Surat Al-Muthaffifin Ayat 35

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

Tafsir Al-Mukhtashar

35. Mekera duduk di ats dipan-dipan melepas pandangan yang Allah siapkan untuk mereka dari kenikmatan yang kekal.

Tafsir Al-Muyassar

Diatas tempat-tempat yang mewah,orang orang beriman melihat kemuliaan dan kenikmatan yang Allah berikan kepada mereka di surga. salah satu terbesar dari nikmat itu adalah melihat kepada wajah Allah yang mulia.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Diatas dipan-dipan tinggi disurga orang-orang beriman menatap ke orang-orang kafir yang sedang disiksa, orang beriman pada hari itu menjadi mulia disisi Tuhannya, diatas dipan itu mereka bahagia dengan kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada mereka, diatas dipan itu pula mereka menatap wajah Tuhan mereka, mereka menatap keseluruh penjuru sekitar mereka yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan yang merupakan balasan atas ketaatan mereka kepada Allah.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ Maknanya: Bahwa orang-orang beriman akan berada di atas dipan-dipan yang indah nan bercahaya. يَنْظُرُونَ Maknanya: mereka akan melihat apa-apa yang telah Allah siapkan untuk mereka berupa pahala, dan melihat orang-orang yang telah mengejek mereka di dunia, mereka akan melihatnya sedang berada dalam siksaan Allah Ta’ala:
قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ (51) يَقُولُ أَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَ (52) أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَدِينُونَ (53) قَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَ
“Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)? Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?" Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?” Ia berkata kepada teman-temannya di surga, ditawarkan kepada mereka agar dapat melihat rekannya yang dahulu di dunia mengingkari dan mendustakan kebangkitan:
فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ
“Maka ia meninjaunya, lalu ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.” di jurangnya dan dasarnya ia berkata padanya:
تَاللَّهِ إِنْ كِدْتَ لَتُرْدِينِ (56) وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ
” Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”(QS. Ash-shafaat: 51-57) Anda melihat bahwa orang-orang yang beriman mereka akan melihat orang-orang kafir sedang disiksa di dalam nereka sedangkan orang-orang beriman berada di surga.

Tafsir Hidayatul Insan

Kepada kenikmatan yang Allah siapkan.

Tafsir Kemenag

Mereka yang beriman itu duduk di atas dipan-dipan sambil melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, bersama orang yang mereka cintai, sembari menikmati makanan dan minuman yang sangat lezat. 36. Saat orang-orang kafir itu di akhirat nanti mendapat siksa jahim, tertutup dari rahmat tuhan, dan mendapat hinaan dari orang mukmin yang dahulu mereka hina, apakah orang-orang kafir itu sudah diberi balasan dan hukuman setimpal terhadap apa yang telah mereka perbuat di dunia dulu, berupa kekafiran dan kemaksiatan' tentu sudah.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018