Surat At-Takwir Ayat 20

ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy,

Tafsir Al-Muyassar

Pemilik kekuatan dalam melaksankan apa yang diperintahkan kepadanya, pemilik kedudukan tinggi dan mulia di sisi allah,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dialah Jibril yang Allah berikan kepadanya kekuatan, Allah berfirman dengan menyebutkan sifat Jibril, yaitu: { ذُو مِرَّةٍ } ( Yang mempunyai akal yang cerdas ) [ An Najm : 6 ] dan kata ( مِرَّةٍ ) juga berati kekuatan, dialah Jibril yang Kuat dan loyal, Allah memberikannya kekuatan yang super.

Dalam ayat ini beberapa sifat yang dimiliki oleh Malaikat Jibril :
{ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ } Jibril memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah ﷻ, dan dialah Malaikat yan paling dekat dengan Allah ﷻ, dan dia pula yang lebih mengetahui diantara para Malikat tentang Tuhannya di langit.

Itulah diantara sifat-sifat yang dimiliki oleh Jibril : Malaikat yang kuat perkasa, dan dekat dengan Allah, yakni kedudukannya disisi Allah tinggi.

Dan diantara Malaikat-malaikat Allah, pada hakikatnya mereka dekat dengan Tuhannya akan tetapi kedudukan mereka tidak setinggi kedudukannya dengan Jibril, seperti Malaikat "Arrubawiyyin" yaitu Malaikat yang membawa 'Arsy, dan juga Malaikat-malaikat lainnya yang bertugas membawa langit-lagit yang kokoh itu, para Malaikat-malaikat itu tidak semua dari mereka dalam satu kedudukan, tugas mereka pun berbeda satu sama lainnya, dan yang paling kuat diantara mereka adalah Jibril.



Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ “yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy,”ذِي قُوَّةٍ “yang mempunyai kekuatan” Allah mensifatinya dengan kekuatan yang besar, Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernih melihat wujud asli Jibril yang Allah ciptakan, ia memiliki 600 sayap yang menutupi seluruh ufuk langit karena keagungannya(1), ‘alaihissholaatu wassalaam, Firman-Nya: عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ “yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy” Maknannya: Di sisi pemilik ‘Arsy –Yaitu Allah Jalla Wa ‘Allaa- dan ‘Arsy di atas segala sesuatu, sedangkan di atas Arsy ada Rabb semesta alam, Allah Ta’ala berfirman: رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ “(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arasy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya”(QS. Ghafir: 15) Pemilik Arsy adalah Allah.
Firman-Nya: مَكِينٍ Maknanya: mempunyai kedudukan, yakni di sisi Allah Jibril memiliki kedudukan dan kemuliaan, oleh karenanya Allah memberikan keistimewaan dengan nikmat terbesar atas para hamba-Nya, yaitu nikmat wahyu. Sungguh kenikmatan jika kita perhatikan maka ia terbagi menjadi dua jenis: Nikmat yang sama antara hewan-hewan dengan manusia, yaitu nikmat jasmani makanan, minuman, menikah dan tempat tinggal, ini adalah kenikmatan yang sama antara manusia dan hewan. Manusia menikmati apa yang dimakan, diminum, menikah dan tempat tinggal, begitu juga hewan-hewan.
Dan kenikmatan dari jenis lainnya yang hanya dinikmati manusia, yaitu syari’at-syari’at yang diturunkan kepada para rasul, agar kehidupan manusia berlangsung seimbang, karena kehidupan manusia yang dengannya akan diperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat tidak mungkin akan lurus kecuali disertai syari’at. مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl: 97) sejatinya seorang mukmin yang mengamalkan amalan-amalan salehlah yang memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan pahala yang banyak di akhirat.
Demi Allah andai anda mengamati para raja dan anak-anaknya, mentri-mentri dan anak-anaknya, penguasa-penguasa dan anak-anaknya, orang-orang kaya dan anak-anaknya yang tidak beriman dan beramal saleh, andai anda mengamatinya dan mengamati orang-orang yang beriman dan beramal saleh pasti anda akan dapati kehidupan golongan yang kedua lebih baik, pikiran lebih tenang, dada lebih tentram, karena Allah ‘Azza Wa Jalla yang di Tangan-Nya kunci-kunci langit dan bumi yang langsung mencukupinya, Allah Ta’ala berfirman: مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik”(QS) Anda akan dapati seorang mukmin yang melakukan amalan-amalan saleh, hatinya gembira, dadanya tentram, meneriman ketentuan Allah dan takdir-Nya. Jika ia dikaruniakan kebaikan maka ia akan bersyukur kepada Allah, jika ia ditimpa sebaliknya ia akan menerima dan berbaik sangka kepada Allah, dan mengetahui bahwa yang menimpanya itu karena dosa-dosanya sendiri. Maka ia kembali kepada Allah Azza Wa Jalla.
Nabi ‘alaihissholaatu wassalaam bersabda:
عَجَبًا لِلْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّه خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْه سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَه، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضّرَّاءُ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“ Alangkah menakjubkannya seorang mukmin, sungguh semua perkaranya baik, ini tidak didapati kecuali hanya pada seorang mukmin, jika ia mendapatkan kegembiraan ia akan bersyukur, maka ini baik baginya, jika ia ditimpa musibah ia akan bersabdar, maka ini juga baik baginya ” (2) Benar yang diucapkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
Kalau begitu, maka nikmat terbesar yang Allah turunkan kepada manusia adalah nikmat agama yang dapat menopang kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
Kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat. Dalilnya Adalah firman Allah ‘Azza Wa Jalla di surat al-Fajr: يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي “Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."”(QS. Al-Fajr: 24) maka dunia ini tidak ada apa-apanya. Kehidupan yang hakiki sejatinya adalah kehidupan akhirat, orang yang beramal untuk akhirat maka ia akan hidup dengan kehidupan yang baik di dunia. Seorang mukmin yang mengamalkan amalan-amalan saleh, ia lah yang akan memperoleh dua kehidupan yang baik: kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, sedangkan orang kafir dia yang rugi dunia dan akhirat: قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ “Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”(QS. Az-Zumar: 15)

Tafsir Hidayatul Insan

Untuk melaksanakan perintah Allah ‘Azza wa Jalla. Di antara kekuatannya adalah dia (malaikat Jibril) mampu membalikkan negeri kaum Luth dan membinasakan mereka.

Jibril ‘alaihis salam adalah malaikat yang didekatkan dengan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, memiliki kedudukan yang tinggi di sisi-Nya di atas malaikat yang lain, dan mendapatkan keistimewaan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Kemenag

Kami turunkan Al-Qur'an melalui jibril yang memiliki kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk lain. Jibril mempunyai 600 sayap. Dengan sayap sebanyak itu jibril sanggup menembus langit ketujuh dengan kecepatan luar biasa. Itulah jibril yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki 'arsy, singgasana yang agung karena ketaatannya kepada Allah dan tugasnya yang sangat mulia sebagai pembawa wahyu. 21. Itulah jibril yang di sana, di alam malaikat, ditaati dan dipercaya atas wahyu yang disampaikannya.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018