Surat Al-Buruj Ayat 14

ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูฑู„ู’ุบูŽูููˆุฑู ูฑู„ู’ูˆูŽุฏููˆุฏู

Arab-Latin: Wa huwal-gafแปฅrul-wadแปฅd

Artinya: Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,

ยซ Al-Buruj 13 โœต Al-Buruj 15 ยป

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Menarik Berkaitan Surat Al-Buruj Ayat 14

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Buruj Ayat 14 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir menarik dari ayat ini. Terdokumentasikan variasi penjabaran dari para mufassirun mengenai kandungan surat Al-Buruj ayat 14, misalnya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

12-16. Sesungguhnya hukuman dan adzab dari Tuhan-Mu dikarenakan permusuhan mereka sangatlah besar dan keras. Sesungguhnya Allah lah yang memulai penciptaan dan mengulanginya. Dia maha pengampun bagi siapa yang bertaubat, sangat cinta dan sayang kepada wali wali NYA, Pemilik arasy, Maha mulia,yang keutamaan dan kemuliaanNYA mencapai puncaknya, Maha melakukan apa yang dia inginkan,tidak ada sesuatupun yang dapat menolak saat Allah menghendakinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

14. Dan Dia Maha Pengampun atas dosa-dosa orang yang bertobat dari para hamba-Nya dan Dia mencintai para penolong-Nya dari kalangan orang-orang yang bertakwa.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

14. ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆุฑู ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆุฏู (Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih)
Yakni Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang beriman, dan tidak menyingkap aib mereka itu; serta Maha Pengasih kepada kekasih-kekasih-Nya yang taat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

14-15. Allah Maha Suci yang Ampunan-Nya sangat luas untuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat, dan Allah mencintai mereka yang senantiasa bertaubat. Allah yang menciptakan โ€˜Arsy dan penguasa sekaligus pemiliknya. Allah Maha Agung Maha Mulia dalam dzat dan sifat-Nya


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-โ€˜Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih} mengasihi para waliNya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat 14
โ€œDia-lah Yang Maha Pengampun,โ€ yang mengampuni seluruh dosa bagi yang bertaubat dan yang memaafkan kesalahan-kesalahan bagi yang memohon ampunan dan kembali, โ€œlagi Maha Pengasih,โ€ yang dicintai oleh para kekasihNya, tidak ada satu pun yang menyamaiNya, sebagaimana tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya dalam sifat-sifat keluhuran, keindahan, makna-makna, dan perbuatan-perbuatan, maka kecintaan terhadapNya di dalam hati hamba-hamba yang istimewa mengikuti kecintaan yang tidak sama dengan kecintaan terhadap apa pun. Karena itu, cinta terhadap Allah merupakan pangkal ibadah. Itulah cinta yang tidak didahului oleh cinta-cinta lain. Bila yang lain tidak mengikuti cinta itu, maka cinta tersebut adalah siksaan bagi pemiliknya. Dia-lah yang Maha Mengasihi yang mencintai para kekasihNya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah yang lain,
โ€œAllah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya.โ€ (Al-Maโ€™idah: 54)
Kasih sayang adalah cinta yang tulus
Dalam hal ini terdapat rahasia yang lembut, karena Allah menyandingkan kasih sayang dengan ampunan agar hal itu menunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa bila bertaubat dan kembali pada Allah, maka dosa-dosa mereka akan diampuni dan disayangi. Tidak dikatakan pada mereka bahwa dosa-dosa mereka diampuni atau kasih sayang kembali lagi pada mereka sebagaimana diucapkan sebagian orang yang keliru. Tapi Allah bergembira dengan taubatnya hamba pada saat bertaubat melebihi gembiranya seseorang terhadap hewan tunggangannya, di mana di atas kendaraan itu terdapat makanan, minuman, dan keperluannya, lalu kendaraan itu hilang di tengah padang pasir, hingga dia berputus asa darinya kemudian dia berbaring di bawah naungan pohon seraya menanti kematian, ketika dia berada pada kondisi seperti itu, tiba-tiba hewan tunggangannya tersebut berada di dekat kepalanya lalu dia memegang talinya. Allah lebih senang atas taubatnya hamba melebihi gembiranya orang tersebut pada kendaraannya. Ini adalah kegembiraan terbesar yang dapat dirasakan (manusia). Maka segala puja, puji, dan tulusnya cinta hanya untuk Allah semata, yang kebaikanNya amat besar dan melimpah, serta pemberianNya yang luas.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 11-22
Allah SWT berfirman tentang para hambaNya yang beriman, bahwa: (bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) berbeda dengan apa yang Dia sediakan bagi musuh-musuhNya, yaitu api yang membakar dan neraka Jahim; Oleh karena itu Allah berfirman: (itulah keberuntungan yang besar) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu, sesungguhnya azab dan pembalasanNya terhadap musuh-musuhNya yang telah mendustakan para rasulNya dan menentang perintahNya benar-benar keras, besar. dan kuat, karena sesungguhnya Allah SWT memiliki kekuatan Yang Maha Kokoh, yang segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi sesuai dengan kehendakNya dalam sekejap atau lebih cepat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). (13)) yaitu kekuatan dan kekuasaanNya yang sempurna dapat menciptakan makhluk dan menghidupkannya kembali sebagaimana Dia memuai penciptaannya. tanpa ada yang dapat menghalangi atau mencegahNya (Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih (14)) Dia mengampuni dosa orang yang bertaubat dan tunduk kepadaNya bagaimanapun dosanya. Dan (al-wadud) menurut Ibnu Abbas dan lainnya adalah Maha Pengasih.
(Yang mempunyai 'Aray) yaitu pemilik 'Arsy yang agung dan tinggi di atas semua makhluk. Dan (al-majid) itu ada dua bacaan, yaitu rafa karena menjadi sifat dari โ€œAr-Rabbโ€; dan jar karena menjadi sifat dari 'Arsy. Keduanya maknanya benar.
(Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendakiNya (16)) yaitu, apa pun yang hendak Dia lakukan tidak ada yang mencegah keputusanNya; dan tidak ada yang menanyakan apa yang Dia perbuat karena keagungan, keperkasaan, kebijaksanaan, dan keadilanNya.
Firman Allah SWT: (Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang (17) (yaitu kaum) Fira'un dan (kaum) Tsamud? (18)) yaitu apakah kamu pernah mendengar pembalasan yang ditimpakan Allah kepada mereka dan azab yang Dia turunkan kepada mereka tanpa ada seorang pun yang dapat menolaknya dari mereka? Hal ini merupakan penegasan dari firmanNya: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu Jika Dia menghukum orang zalim, maka Dia menghukumnya dengan hukuman yang pedih dan keras, layaknya hukuman dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan (19)) yaitu mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekafiran, dan keingkaran (padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka (20)) yaitu Dia berkuasa dan mengalahkan mereka, serta mereka tidak luput dariNya dan tidak dapat melemahkanNya (Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur'an yang mulia (21)) yaitu yang agung dan mulia (yang (tersimpan) dalam Lauhil Mahfuz (22)) yaitu, Al-Qur'an itu di kalangan para malaikat terpelihara dari penambahan, pengurangan, penyimpangan, dan perubahan.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆุฑู ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆุฏู "Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, โ€ Al-Ghafiur maknanya adalah yang Maha memiliki ampunan, sedangkan al-Maghfirah (ampunan) adalah menutup dan memaafkan dosa.
Ampunan di sini bukan sekedar menutupi dosa saja, tetapi menutupi dosa juga tidak membalas atas dosa sebagai mana datang dalam sebuah hadits yang shahih : ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฎู’ู„ููˆู ุจูุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽูŠูู‚ู‘ุฑู‘ูุฑูู‡ู ุจูุฐูู†ููˆู’ุจูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู‚ูŽุฑู‘ูุจูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุนู’ุชูŽุฑููู ููŽูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌู‘ู„ู‘ูŽ: ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽุชูŽุฑู’ุชูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุบู’ููุฑูู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ โ€œ Sesungguhnya Allah akan berdua-duaan dengan hamba-Nya yang beriman di hari kiamat dan mengikrarkan (mengingatkan) akan dosa-dosanya sehiingga ia didekatkan dengan dosa-dosanya itu dan mengakuinya, maka Allah โ€˜Azza Wa Jalla berfirman: Aku telah menutupinya di dunia dan aku telah mengampuninya untukmu pada hari ini โ€(1)

Diceritakan bahwa Bani Israil dahulu apa bila salah seorang dari mereka melakukan suatu dosa ia akan mendapatinya tertulis di puntu rumahnya sebagai celaan dan hinaan. Tetapi kita segala puji bagi Allah, Allah telah menutupinya untuk kita, maka hendaknya kita bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah dari dosa, sehingga dampak-dampaknya menghilang, oleh karenanya Allah berfirman: ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆุฑู "Dialah Maha Pengampunโ€ maknanya: Yang menutupi dan mengampuni dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆุฏู โ€œMaha Penyayangโ€ Diambil dari kata ุงูŽู„ู’ูˆูุฏู‘ [al-Wudd] yang bermakna tulusnya kecintaan, Maka Allah โ€˜Azza Wa Jalla itu al-Wadud, sedangkan makna al-Wadud: Yang dicintai dan yang mencintai, kata ini mencakup dua makna tersebut. Allah Tabaaraka Wa Taโ€™ala berfirman: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽุณูŽูˆู’ููŽ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูุญูุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ููˆู†ูŽู‡ู โ€œHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya โ€ (QS. Al-Maidah: 54) Allah Jalla Wa โ€˜Alaa adalah yang mencintai, mencintai amalan-amalan, mencintai orang-orang (tertentu) mencintai tempat-tempat, Dia pun dicintai wali-wali-Nya: ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€œKatakanlah: "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencitai kalianโ€(QS. Ali Imran: 31)

Semakin seorang insan itu lebih mengikuti Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam maka ia akan lebih dicintai Allah. Allah Jalla Wa โ€˜Alaa yang mencintai Dia juga dicintai, Dia mencintai amal-amal dan orang-orang yang beramal, mencintai orang-orang, maksudnya bahwa kecintaan terkadang terkait dengan orang tertentu, contohnya seperti dalam sabda Rasulullah โ€˜alaihishsholaatu wassalaam saat perang khaibar: ูŽูŽู„ุฃูุนู’ุทููŠูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงูŠูŽุฉูŽ ุบูŽุฏุงู‹ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู โ€œAku benar-benar akan menyerahkan panji ini esok hari kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya โ€

Maka orang-orang bermalam kemudian di pagi harinya mereka pergi kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, mereka semua berharap menjadi orang yang diserahkan panji tersebut.
Lalu Rasulullah bertanya: ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽู„ููŠู‘ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠู’ ุทูŽุงู„ูุจูโ€œDimana Ali Bin Abi Thalib?
Orang-orang menjawab: Kedua matanya sakit, maka beliau menyurh untuk memanggilkannya. Ali datang lalu Rasululllah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam meludahi kedua matanya, maka ia sembuh seketika seakan-akan dia tidak sakit, kemudian Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam menyerahkan panji itu kepadanya, lalu berkata:
ุงูู†ู’ููุฐู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุณู’ู„ููƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽู†ู’ุฒูู„ูŽ ุจูุณูŽุงุญูŽุชูู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ุนูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู
โ€œBerjalanlah dengan tenang hingga engkau tiba di halaman mereka kemudian serulah mereka kepada islamโ€(2) Penggalan yang menjadi dalil adalah sabdanya: ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู โ€œyang mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya โ€ Dalah hadits ini ada penetapan bahwa Allah mencintai seorang person tertentu yaitu Ali Bin Abi Thalib.

Suatu ketika Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam mengutus seseorang memimpin kelompok kecil pasukan, saat menjadi imam, orang ini senantiasa menutup bacaannya dengan Qul Huwallaahu ahad ketika pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam, kerena perbuatannya itu -menutup bacaan dengan surat al-ikhlas- tidak diketahui. Maka Rasulullaah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: ุณูŽู„ููˆู’ู‡ู ู„ูุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ุฐูŽู„ููƒูŽ โ€œTanya dia, untuk apa ia melakukannya? Lalu mereka menanyakannya. Ia menjawab: Karena surat itu terdapat penyebutan sifat Allah dan aku cinta membacanya. Maka Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: ุฃูŽุฎู’ุจูุฑููˆู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ูู‡ู โ€œBeritahulah dia bahwa Allah mencintainyaโ€ (3) Kecintaan di dalam hadits ini terkait dengan seorang person tertentu yang Allah cintai.
Terkadang juga kecintaan Allah terdapat pada orang-orang tertentu yang memiliki sifat-sifat (tertentu) seperti ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู’ู†ูŽ โ€œSesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa โ€ (QS. At-Taubah: 4) ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู’ู†ูŽ โ€œsesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. โ€(QS. Al-Baqarah: 195) ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู’ู„ูู‡ู ุตูŽูู‘ู‹ุง ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ูŒ ู…ูŽุฑู’ุตููˆู’ุตูŒ โ€œSesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. โ€(QS. As-Shaf: 4) Kecintaan ini bukan kepada seorang person tertentu tetapi kecintaan disini tertuju pada seorang yang memeliki kriteria sifat.
Allah Subhaanahu Wa Taโ€™ala juga mencintai tempat-tempat: ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุจูู‚ูŽุงุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูู‡ูŽุง โ€œTempat yang palimg Allah cintai adalah masjid-masjidnyaโ€ (4) Nabi โ€˜alaihissholaatu wassalaam juga menberitakan bahwa kota mekah adalah tempat yang paling Allah cintai (5) kecintaan di sini terkait dengan tempat-tempat, dengan demikian bahwa Allah mencintai dan dicintai oleh karenanya Allah berfirman: ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆุฑู ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆุฏู "Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, โ€

(1) Dikeluarkan Bukhari (2441) dan Muslim (2768) dari hadits Abdullah Bin Umar Radhiyallaahu โ€˜anhuma
(2) Dikeluarkan Bukhari (4210) dan Muslim (2406) dari hadits Sahl Bin Saโ€™ad Radhiyallaahu โ€˜anhu
(3) Dikeluarkan Bukhari (7375) dan Muslim (813) dari hadits Aisyah Radhiyallaahu โ€˜anha
(4) Dikeluarkan Muslim (672) dari hadits Abu Hurairah Radhiyallaahu โ€˜anhu
(5) Dikeluarkan Tirmidzi (3925) dan Ibnu Majah (3108) dari hadits Adi Bin Hamraa radhiyallaahu โ€˜anhu, dan dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam shahihul-Jamiโ€™ (7089)


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

{ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆุฑู } Dia Maha pengampun bagi siapa yang bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya, { ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆุฏู } Dan dengan ampunan-Nya Dia juga sangat mencintai hamba yang bertaubat, Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, โ€˜Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.โ€™ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.

Dan diantara manusia jika kamu berbuat salah kepadanya kemudian dia memaafkan kesalahan itu belum tentu dia akan menyukaimu kembali, maka kamu akan merasakan keganjalan dihati walaupun kesalahan itu telah dimaafkan, sedangkan Allah ๏ทป maha pengampun dosa seorang hamba dan mencintai hamba itu pula.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Buruj ayat 14: 12-16. Ketahuilah wahai Nabi Allah, bahwasanya Allah memutuskan untuk memusuhi dari orang-orang yang kejam dan kufur, untuk tujuan menampakkan ke Maha Kuatan-Nya dan Ketegasan-Nya. Kemudian ketahuilah wahai Nabi Allah, bahwasanya Allah, Ia hanya sendirian dalam penciptaan dari kondisi sebelumnya yang tidak ada (wujud), kemudian Allah matikan (mereka), lalu kami hidupkan kembali; Dan Ia Allah Maha Pengampun. Mengampuni bagi siapa yang bertaubat dari hamba-Nya dan Ia Maha Pengasih, Yang Lemah Lembut kepada kekasih-Nya yang dicintai-Nya dengan cinta yang sangat. Dia adalah pemilik arsy yang mulia, yang ia (arsy) adalah makhluk yang paling besar. Dan Allah adalah Al Majid (Yang Sempurna), tinggi (di atas seluruh makhluk). Dan Ia berbuat sekendak-Nya. Dan jika Ia menghendaki sesuatu maka jadilah ia.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dia mengampuni semua dosa bagi orang yang bertobat kepada-Nya serta memaafkan kesalahan bagi orang yang meminta ampunan kepada-Nya dan kembali.

Ibnu Abbas berkata, โ€œDia Al Habiib (yang dicintai).โ€ Ada yang berpendapat, bahwa Al Waduud adalah, Yang cinta kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Syaikh As Saโ€™diy berkata, โ€œDia dicintai oleh para pecintanya dengan kecintaan yang tidak diserupai oleh sesuatu pun. Sebagaimana tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya dalam sifat-sifat keagungan dan keindahan, makna dan perbuatan, maka kecintaan-Nya di hati makhluk pilihan-Nya mengikuti hal itu, tidak diserupai oleh sesuatu pun di antara macam-macam kecintaan. Oleh karena itu, kecintaan kepada-Nya merupakan pokok ibadah, ia adalah kecintaan yang mendahului semua kecintaan dan mengalahkannya, jika yang lain tidak mengikutinya (kecintaan-Nya), maka yang demikian menjadi azab bagi pemiliknya. Dia adalah Al Waduud; yang cinta kepada para kekasih-Nya sebagaimana firman-Nya Taโ€™ala, โ€œAllah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.โ€ (Terj. Al Maaโ€™idah: 54) Dan mahabbah adalah kecintaan yang murni. Dalam ayat ini terdapat rahasia yang halus karena disertakan Al Waduud dengan Al Ghafuur untuk menunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa ketika mereka bertobat kepada Allah dan kembali, maka Dia akan mengampuni dosa mereka dan akan mencintai mereka. Tidaklah dikatakan, bahkan hanya diampuni dosa mereka dan tidak dikembalikan kecintaan (Allah kepada mereka) seperti yang dikatakan sebagian orang yang keliru. Bahkan Allah lebih berbahagia dengan tobat hamba-Nya ketika bertobat daripada seorang yang berkendaraan unta dengan makanan, minuman dan segala yang dibutuhkan di atasnya, lalu hewan itu hilang di tengah padang sahara yang dapat membuatnya binasa, ia pun berputus asa darinya dan tidur dalam naungan sebuah pohon sambil menunggu kematiannya, tetapi ketika ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba hewannya berada di dekat kepalanya, ia pun segera memegang talinya. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala lebih gembira dengan tobat seorang hamba daripada orang itu ketika menemukan kembali hewan kendaraannya, padahal itu adalah kegembiraan yang paling besar yang bisa dilakukannya. Maka segala pujian, sanjungan dan kecintaan yang tulus bagi Allah, alangkah besar dan banyak kebaikan-Nya dan alangkah banyak ihsan serta alangkah luas pemberian-Nya!โ€


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Buruj Ayat 14

Azab Allah sangat pedih, tetapi rahmat dan ampunan-Nya juga mahaluas. Dan dialah yang maha pengampun bagi mereka yang bertobat, maha pengasih bagi makhluk-Nya. 15. Dialah yang memiliki 'arsy, singgasana yang agung dan kerajaan yang mahabesar, lagi mahamulia di atas semua makhluk-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beragam penjelasan dari banyak mufassirin mengenai isi dan arti surat Al-Buruj ayat 14 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan bagi kita semua. Dukunglah dakwah kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Banyak Dikaji

Baca banyak halaman yang banyak dikaji, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 139, Ad-Dukhan, Al-Hadid 20, Tentang Al-Quran, Ali ‘Imran 97, Al-Baqarah 43. Ada pula At-Thalaq, Al-Isra 25, Al-Qamar 49, Al-Jin, Al-Baqarah 45, Al-Ma’idah 8.

  1. Ali ‘Imran 139
  2. Ad-Dukhan
  3. Al-Hadid 20
  4. Tentang Al-Quran
  5. Ali ‘Imran 97
  6. Al-Baqarah 43
  7. At-Thalaq
  8. Al-Isra 25
  9. Al-Qamar 49
  10. Al-Jin
  11. Al-Baqarah 45
  12. Al-Ma’idah 8

Pencarian: ...

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.