Surat ‘Abasa Ayat 22

Text Bahasa Arab dan Latin

ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian jika Allah berkehendak Dia akan menghidupkan kembali dan membangkitkannya untuk menghadapi perhitungan amal dan balasan.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian jika Allah menghendaki, maka Dia pun membangkitkan maya-maya itu kembali dari kuburnya, agar mereka kemudian beranjak pergi menuju hari dihitungnya amal-amal mereka, yang kemudian mereka akan mendapati balasan terhadap amalan-amalan mereka dengan surga atau neraka, dan yang menentukan nasib mereka adalah amalan yang mereka lakukan didunia.

Lalu tidakkah Allah telah melimpahkan kepada orang-orang kafir rezeki yang banyak, Dialah yang memeberi mereka makan dan minum, dan melindungi mereka dengan pakaian padahal mereka adalah kaum kuffar, itu disebabkan karena mereka adalah hamba Allah, itulah kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya, dan Allah tidak menghlangkan hak-hak hamba-Nya atas-Nya walaupun dia adalah kafir. kecuali pada hari akhir yang merupakan waktunya pembalasan atas apa yang dilakukan setiap hamba ketika didunia, jika sesorang mendapat balasan yang tidak ia inginkan, maka itu disebabkan oleh dirinya sendiri yang menyusahkan dirinya ketika didunia, yaitu dengan enggannya dia memenuhi perintah Tuhannya dan melakukan segala apa yang dilarang oleh-Nya. Allah berfiman : { فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } ( Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. ) [ Yaasiin : 54 ], begitu adilnya Allah terhadap hamba-Nya dengan memberikan hak mereka yang berbuat kebaikan dan membalas perbuatan para pembuat maksiat terlebih lagi mereka yang berbuat kekufuran, dan Allah sama sekali tidak menzholimi mereka sekalipun.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni membangkitkannya setelah mati untuk diberikan balasan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala Dialah yang sendiri mengatur manusia dengan pengaturan-pengaturan ini, namun manusia belum melaksanakan perintah Allah dan apa yang diwajibkan-Nya, bahkan selalu meremehkan sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya.

Tafsir Kemenag

Setelah manusia berada di alam barzakh sekian lama, kemudian jika dia menghendaki, dia akan membangkitkannya kembali di hari kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. 23. Allah telah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, namun banyak dari mereka enggan bersyukur, bahkan berbuat maksiat. Sungguh suatu hal yang mengherankan. Sekali-kali jangan berbuat demikian; dia itu belum melaksanakan apa yang dia perintahkan kepadanya, yaitu beriman, beribadah, dan menaati aturan-Nya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018