Surat Al-Muthaffifin Ayat 29

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

Arab Latin: Innallażīna ajramụ kānụ minallażīna āmanụ yaḍ-ḥakụn

Terjemahan Arti: Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

TERJEMAH TAFSIR

29-33. Sesungguhnya orang orang yang gemar berbuat dosa itu adalah orang orang yang dulu di dunia mengejek orang orang yang beriman. Bila orang-orang beriman lewat di dekat mereka,mereka saling memberi isyarat sebagai ejekan bagi mereka. Bila orang-orang yang gemar berbuat dosa itu pulang kepada keluarga dan kerabat mereka,mereka terus mengejek orang orang yang beriman, Bila orang orang kafir itu melihat para sahabat Muhammad yang telah mengikuti hidayah, mereka berkata, “sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tersesat karena mengikuti Muhammad.” Padahal para pendosa itu tidak diutus untuk mengawasi para sahabat Muhammad sholallohu alaihi wasallam.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

29. Sesungguhnya orang-orang kafir dari golongan pembesar Makkah yang sebelumnya mereka beriman yang di dunia sibuk mengolok-olok. Di antara pembesar orang-orang kafir adalah Abu Jahal dan Walid bin Mughirah dan ‘Ash bin Wail As Sahmi. Mereka mentertawakan Amar, Shuhaib dan Bilal dan lainnya dari golongan orang Islam yang miskin

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

29-33. Allah sebutkan orang-orang yang banyak melakukan dosa di dunia dan mereka menyimpang, mencemooh dan tertawa (mengejek) kepada siapa yang mereka beriman. Dan ketika mereka (para pendosa) kembali kerumah-rumah mereka, mereka menggunjing, asik membicarakan (ahli iman), mencela dan mencemooh mereka ahli ibadah yang beriman kepada Allah. Dan jika mereka (ahli syirik) bertemu dengan ahli iman mereka berkata : Mereka ini adalah orang-orang yang tersesat, manusia akan kehilangan arah (petunjuk) jika menjadi pengikut mereka. Dan mereka (para pendosa) akan dibangkitkan (dan dibalas) atas perlakuannya kepada orang-orang muslim yang taat menjaga amalan-amalan mereka.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dari orang-orang kafir yaitu mereka yang dahulu menertawakan orang-orang beriman dan mengejeknya.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

29-36 . Dunia bukanlah akhir dari segala perjalanan : { إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ } tatkala orang-orang berdosa menertawakan orang-orang beriman atas ketaatan mereka didunia kepada Allah, maka pada hari kiamat keadaan akan terbalik orang-orang beriman akan menertawakan orang-orang kafir pula atas azab yang ditimpakan kepada mereka.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

Ayat 29-33
Pada saat menjelaskan balasan orang-orang yang berdosa dan balasan orang-orang yang berbuat baik, Allah menyebutkan adanya perbedaan besar antara keduanya. Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang berdosa ketika berada di dunia menguasai dan mencibir orang-orang yang beriman, “menertawakan” mereka dan “saling mengedip-ngedipkan matanya,” ketika berpapasan dengan mereka, seraya merendahkan dan meremehkan. Meski demikian, kau lihat mereka tenang dan sama sekali tidak terlintas rasa takut di benak mereka. “Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya,” di pagi dan di sore hari, “mereka kembali dengan gembira,” yakni bersuka cita dan inilah ketertipuan terbesar. Mereka menyatukan antara puncak perlakuan pada orang lain sedangkan mereka merasa aman di dunia hingga seolah-olah telah datang kitab dan janji dari Allah untuk mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang berbahagia. Mereka memutuskan pada diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang yang mendapatkan petunjuk sedangkan orang-orang yang beriman adalah orang yang sesat seraya berdusta atas nama Allah dan berani berkata-kata tentang Allah tanpa ilmu. Allah berfirman, “Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk menjadi penjaga bagi orang-orang Mukmin,” yakni tidaklah mereka diutus untuk menjaga orang-orang beriman, yang ditugaskan menjaga amal perbuatan mereka hingga mereka bisa menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah orang-orang sesat. Hal ini mereka lakukan karena pembangkangan dan sikap bermain-main yang tidak memiliki landasan dan bukti nyata.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا } Sesungguhnya orang-orang kafir { كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ } ketika didunia merka menertawakan orang-orang beriman, mereka merendahkan dan meremehkan orang-orang beriman, padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang bodoh, mereka adalah para penganiaya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, ”Maknanya: yang melakukan kejahatan yaitu kemaksiatan dan pelanggaran, كَانُوا dahulu di dunia مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ “adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.” Dalam rangka menghina, mengejek dan meremehkan mereka

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan balasan orang-orang yang berdosa dan balasan orang-orang yang beriman serta menerangkan perbedaan besar antara keduanya, maka Dia memberitahukan bahwa orang-orang yang berdosa itu adalah mereka yang dahulu di dunia menertawakan orang-orang mukmin dan mengolok-olok mereka, bahkan ketika orang-orang mukmin lewat, maka mereka mengedipkan matanya sambil menghinanya.

Sambil mengolok-olok mereka.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Berbeda dari orang-orang berbakti yang selalu beriman dan beramal saleh, sesungguhnya orang-orang yang berdosa dan kafir adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, terutama yang fakir dan miskin. Mereka beranggapan bahwa agama yang benar adalah yang banyak diikuti oleh kaum bangsawan dan kaya. 30. Dan apabila mereka, yakni orang-orang yang beriman, melintas di hadapan mereka yang berdosa dan kafir itu, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya sebagai tanda ejekan terhadap mereka.

Tafsir Ringkas Kemenag

Tafsir Juz Ama 29 Qs. Al Muthaffifin Ayat 29 Isi Kandungan Surah Al Muthaffifin Ayat 29