir yang kepadanya Nabi Musa - عليه السلام - diutus, seorang raja yang sombong dan mengakui bahwa dirinya adalah tuhan, Allah berfirman dengan mengutip pernyataan Fir'aun : { فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ } ( (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. ) [ An Nazi'at : 24 ] , di ayat lain Allah menukilkan perkataan "Fir'aun" : { وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي } ( Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. ) [ Al-Qashash : 38 ] , kekuasaan dan kekuatan lah yang menjadikan dia berbuat demikian.

{ ذِي الْأَوْتَادِ } Fir'aun yang sombong itu memiliki bala tentara yang sangat besar, disebut sebagai "أوتاد " atau pasak, karena tentara-tentara itu telah menobatkan Fir'aun sebagai raja Mesir, sebagaimana mereka mengokohkan rumah-rumah dengan pasak yang kuat, dalam riwayat lain mengatakan : karena jumlah mereka yang begitu besar sehingga sebagian mereka tinggal dalam tenda yang mereka dirikan degan bantuan pasak sebagai penguatnya,, jumlah tentara yang begitu banyak, sampai memenuhi seluruh wilayah Mesir saat itu, dan apakah kekuasaannya itu bermanfaat baginya .. ? sama sekali tidak memberikan manfaat bagi dirinya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Ada yang menafsirkan ‘pasak-pasak’ di sini dengan tentara-tentara yang mengokohkan kerajaannya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan tidakkah kamu juga memperhatikan azab Allah kepada fir'aun yang mempunyai pasak-pasak' Allah mengazabnya meski ia mampu membangun piramida-piramida yang besar dan mempunyai bala tentara yang banyak. 11. Mereka itulah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri dan berbuat zalim melewati batas kemanusiaan.

Tafsir Ringkas Kemenag