Surat ‘Abasa Ayat 42

Text Bahasa Arab dan Latin

أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah orang-orang yang kafir kepada nikmat nikmat Allah, mendustakan ayat-ayat NYA, berani melakukan pelanggaran dengan melakukan apa yang Allah larang, dan bersikap angkuh

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Siapakah mereka yang disifati dengan sifat-sifat tersebut ?

Mereka itulah orang-orang kufur akan nikmat Allah ta'ala, serta mereka yang berbuat kejahatan dan kefasikan serta maksiat, mereka lah yang akan tertutupi wajahnya pada hari kiamat dengan debu dan kegelapan yang hina.

Surah ini sangat agung dan merupakan peringatan dan pelajaran yang membawamu seakan-akan kamu menyaksikan keadaan pada peristiwa yang agung itu, bukan hal yang biasa, itulah yang dijelaskan oleh Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya penjelasan, Al-Qur'an menjelasan segala sesuatu dengan benar dan tiada keraguan padanya, Al-Qur'an menerangkan bagaimaa keadaan kehidupan yang telah berlalu dan yang akan datang, Al-Qur'an bukanlah bagian dari cerita-cerita khayalan, atau kesimpulan dari kisah-kisah tak bermakna, melainkan AL-Qur'an adalah merupakan wahyu yang diturunkan oleh pencipta kehidupan dan kematian, Dia penguasa kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Dialah yang berbicara tentang segala apa yang terkandung didalam Al-Qur'an kemudian Dia wahyukan kepada Rasul-Nya Muhammad ﷺ, dan Kemudian Muhammad menyampaikan wahyu itu kepada ummat-Nya, dan saat ini telah berada di hadapan kita, lalu apakah kita merujuk kepadanya dan mentadabburi isinya, dan apkah kita mempelajari kemudian mengamalkan apa yang diperintahkan didalamnya, apakah kita takut dengan segala ancaman yang ada didalam Al-Qur'an ini ?

Semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk mengamalkan semua itu, dan menjadikan kita bagian dari para penjaga Al-Qr'an, semoga kita termasuk orang-orang yang selalu merindukan Al-Qur'an dengan mengamalkan isinya, dan mendapat petunjuk darinya, Nabi ﷺ berkata : ( وَالقُرْاَنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ ) "Al Qur’an itu bisa menjadi pembelamu atau musuh bagimu.” (HR. Muslim no. 223) jika kalian mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur;an maka ia akan menjadi penolong bagi kamu di hari kiamat nanti dan akan membawamu ke surga, Allah berfirman : { إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا , وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا } ( Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar , Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. ) [ Al-Isra' : 9-10 ] .

Tafsir Hidayatul Insan

Yaitu mereka yang kafir kepada nikmat Allah, mendustakan ayat-ayat-Nya dan berani mengerjakan larangan-larangan-Nya.

Tafsir Kemenag

40-42. Dan di sisi yang lain pada hari itu ada pula wajah-wajah manusia yang tertutup debu, pucat pasi, menghitam, dipenuhi kecemasan serta ketakutan yang sangat, tertutup oleh kegelapan akibat ditimpa kehinaan dan kesusahan. Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. Mereka tidak beriman, tidak bersyukur, dan tidak pula beribadah kepada-Nya, bahkan sering berbuat maksiat. Demikianlah kesudahan umat manusia di akhirat nanti. 1-7. Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama ' disebutkan dari ayat 1 s. D. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup. Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit. Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan. Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya. Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan. Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya. Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018