Surat Al-Muthaffifin Ayat 28

Text Bahasa Arab dan Latin

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Yaitu mata air yang disipkan untuk minuman orang orang yang di dekatkan (Kepada ALLAH),mereka menikmatinya.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Mata air ( tasnim ) berada di ketinggian pada salah satu bagian di surga, sungai yang mengalir dari ketiggian surga itulah para penghuni surga ( al-muqorrobun ) mengambil air untuk mereka minum, karena orang beriman itu terbagi menjadi tiga tingkatan :

TIngkatan pertama : ( فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ ) yaitu mereka yang menzholimi diri mereka ; dan mereka adalah para pelaku ( كبائر ) dosa-dosa besar, Allah mengampuni atau menghukum mereka tergantung seberapa berat dosa kemaksiatan mereka, lalu kemudian masuk ke surga, ya.. mereka telah menzholimi diri mereka sendiri, tapi sebenarnya mereka telah menyatakan keimanan mereka kepada Allah ﷻ , dan mereka bukan dari kaum kuffar karena dosa-dosa besar ( berbuat syirik ), maka masih ada sifat keimanan dalam diri mereka .

TIngkatan yang kedua : ( وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ ) mereka yang melakukan amalan shalih tapi masih belum maksimal dalam melaksanakannya serta menjauhi kemaksiatan, sedangkan orang yang menzholimi diri mereka sendiri yaitu orang-orang yang beramal shalih, tapi bersama keimanan dan amalan shalih mereka, mereka juga gemar melakukan perbuatan tidak terpuji atau kemaksiatan.

Tingkatan yang ketiga : ( المقربون ) dan inilah tingkatan yang paling tinggi { وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ } yaitu mereka yang beramal shalih dengan maksimal, melaksanakan kewajiban yang diperintahkan, dan menjauhi segala kemaksiatan dan perbuatan yang diharamkan dalam islam.

المقربون : yaitu mereka yang melaksanakan semua kewajiban dan sunnah Rasulullah, mereka juga meninggalkan semua hal-hal diharaman dalam islam serta hal-hal yang dimakruhkan, mereka melakukan semua kebaikan dengan maksimal, maka kedudukan mereka disisi Allah lebih tinggi dari tingkatan yang lainnya, Allah ﷻ berfirman : { ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَ } ( Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami ) yakni Al-Qur'an, { فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ } ( lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri ) dengan kitab ini, { وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ } ( dan di antara mereka ada yang pertengahan ) yakni mereka hanya melaksanakanyang wajib saja dan meninggalkan yang diharamkan saja, { وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ} ( dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah ) yaitu mereka yang melaksanakan kewajiban dan sunnah Rasul dan meninggalkan yang diharamkan juga yang dimakruhkan, { ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ } ( Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. ) , { جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ } ( (Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera. ) [ Fathir : 32-33 ].

{ عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ } Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa mata air "tasnim" adalah mata air yang darinya "al-muqorrobun" minum air yang murni tanpa adanya campuran lain, dan itulah mata air yang paling tinggi tingkatannya, sedangkan "الأَبرار / al-abror " mereka akan minum dari air yang bercampur dengan jenis air lainnya, mereka akan minum dari khamar yang bercampur dengan mata air "tasnim".




Tafsir Hidayatul Insan

Mereka yang dekat kepada Allah adalah manusia yang paling tinggi kedudukannya dimana minuman mereka adalah minuman penduduk surga yang paling utama.

Tafsir Kemenag

Tasnim adalah mata air surga yang berada di ketinggian dan berkualitas tinggi pula. Itulah mata air yang diminum oleh mereka yang dekat kepada Allah karena sungguh-sungguh beriman dan beramal saleh. Inilah salah satu penghargaan tertinggi yang Allah berikan kepada mereka. 29. Berbeda dari orang-orang berbakti yang selalu beriman dan beramal saleh, sesungguhnya orang-orang yang berdosa dan kafir adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, terutama yang fakir dan miskin. Mereka beranggapan bahwa agama yang benar adalah yang banyak diikuti oleh kaum bangsawan dan kaya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018