Surat Al-Infitar Ayat 9

Text Bahasa Arab dan Latin

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

Tafsir Al-Muyassar

Perkaranya bukan sebagaimana yang kalian ucapkan,bahwa kalian berhak menyembah selain Allah,sebaliknya kalian mendustakan hisab dan pembalasan.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Perkara yag membawa manusia pada kekufuran dan penolakan terhadap keimanan, justru membuat mereka mendustakan agama Allah, mereka juga mengingkari adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, sebagaimana yang dikatakan orang-orang musyrik, dan Allah mengabdikan perkataan mereka dalam Al-Qur'an : { وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ } ( Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”. ) [ Al-An'am : 29 ] orang-orang kafir menyangkal akan adanya hari kebangkitan, mereka mengatakan : itu tidak mungkin akan terjadi, dan sesungguhnya manusia jika telah menjadi mayat didalam kuburnya maka tidak akan hidup lagi selamanya.

Bukankah Dia yang menciptakan manusia mampu membangkitkan mereka kembali ? dalam pandangan yang sering di gunangan oleh orang-orang yang berakal : bahwasanya sesuatu yang diadakan kembali lebih mudah daripada mewujudkannya pertama kali, dan Allah mengatakan : { وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ } ( Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; ) [ Ar Rum : 27 ] segala sesuatu adalah sangat kecil bagi-Nya, Allah juga berfirman : { وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ , قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ } [ Yaa Siin : 78-79 ] Dia berkuasa diatas segala sesuatu, kenapa kalian tidak memikirkan hal ini lebih awal, dan pada akhirnya kalian menyangkal ? bahkan kalian mendustakan Allah ﷺ, juga mendustakan Rasul-Nya dalam perkara kebangkitan manusia setelah kematian.

{ كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ } maksud dari الدين dalam ayat ini adalah : hari pembalasan, jikalau sekiranya manusia mau membanyangkan dan menyadari bahwa mereka akan dihisab atas semua yang telah mereka lakukan niscaya mereka akan mempersiapkan diri mereka dengan sebaik-baiknya, akan tetapi mereka melupakan hal itu, maka Allah berfirman : { إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ } ( Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. ) [ Shad : 26 ], mereka mendustakan hari perhitungan, oleh karena itu mereka bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan, mereka melalaikan dan meremehkan perintah Allah, mereka melakukan segala kejahatan dan kemaksiatan serta kesyirikan dan kekufuran, karena mera tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan dihisab di hari kiamat kelak, mereka mengira bahwa perbuatan mereka akan dilupakan dan diabaikan, sungguh mereka itu berada dalam kebinasaan.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni meskipun kamu sudah dinasihati dan diingatkan berkali-kali, namun kamu masih saja mendustakan hari pembalasan. Padahal amal kamu pasti akan dihisab, dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah mengangkat para malaikat yang mulia yang mencatat ucapan dan amalmu; mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Kemenag

Sekali-kali jangan begitu; janganlah kamu berbuat durhaka! bahkan kamu mendustakan hari pembalasan meski bukti-bukti yang menerangkan keniscayaannya telah kamu saksikan dengan nyata. 10. Dan mengapa kamu mendustakan hari pembalasan, padahal sesungguhnya bagi kamu ada para malaikat yang mengawasi semua perbuatanmu.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018