Daftar Isi > 'Abasa > ‘Abasa 35

Surat ‘Abasa Ayat 35

وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ

Arab-Latin: Wa ummihī wa abīh

Artinya: Dari ibu dan bapaknya,

« 'Abasa 34'Abasa 36 »

GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Pelajaran Menarik Tentang Surat ‘Abasa Ayat 35

Paragraf di atas merupakan Surat ‘Abasa Ayat 35 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran menarik dari ayat ini. Terdapat beberapa penjelasan dari banyak ahli tafsir terhadap isi surat ‘Abasa ayat 35, sebagiannya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

33-37. Saat teriakan kebangkitan pada hari kiamat datang yang karena suaranya keras terdengar oleh semua telinga, Saat itu manusia berlari dari saudaranya, Ibu dan bapaknya, Istri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu punya urusan yang membuatnya tidak mengurusi orang lain.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

35. Juga lari dari ibu dan bapaknya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

34-35. Diawali dengan saudara, diantara kebiasaan orang Arab mereka memulai penyebutan sesuatu karena pentingnya kedudukan yang ada pada sesuatu itu, dan hikmahnya adalah bahwasanya memulai sesuatu dapat dilakukan pada kedudukan apapun dengan menyesuaikan keadaannya, oleh karena itu terkadang memulai suatu perkara dilakukan dengan mengutamakan derajat yang tinggi, dan terkadang pula dilakukan dengan mengutamakan derajat yang rendah, adapun pada perkara yang disebutkan dalam ayat ini dimulai dari derajat yang rendah, karena tujuan utamanya adalah menjelaskan bagaimana larinya sesorang dari kerabatnya dengan mengurutkan dari derajat yang paling rendah secara bertahap, adapun jika disebutkan dari kerabat yang paling dekat maka tatkala disebutkan kerabat yang paling jauh setelahnya tidak menggambarkan faidah yang banyak, karena dapat disimpulkan bahwasanya sesorang jika lari dan menjauh dari kerabatnya yang paling dekat, maka tentulah dia akan melakukan hal yang sama pada kerabatnya yang paling jauh.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

34-36. Hari itu adalah hari ketika manusia meninggalkan saudaranya, karena tidak mau mau dimintai tolong. Mereka juga meninggalkan ayah, ibu, istri, dan anak-anak laki-lakinya. Meskipun yang hubungannya paling dekat dengan mereka. Mereka semua sibuk dengan urusannya sendiri untuk menyelamatkan diri


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

(dari) ibu dan bapaknya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat 33-42
Maknanya, bila teriakan Hari Kiamat tiba, yang memecahkan telinga karena huru-haranya dan menggetarkan jiwa pada hari itu karena huru-hara yang disaksikan, serta amat memerlukannya manusia pada amal perbuatannya terdahulu, seseorang akan lari meninggalkan orang yang paling mulia baginya dan yang paling disayanginya. Seseorang akan lari meninggalkan saudara, ibu, ayah, istri, dan anaknya. Hal itu terjadi karena “setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya,” yakni disibukkan oleh diri sendiri dan sibuk untuk membebaskan dirinya, sehingga ia tidak bisa beralih pada yang lain. Pada hari itu, manusia terbagi menjadi dua golongan; orang-orang bahagia dan orang-orang sengsara.
Orang-orang wajahnya “pada hari itu berseri-seri,” yakni nampak berseri dan indah, karena tahu keberhasilan dan kemenangan mereka mendapatkan berbagai nikmat, “tertawa dan gembira ria. Dan banyak (pula) muka,” orang-orang sengsara “pada hari itu tertutup debu,” wajah mereka hitam pekat karena berputus asa dari segala kebaikan dan mengetahui kesengsaraan dan kebinasaannya. “mereka itulah,” orang-orang dengan sifat seperti itu “orang-orang kafir lagi durhaka,” yakni orang-orang yang kufur tehadap nikmat Allah, mendustakan ayat-ayatNya dan berani menerjang larangan-laranganNya.
Semoga Allah memberikan kita ampunan dan keselamatan. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Apakah ada diantara manusia orang yang lebih mengasihi dan menyayangi anakanya selain ibu dan bapaknya ?

Yaitu saudaranya sendiri karena dialah yang membatunya dalam kesusahan.
Dan juga ibu dan bapakanya; karena dialah yang mengasihinya dan menyayanginya sebaik-baiknya kasih sayang, akan tetapi ketika kiamat itu tiba tidak seorang pun dari mereka yang mampu menyelamatkan satu sama lainnya, seorang ibu tidak mampu menyelamatkan anaknya sendiri, begitupun dengan ayah tidak mampu menyelamatkan keluarganya, pada hari itu tidak ada rasa kasih sayang dan rasa kepedulian diantara manusia.


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ " dari ibu dan bapaknya, " Ibu dan bapak secara langsung, kakek-kakek, nenek-nenek juga. Ia akan lari dari mereka semuanya.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat ‘Abasa ayat 35: 33-37. Kemudian Allah tutup surat ini dengan kejadian-kejadian pada hari kiamat, Allah berkata : Dan ketika datang (secara pasti) hari kiamat dengan suara yang memekikkan telinga, maka pada hari itu (orang-orang kafir) akan menyesal. Pada hari semua manusia berlarian dari seseorang yang dicintainya. Semuanya (seolah-olah) berkata : “Yang terpenting adalah diriku…diriku”. Ia lari dari saudara-saudaranya, ibunya, bapaknya, istrinya, dan anak-anaknya. Setiap manusia pada hari itu sibuk dengan urusan masing-masing.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat ‘Abasa Ayat 35

34-37. Yaitu pada hari itu manusia lari dari orang yang dicintainya, seperti saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya yang melindungi dan mengayominya, dan dari istri dan anak-anaknya yang selalu bersamanya, maka setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Semua ingin menyelamatkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Mereka takut dan cemas atas apa yang terjadi di hadapan mereka dan khawatir akan nasib mereka


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian beberapa penafsiran dari berbagai mufassirun berkaitan kandungan dan arti surat ‘Abasa ayat 35 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk ummat. Bantu usaha kami dengan memberikan hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Dapatkan pahala jariyah dengan mengajak membaca al-Qur'an dan tafsirnya. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis

Rahasia Rezeki Berlimpah

Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Alhamdulillaah, kini semakin mudah membaca Al-Quran dengan tafsirnya. Tinggal klik link yang berwarna biru, pilih surat dan ayat yg mau dibaca, maka akan keluar tafsir lengkapnya.
 
*Klik » tafsirweb.com/start*
 
Dapatkan pahala jariyah dengan share info berharga ini

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah: