Surat Al-Infitar Ayat 14

Text Bahasa Arab dan Latin

وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

Tafsir Al-Muyassar

Dan sesungguhnya orang orang durhaka yang melalaikan hak-hak Allah dan hak-hak para hamba NYA berada di neraka jahim,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka berada dalam azab dunia, dan azab kubur, dan di akhirat mereka akan mendapati diri mereka penuh dengan azab dan siksaat, dalam diri mereka penuh dengan siksaan, hati mereka terasa sempit dan tertekan, hati mereka penuh dengan kegelisaan, bahkan diantara mereka ada yang bunuh diri karena merasa berada dalam siksaan didunia, itulah keadaan orang-orang durhaka didunia.

Dan didalam kubur api menyala-nyala diatas mereka, kubur mereka menjadi lubang dari lubang neraka.

Dan pada hari kiamat mereka ditempatkan di neraka jahannam, mereka selalu berada dalam siksaan.

Maka jangan dibayangkan bahwa mereka akan mendapat azab dan siksaan hanya ketika kiamat itu tiba, akan tetapi didunia pun mereka disiksa, hidup mereka penuh dengan siksaan dan kesempitan, Allah berfirman : { وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ } ( Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. ) [ Thaha : 124 ] , penghidupan yang sempit, dan mereka menyangka bahwa mereka sedang berada dalam limpahan harta, akan tetapi hati mereka terasa sempit dan tersiksa.

Tafsir Hidayatul Insan

Yaitu mereka yang tidak memenuhi hak Allah dan hak hamba-hamba-Nya; yang buruk hati dan amalnya.

Yakni azab yang pedih, baik di dunia, di alam barzakh maupun di akhirat.

Tafsir Kemenag

Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka kepada Allah, enggan menaati-Nya, bahkan mengingkari, mendurhakai, dan menyekutukan-Nya, benar-benar berada dalam neraka yang penuh siksaan yang sangat mengerikan. 15. Mereka yang durhaka itu masuk ke dalamnya pada hari pembalasan, di mana semua manusia harus mempertanggungjawabkan tiap detail perbuatannya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018