Surat Al-Muthaffifin Ayat 31

وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

Tafsir Al-Mukhtashar

31. Dan apabila mereka kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria dengan kekafiran mereka dan cacian kepada orang-orang beriman.

Tafsir Al-Muyassar

Bila orang-orang yang gemar berbuat dosa itu pulang kepada keluarga dan kerabat mereka,mereka terus mengejek orang orang yang beriman,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan jika mereka kembali ke rumah-rumah mereka, mereka senang dan bahagia atas apa yang telah mereka lakukan kepada orang-orang beriman, mereka menceritakan hal itu kepada keluarga mereka, mereka bangga dengan kelakuan yang mereka perbuat.

Dalam riwayat lain dikatakan : { وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ } yakni ketika mereka kembali kerumah mereka dan mendapati didalamnya ada makanan ataupun minuman dan segala kenikmatan dunia, mereka tidak bersyukur kepada Alllah ﷻ , bahkan mereka menjelek-jelekkan ciptaan Allah.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَإِذَا مَرُّوا Fa’il (istilah dalam bahasa arab digunakan untuk kata yang kedudukannya sebagai subyek) bisa dimaknakan: Apa bila orang-orang yang beriman melewati orang-orang yang jahat itu, atau juga: apabila orang-orang jahat itu melewati orang-orang yang beriman.
Kaedah yang mesti difahami dalam tafsir: Apabila sebuah ayat memiliki kemungkinan dua makna yang tidak menafikan makna salah satunya maka ayat tersebut harus dibawa kedalam kedua makna tersebut. Karena dengan begitu maknanya lebih luas. Jika kita pemaknaan dengan keduanya maka maknanya: Bahwa saat orang-orang jahat melewati orang-orang beriman yang sedang duduk mereka akan saling melirik meremehkannya,dan apabila orang-orang yang beriman melewati orang-orang jahat itu yang sedang duduk maka mereka pun saling melirik meremehkannya, sehingga di sini mencakup dua kondisi: kondisi lewatnya orang-orang yang jahat kepada orang-orang yang beriman,dan kondisi lewatnya orang-orang yang beriman kepada orang-orang yang jahat.
يَتَغَامَزُونَ “mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.” Yakni: Saling melirik: Lihatlah mereka, dalam rangka mengejek, menghina dan meremehkan.

Tafsir Hidayatul Insan

Mereka sungguh tertipu karena mereka menggabung antara bersikap buruk dengan merasa aman di dunia, seakan-akan mereka telah mendapatkan informasi dan jaminan dari Allah, bahwa mereka tergolong orang-orang yang berbahagia, bahkan mereka menyatakan bahwa diri merekalah yang mendapat petunjuk sedangkan orang-orang beriman adalah orang-orang yang sesat dengan mengadakan kedustaan terhadap Allah Subhaanahu wa Ta'aala serta berani berkata terhadap-Nya tanpa ilmu.

Tafsir Kemenag

Dan tidak hanya mengejek orang beriman di jalan, apabila orang-orang yang berdosa dan kafir kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria karena telah menertawakan orang beriman. Mereka dengan riang menceritakan kepada kaumnya hinaan dan ejekan yang telah mereka lakukan kepada kaum mukmin. Dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. 32. Dan apabila mereka yang berdosa dan kafir itu melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, 'sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat karena telah beriman kepada Muhammad dan meninggalkan keyakinan nenek moyang mereka. '.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018