Surat Al-Infitar Ayat 5

Text Bahasa Arab dan Latin

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

Tafsir Al-Muyassar

Saat itu setiap jiwa mengetahui seluruh amalnya,apa yang dia kerjakan dan apa yang dia lakukan, semuanya akan di balas.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan ketika itulah setiap jiwa akan mengetahui semua perbuatan yang ia lakukan semasa hidupnya didunia, baik maupun buruknya, serta kebaikan-kebaikan yang ia lalaikan, maka setiap yang meninggal dunia pasti meninggalkan berbagai jejak kelakuan yang beragam, jika ia meniggalkan kebaikan amalan shalih maka kebaikan pula yang akan ia peroleh di akhirat nanti.

Dan jikalau ia meninggalakan keburukan-keburukan, meninggalkan berbagai macam jenis kekufuran dan kesesatan, proyek-proyek yang melanggar syariat islam dan menghasilkan berbagai macam kemaksiatan, maka tiada lain yang ia akan peroleh diakhirat selain balasan yang lebih buruk, maka kebaikan atau keburukan yang berlaku didunia akan mengikuti pelakunya sampai hari akhir nanti.

Oleh karena itu menjadi sebuah motifasi bagi setiap hamba agar memperbanyak amalan kebaikan didunia agar apa yang ia tinggalkan setelah wafatnya adalah jejak dan kenangan yang penuh dengan kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya juga bagi orang lain, Rasululah ﷺ bersabda : (( عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ )) "Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : “ Di mana anak Adam mati maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya".

Anak-anak yang sholeh yang ditinggal orangtuanya mereka meninggalkan kebaikan bagi anak-anak mereka, dan bagi mereka adalah pahala yang terus mengalir dari perbuatan anak-anak mereka.

Maka orang-orang yang meninggalkan segala kebaikan pada orang lain dan mereka pun melakukan sebagaimana yang yang pernah dilakukan oleh orang meninggalk tersebut bagi mereka pahala yang terus mengalir walaupun mereka itu didalam kubur menyendiri dan kebaikan itu akan peroleh pula pada hari yang Allah janjikan.

Sedangkan mereka yang semasa hidupnya banyak melakukan keburukan dan kemaksiatan, dan kemaksiatan itu kembali dilakukan oleh orang lain sepeninggalnya, maka sesungguhnya keburukan itu akan terus mengalir kepadanya walaupun setelah ia mati, Allah berfirman : { إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ } ( seungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan ) [ Yaa Siin : 12 ] . Kebaikan-kebaikan mereka dituliskan begitu pula yang mereka tinggalkan.

{ عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ } inilah hasil yang akan diperoleh setiap manusia dari kehidupannya didunia, dan pada hari kebangkitan itu setiap mereka akan mengetahui nasib diri mereka masing-masing, apakah mereka akan menjadi hamba yang bahagia ataukah mereka akan menjadi orang yang sengsara, semua itu terhgantung dari amalan shalih mereka.

Tafsir Hidayatul Insan

Ketika itu segala tutupan terbuka dan tampak segala sesuatu yang tersembunyi, dan setiap jiwa mengetahui apa yang akan diperolehnya berupa keuntungan atau kerugian. Ketika itu, orang kafir menggigit tangannya saat melihat amalnya sia-sia, timbangan kebaikannya sedikit, keburukan dihadapkan kepadanya dan mengetahui bahwa ia akan mendapatkan kesengsaraan yang kekal dan azab selama-lamanya. Dan ketika itu, orang-orang yang bertakwa mendapatkan keberuntungan, memperoleh kenikmatan yang kekal dan keselataman dari azab neraka.

Tafsir Kemenag

Maka pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui secara rinci amal baik atau buruk apa saja yang telah dikerjakan olehnya di dunia dan apa yang dilalaikan-Nya. Dia kemudian akan mendapat balasan atas perbuatannya tersebut. 6. Malaikat menyeru penuh heran, 'wahai manusia! apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap tuhanmu yang mahamulia, padahal dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik''

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018