Surat Ali ‘Imran Ayat 90

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بَعْدَ إِيمَٰنِهِمْ ثُمَّ ٱزْدَادُوا۟ كُفْرًا لَّن تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلضَّآلُّونَ

Arab-Latin: Innallażīna kafarụ ba'da īmānihim ṡummazdādụ kufral lan tuqbala taubatuhum, wa ulā`ika humuḍ-ḍāllụn

Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

« Ali 'Imran 89Ali 'Imran 91 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Tentang Surat Ali ‘Imran Ayat 90

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 90 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah menarik dari ayat ini. Didapatkan sekumpulan penjelasan dari banyak ahli ilmu terhadap kandungan surat Ali ‘Imran ayat 90, misalnya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya orang-orang kafir setelah keimanan mereka dan mereka terus menerus diatas kekufuran sampai mati, tidak akan diterima taubat mereka ketika kematian datang, dan mereka adalah orang-orang yang tersesat jalan, maka mereka menyalahi manhaj Nya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

90-91. Allah mengancam orang-orang yang murtad kemudian kekafirannya bertambah dengan memusuhi orang-orang beriman, bahwa Allah tidak akan menerima taubatnya, sebab mereka telah sesat dan bersikeras dalam kesesatannya. Demikian pula dengan orang yang mengingkari kenabian Muhammad dan mati dalam keadaan tersebut, Allah tidak akan menerima dari mereka emas sepenuh bumi untuk menebus diri mereka dari azab; mereka akan mendapat azab yang pedih, dan mereka tidak akan mendapat penolong yang dapat membebaskan mereka darinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

90. Sesungguhnya orang-orang yang kafir sesudah beriman dan larut dalam kekafirannya sampai mereka melihat kematian, maka taubat mereka tidak akan diterima ketika maut datang menjemput, karena kesempatannya sudah habis. Mereka itulah orang-orang yang tersesat dari jalan yang lurus menuju Allah -Ta'ālā-.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

90. ثُمَّ ازْدَادُوا۟ كُفْرًا ( kemudian bertambah kekafirannya)
Yakni dengan keteguhannya dalam kekafiran dan bertambahnya tipu daya mereka atas Islam dan pemeluknya.
Dan pendapat lain mengatakan ayat ini untuk orang-orang Yahudi yang kafir terhadap Nabi Isa, dan ketika datang kepada mereka Nabi Muhammad mereka kafir terhadapnya pula.

لَّن تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ ( sekali-kali tidak akan diterima taubatnya)
Yakni ketika kematiannya. Sebagaimana firman Allah:
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ الْـٰٔنَ
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang".

وَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الضَّآلُّونَ ( dan mereka itulah orang-orang yang sesat)
Yakni orang-orang yang tidak mendapat petujuk menuju apa yang terdapat kesalamatan bagi mereka didalamnya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

90 Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Muhammad sesudah mereka beriman kepada sifat-sifatnya sebagaimana yang dijelaskan ayat sebelumnya, kemudian bertambah kekafirannya dengan memerangi, menyakiti dan membuat berbagai tipu daya kepada para pemeluk Islam, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya jika mereka masih kufur atau mati dalam keadaan kufur; dan mereka itulah orang-orang yang sesat dan melampaui batas keimanan dan kebenaran dari jalan keselamatan.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya orang-orang yang ingkar setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya} mereka melanjutkan kekufurannya sehingga mereka hancur karenanya {tidak akan diterima taubatnya dan mereka itulah orang-orang sesat


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

89-91. Kemudian Allah membuat pengecualian dari ancaman tersebut, yaitu orang-orang yang bertaubat dari kekufuran dan dosa-dosa mereka lalu mereka memperbaiki kekurangan-kekurangan mereka itu; maka Allah mengampuni mereka dari apa yang telah mereka lakukan dan memaafkan mereka dari segala hal yang telah lalu. Akan tetapi bagi mereka yang kufur dan tetap memilih kekufuran bertambah hingga ia meninggal dalalm kekufurannya tersebut, maka mereka itulah orang-orang yang tersesat dari jalan petunjuk dan mereka menempuh jalan kesengsaraan, dan dengan demikian mereka telah berhak mendapatkan siksaan yang pedih, dan mereka tidak memiliki penolong dari siksaan Allah walaupun mereka mengerahkan segala isi bumi berupa emas agar dapat menebus diri mereka darinya itu, tidak akan berguna bagi mereka sama sekali. Kepada Allah kita berlindung dari kekufuran dan segala macam bentuknya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 90-91
Allah SWT berfirman sembari mengancam dan memberikan peringatan kepada orang yang kembali kafir setelah dia beriman, kemudian dia bertambah dalam kekafiran, yaitu dia terus melakukan perbuatan kafir sampai mati. Allah juga memberitahu bahwa mereka tidak akan diterima taubatnya pada saat kematiannya. Sebagaimana firman Allah SWT: (Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih (18)) (Surah An-Nisa’) Oleh karena itu Allah berfirman di sini (sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat) yaitu keluar dari jalan yang benar menuju ke jalan kesesatan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa kaum yang masuk Islam, kemudian murtad, lalu masuk Islam lagi, dan setelah itu murtad lagi. Kemudian mereka mengutus orang dari kaum mereka untuk bertanya, lalu mereka menyebutkan hal itu kepada Rasulullah SAW tentang hal itu. Lalu turunlah ayat ini: (Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi) yaitu barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir, makan tidak akan ada kebaikan yang akan diterima darinya, meskipun dia memberikan seberat bumi emas sebagai tebusan, sebagaimana nabi Muhammad SAW ditanya tentang Abdullah bin Jad'an, yang biasanya memuliakan tamu, memerdekakan budak, dan memberi makan orang miskin. Apakah hal itu akan berguna baginya? Nabi SAW bersabda, “Tidak, karena dia tidak pernah berkata dalam sepanjang hidupnya: “Ya Allah, ampunilah dosaku pada hari kiamat.” Demikian pula, jika dia memberikan emas seberat bumi, itu pun tidak akan diterima darinya. Sebagaimana Allah berfirman (dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya) (Surah Al-Baqarah: 123), (tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at) (Surah Al-Baqarah: 254), (tidak ada jual beli dan persahabatan) (Surah Ibrahim: 31) dan (Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih (36)) (Surah Al-Maidah: 36). Oleh karena itu, di sini Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu) Kemudian (walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu) dihubungkan dengan yang pertama. Ini menunjukkan bahwa semua itu hal lainnya.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: "Akan dikatakan kepada seorang dari penghuni neraka di hari kiamat: “Bagaimana menurutmu jika kamu memiliki semua harta yang ada di bumi, apakah kamu akan menebus dirimu dengan itu?' Dia akan menjawab: “Ya, tentu.” Lalu Allah berfirman: “Aku telah meminta padamu sesuatu yang lebih mudah daripada itu, yaitu ketika Aku mengambil janji darimu di punggung leluhurmu Adam, untuk tidak mempersekutukanKu dengan sesuatu pun, namun kamu menolak dan mempersekutukanKu."
Oleh karena itu, Allah berfirman: (Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong) yaitu bahwa mereka tidak akan memiliki seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah, dan tidak ada yang dapat melindungi mereka dari hukumanNya yang pedih.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 90: Sesungguhnya mereka yang kufur sesudah beriman, kemudian bertambah kufur mereka, tidak akan diterima taubat mereka; dan mereka itu ialah orang-orang yang sesat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Menurut pengarang Tafsir Al Jalaalain, ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi. Namun menurut riwayat Al Bazzar dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun berkenaan beberapa orang yang masuk Islam, kemudian murtad, lalu masuk Islam lagi, kemudian murtad lagi (riwayat ini isnadnya jayyid).

Yakni kafir kepada Nabi Isa 'alaihis salam.

Setelah beriman kepada Nabi Musa 'alaihis salam.

Yakni kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Yakni ketika ajal telah di kerongkongan atau ketika mereka meninggal dalam keadaan kafir. Ada pula yang mengartikan bahwa Allah tidak memberi taufiq kepada mereka untuk bertobat. Hal ini disebabkan mereka tidak beriman ketika bukti kebenaran telah datang, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al Quran), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (terj. Al An'aam: 110)


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 90

Sungguh syarat diterimanya tobat adalah terus menerus dalam keimanan, karena itu, orang-orang yang kafir setelah beriman yaitu setelah melihat bukti-bukti kebenaran, bahkan kemudian bertambah kekafirannya dengan murtad, membuat kerusakan, dan menyakiti orang-orang islam, maka mereka tidak akan diterima tobatnya, karena tidak mungkin mereka bersikap tulus dan mereka itu adalah orang-orang yang sesat serta semakin jauh dari kebenaran. Sungguh, orang-orang yang kafir dan terus-menerus dalam kekafirannya hingga mereka mati dalam kekafiran, maka tidak akan diterima tebusan dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri-Nya dari azab Allah dengan harta tebusan-Nya itu. Sebab, mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong, karena saat itu hanya Allah yang bisa menolong. Ayat ini memberi pemahaman bahwa sebanyak apa pun infak seseorang itu tidak akan diterima jika perbuatan yang dilakukan tersebut justru akan menghapus pahala dari amal itu sendiri, seperti syirik.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah pelbagai penjabaran dari banyak ulama mengenai makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 90 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk ummat. Dukung dakwah kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Sering Dilihat

Terdapat berbagai topik yang sering dilihat, seperti surat/ayat: An-Nashr, Al-Lahab, Quraisy, An-Naziat, Al-Kahfi 1-10, Bismillah. Ada juga Yusuf, Al-Ma’idah 3, Al-Qari’ah, An-Nisa 59, Al-‘Ashr, Az-Zumar 53.

  1. An-Nashr
  2. Al-Lahab
  3. Quraisy
  4. An-Naziat
  5. Al-Kahfi 1-10
  6. Bismillah
  7. Yusuf
  8. Al-Ma’idah 3
  9. Al-Qari’ah
  10. An-Nisa 59
  11. Al-‘Ashr
  12. Az-Zumar 53

Pencarian: surah al baqarah ayat 216, ad dhuha beserta artinya, qs al araf ayat 26, al imran ayat 91, al alaw

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: