Surat Al-Infitar Ayat 19

Text Bahasa Arab dan Latin

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari itu,tidak ada seorangpun yang bisa memberi manfa’at kepada orang lain. Segala urusan pada hari itu hanya milik Allah semata, tidak ada yang mengalahkan NYA, tidak ada yang berkuasa atas NYA, dan tidak ada yang menentang NYA.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Pada hari itu tidak seorangpun berdaya untuk menolong orang lain, kerabat tidak mampu untuk menolong kerabat lainnya, seseorang tidak mampu menolong temannya, setiap jiwa akan sibuk dengan urusan dirinya masing-masing.

Setiap jiwa akan mengurusi drinya sendiri, setiap mereka akan mempertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing, sedikitpun tidak akan meilirik ke saudaranya yang lain, dan tidak pula mereka akan meminta pertolongan dari orang lain sebagaimana ketika didunia, semua itu terjadi disebabkan dahsyatnya peristiwa pada hari pembalasan itu.

{ يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا } Bahkan seorang Ayah pun tidak akan berdaya menolong anaknya sendiri, juga sebaliknya anak tidak berdaya untuk memberi perhatian dan pertolongan kepada Ayahnya sendiri, siapapun tidak akan mampu dan tidak akan sibuk dengan urusan orang lain, hanya amalan sholah lah yang akan menjadi penolongnya pada hari itu.

{ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ } dan segala urusan pada hari itu dibawah pengawasan Allah ﷻ, maka bagaimana mungkin manusia mengingkari adanya hari pembalasan, segala urusan hamba berada ditangan penciptanya.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita surga-Nya dan menerima segala amal shalih kita.

Tafsir Hidayatul Insan

Meskipun orang lain itu kerabat atau kekasihnya. Masing-masing sibuk mengurus dirinya sendiri.

Dialah yang memutuskan masalah di antara hamba-hamba-Nya, Dia akan mengambil hak dari orang yang zalim untuk orang yang dizalimi, wallahu a’lam.

Tafsir Kemenag

Hari pembalasan itu adalah pada hari ketika seseorang sama sekali tidak berdaya menolong orang lain. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan amalnya sendiri. Hanya iman dan amal saleh yang mampu menyelamatkan seseorang dari siksa neraka. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. Dialah penguasa tunggal; tidak ada penguasa lain selain dia. 1. Pada permulaan surah ini Allah memberi peringatan keras kepada mereka yang berbuat curang dalam timbangan dan takaran. Celakalah bagi orang-orang yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar sehingga merugikan banyak orang!.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018