Surat Al-Muthaffifin Ayat 34

فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

Arab Latin: Fal-yaumallażīna āmanụ minal-kuffāri yaḍ-ḥakụn

Terjemahan Arti: Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

TERJEMAH TAFSIR

Pada hari kiamat orang-orang yang membenarkan Allah dan rasul NYA serta melaksanakan syariatNYA akan menghina orang orang kafir,sebagaimana orang orang kafir dulu menghina orang-orang mukmin di dunia.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

34. Pada hari kiamat kelak, orang-orang yang beriman akan menertawakan para musyrikin atas azab yang mereka terima

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Kemudian Allah menjelaskan bahwasanya mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ akan menertawakan orang-orang kafir pada hari kiamat sebab mereka melihat (orang-orang kafir) mukanya menghitam dan penuh aib, dan (kenyataannya) yang paling akhir menertawakan mereka adalah termasuk orang-orang yang berhasil.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

34. Pada hari kiamat orang-orang beriman kepada Allah akan menrtawakan orang-orang kafir sebagaimana mereka menertawakan orang beriman.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

29-36 . Dunia bukanlah akhir dari segala perjalanan : { إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ } tatkala orang-orang berdosa menertawakan orang-orang beriman atas ketaatan mereka didunia kepada Allah, maka pada hari kiamat keadaan akan terbalik orang-orang beriman akan menertawakan orang-orang kafir pula atas azab yang ditimpakan kepada mereka.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

Ayat 34-36
Karena itulah balasan mereka di akhirat sesuai dengan amal perbuatan meraka. Allah berfirman, “Maka pada hari ini,” yaitu Hari Kiamat, “orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,” ketika melihat mereka terbolalk-balik dalam azab dan semua yang dulu mereka dustakan telah lenyap, sedangkan orang-orang yang beriman berada di puncak kenikmatan dan ketenangan, “mereka (duduk) di atas dipan-dipan,” ranjang yang berhias, “sambil memandang,” kenikmatan yang dijanjikan Allah pada mereka dan memandang wajah Rabb mereka Yang Mulia. “Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran tehadap apa yang dahulu mereka kerjakan,” yakni, mereka diberi balasan sesuai amal perbuatan mereka. Sebagaimana mereka menertawakan orang-orang Mukmin ketika berada di dunia dan menuduh mereka sebagai orang-orang sesat, maka di akhirat orang-orang yang beriman menertawakan mereka ketika melihat mereka berada dalam siksaan yang merupakan azab kesesatan. Ya, mereka diberi balasan atas apa yang telah lakukan sebagai keadilan dan kebijaksanaan dari Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ فَالْيَوْمَ }Dan pada hari kiamat itu tiba, semua keadaan itu akan terbalik dan orang-orang beriman itu akan menertawakan kalian wahai orang-orang yang mendustakan agama, mereka yang dulunya didunia kerap mengejek kaum muslimin akan ditertawakan dalam keadaan yang lebih hina .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ “Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,” Hari dalam ayat ini maksudnya adalah hari kiamat, orang-orang yang beriman akan mentertawakan orang-orang kafir. Kata اَلَّذِيْنَ (dalam ilmu nahwu) kedudukannya adalah mubtada, sedangkan يَضْحَكُوْنَ kedudukannya sebagai khabar mubtada. Sedang kan مِنَ الْكُفَّارِ "dari orang-orang kafir" terikat dengan kata يَضْحَكُونَ "orang-orang beriman tertawa" maknanya: Bahwa orang-orang beriman pada hari itu mentertawakan orang-orang kafir. Ini demi Allah adalah tertawa yang tidak akan berujung tangisan setelahnya, sedangkan tertawanya orang-orang jahat kepada orang-orang beriman di dunia maka akan diakhiri dengan tangisan, kesedihan, kecelakaan dan kebinasaan.

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Yaitu pada hari Kiamat.

Ketika orang-orang yang beriman melihat orang-orang kafir berada dalam azab, dan apa yang mereka ada-adakan ternyata tidak terwujud, sedangkan orang-orang mukmin berada dalam kesenangan, kenikmatan dan ketenangan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Sebagai balasan atas perilaku mereka yang kafir itu, maka pada hari pembalasan ini, giliran orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir yang dulu menertawakan mereka. 35. Mereka yang beriman itu duduk di atas dipan-dipan sambil melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, bersama orang yang mereka cintai, sembari menikmati makanan dan minuman yang sangat lezat.

Tafsir Ringkas Kemenag