Surat Ali ‘Imran Ayat 70

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

Arab-Latin: Yā ahlal-kitābi lima takfurụna bi`āyātillāhi wa antum tasy-hadụn

Artinya: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

« Ali 'Imran 69Ali 'Imran 71 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Terkait Surat Ali ‘Imran Ayat 70

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 70 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasikan beraneka penjelasan dari banyak mufassir terkait isi surat Ali ‘Imran ayat 70, di antaranya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai ahli taurot dan injil kenapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah yang telah Dia turunkan kepada rosul-rosul Nya dalam kitab-kitab kalian, dan di dalamnya disebutkan bahwasanya Muhammad adalah rosul yang ditunggu. Dan apa yang dia bawa kepada kalian adalah kebenaran, dan kalian mempersaksikan hal itu? Akan tetapi kalian mengingkariya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

70. Allah mengingkari orang-orang Yahudi dan Nasrani: “Mengapa kalian mendustakan al-Qur’an dan berbagai mukjizat yang diturunkan kepada Muhammad, padahal kalian mengetahui bahwa itu semua adalah benar?”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

70. Wahai orang-orang Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan pada kalian dan isi kandungannya yang menunjukkan adanya kenabian Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, sedangkan kalian tahu bahwa hal itu adalah kebenaran yang ditunjukkan oleh Kitab-kitab suci kalian?


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

70. بِـَٔايٰتِ اللهِ ( ayat-ayat Allah)
Yakni apa yang ada dalam kitab-kitab kalian berupa bukti-bukti kenabian Muhammad.

وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ ( padahal kamu menyaksikannya)
Yakni atas apa yang ada dalam kitab-kitab kalian tentang hal itu, dan kalian mengetahui bahwa itu adalah kebenaran.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

70 Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah yang turun kepada Muhammad, yang juga turun pada kitab kalian yang membenarkan kenabiannya, padahal kamu mengetahui kebenarannya bahwa dia Rasul dan Al-quran itu benar.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai Ahlul kitab, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kalian mengetahuinya


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

69-74. Ini merupakan karunia Allah atas umat ini dimana memberitakan kepada mereka tentang tipu daya musuh-musuh mereka dari Ahli KItab, dan bahwa diantara usaha keras mereka dalam menyesatkan kaum Mukminin adalah mereka memakai berbagai cara dalam perbuatan munkar mereka yang busuk. Sekelompok diantara mereka berkata, “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang,” yakni, di awal hari dan berpalinglah dari agama mereka kembali pada petang hari, dan bila mereka melihat kalian berpaling sedang mereka yakin kalian memiliki ilmu, itu akan membuat mereka ragu terhadap agama mereka, lalu mereka akan berkata, “Sekiranya mereka tidak melihat dalam agama ini apa yang tidak menarik bagi mereka dan tidak sesuai dengan kitab-kitab terdahulu, niscaya mereka pasti tidak akan berpaling.
Ini adalah tipu daya mereka. Dan Allah yang memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya, hanya di TanganNya segala karunia yang Dia khususkan buat siapa yang dikehendakiNya, lalu Allah mengkhususkan kalian wahai umat ini dengan sesuatu yang tidak Dia khususkan bagi umat selain kalian. Dan orang-orang yang berbuat tipu daya itu tidak mengetahui bahwa agama Allah itu adalah haq, yang apabila hakikatnya sampai kepada hati tidaklah akan bertambah waktubagi orang tersebut kecuali akan semakin bertambah pula keimanan dan keyakinan, dan syubhat-syubhat yang ada justru itu menambah kuatnya mereka berpegang teguh pada agamanya dan semakin bersyukur kepada Allah serta memujiNya, di mana Dia telah melimpahkan karuniaNya itu atasnya.
Dan perkataan mereka, “Dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Rabbmu,” artinya, bahwa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan-perbuatan kemungkaran adalah hasad, dengki, dan ketakutan akan dikalahkan dalam berdebat, sebagaimana Allah berfirman,
"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS-Al-Baqarah:109-


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 69-74
Allah SWT memberitahukan tentang hasad orang Yahudi terhadap orang-orang mukmin dan usaha mereka menyesatkan mereka (orang mukmin). Allah memberitahukan bahwa kejahatan yang mereka lakukan itu sebenarnya akan kembali pada diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut akan merugikan mereka. Kemudian Allah SWT berfirman mengungkapkan seraya mengingkari mereka, (Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya) (70)) yaitu kalian mengetahui kebenaran ayat-ayat itu dan mengakui kebenarannya. (Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya (71)) yaitu mengapa kalian menyembunyikan apa yang ada dalam kitab kalian tentang sifat-sifat nabi Muhammad SAW, padahal kalian menyadari hal itu dan mengakui kebenarannya? (Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran) (72)) Ini adalah tipu daya yang mereka rencanakan untuk menyesatkan orang-orang lemah di antara manusia dalam urusan agama mereka. Mereka berunding agar menunjukkan iman di permulaan siang hari, dan bersama-sama kaum muslim melaksanakan shalat Subuh. Namun, ketika menjelang akhir hari, mereka kembali pada agama mereka, sehingga orang-orang awam berpendapat bahwa alasan mereka kembali pada agama lamanya adalah karena mengetahui adanya kekurangan atau kecacatan dalam agama kaum muslim, karena itulah mereka berkata, (supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran))
Diriwayatkan Mujahid mengenai ayat ini, bahwa Dia memberitahukan tentang orang Yahudi, yaitu mereka shalat bersama Nabi SAW pada shalat Subuh, namun pada akhir hari mereka ingkar, sebagai bentuk rencana mereka, agar orang-orang melihat bahwa ada kesesatan dari beliau yang tampak bagi mereka setelah mereka telah mengikutinya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Ada kelompok dari Ahli Kitab yang mengatakan, “Jika kalian bertemu dengan para sahabat Muhammad di permulaan hari, maka berimanlah, dan jika pada akhir hari, maka shalatlah, agar mereka berkata, “Mereka adalah Ahli Kitab dan lebih berpengetahuan daripada kita.” Hal ini juga diriwayatkan dari Qatadah, As-Suddi, Ar-Rabi', dan Abu Malik.
Firman Allah SWT, (Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu) yaitu janganlah kalian merasa aman atau menunjukkan rahasia kalian dan apa yang ada pada kalian kecuali kepada mereka yang mengikuti agama kalian. Janganlah kalian menunjukkan apa yang ada pada kalian kepada orang-orang Muslim agar mereka mempercayai hal itu dan menggunakan itu sebagai hujjah terhadap kalian. Allah SWT berfirman, (Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk ialah petunjuk Allah) yaitu Dialah yang memberi petunjuk kepada hati orang-orang mukmin menuju keimanan yang paling sempurna dengan apa yang diwahyukan kepada hambaNya dan RasulNya, nabi Muhammad SAW, berupa ayat-ayat yang nyata, dalil-dalil yang jelas, dan hujjah yang terang. Jika kalian, wahai orang-orang Yahudi, menyembunyikan sifat-sifat Muhammad yang ada pada kalian dalam kitab-kitab kalian yang kalian warisi dari para nabi terdahulu.
Firman Allah, (Jika dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu) Mereka berkata, “Janganlah kalian menunjukkan apa yang ada pada kalian berupa pengetahuan kepada orang-orang Muslim. Biarkan mereka belajar dari kalian dan menjadi setara dalam pengetahuan dengan kalian, lalu mereka akan menjadi lebih utama dalam iman karena itu. atau mereka akan menggunakan pengetahuan itu sebagai hujjah terhadap kalian di hadapan Tuhan kalian, yaitu mereka akan mengambilnya sebagai dalil atas kalian dengan apa yang ada pada kalian. Dengan demikian, bukti-bukti akan ada di pihak mereka atas kalian, dan hujjah itu akan berlaku di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman, (Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu semua urusan berada dalam aturanNya, Dia memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dengan keiimanan, ilmu, dan pemahaman yang sempurna. Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki sehingga dia buta penglihatannya dan mengunci pendengarannya dan hatinya. milikNyalah hujjah yang sempurna dan karunia yang nyata (dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui" (73) Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar (74)) yaitu Dia telah memilih kalian, wahai orang-orang mukmin, dengan karunia yang tidak terhingga dan tidak dapat digambarkan dengan memberi kemuliaan kepada nabi kalian, nabi Muhammad SAW atas seluruh nabi-nabi dan telah memberikan petunjuk melalui beliau pada syariat yang paling lengkap.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 70: Hai Ahli Kitab! Mengapakah kamu kufur kepada ayat-ayat Allah, padahal kamu saksikan?


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Maksudnya: Apa yang menyebabkan kamu wahai Ahli Kitab, berbuat kafir kepada ayat-ayat Allah padahal kamu mengetahui bahwa pendirian kamu adalah batil, dan yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itulah yang benar?. Ayat ini merupakan larangan kepada mereka untuk menyesatkan diri mereka sendiri, dan pada ayat selanjutnya tedapat larangan bagi mereka menyesatkan orang lain.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 70

Sebagai pelengkap penghinaan terhadap mereka, ayat ini menyeru kepada ahli kitab. Wahai ahli kitab! mengapa kamu mengingkari ayatayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad, padahal kamu mengetahui kebenarannya melalui kitab kalian sendiri' setelah ayat sebelumnya menjelaskan sikap penolakan ahli kitab terhadap kebenaran yang dibawa rasulullah, maka ayat ini kembali menjelaskan perilaku buruk mereka yang lainnya, antara lain upaya penyesatan terhadap kaum muslim. Wahai ahli kitab, yahudi dan nasrani! mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul dengan kebatilan, yaitu dengan menutup-nutupi beberapa firman Allah yang termaktub di dalam taurat dan injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat oleh mereka sendiri, dan kamu menyembunyikan kebenaran tentang kenabian Muhammad yang tersebut dalam taurat dan injil, padahal kamu mengetahui tentang kebenaran itu serta akibatnya, yakni siksa yang sangat pedih'


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian variasi penjabaran dari berbagai ahli ilmu terhadap isi dan arti surat Ali ‘Imran ayat 70 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah bagi kita semua. Support kemajuan kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Banyak Dilihat

Kaji ratusan materi yang banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 285-286, Al-Lail, Maryam, Luqman 13, An-Naas, Al-Ma’idah 32. Ada juga Yasin 9, At-Taubah 40, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, Al-Fatihah 6, ‘Abasa, Al-Hujurat 10.

  1. Al-Baqarah 285-286
  2. Al-Lail
  3. Maryam
  4. Luqman 13
  5. An-Naas
  6. Al-Ma’idah 32
  7. Yasin 9
  8. At-Taubah 40
  9. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  10. Al-Fatihah 6
  11. ‘Abasa
  12. Al-Hujurat 10

Pencarian: yasin dan arti, tafsir surat ali imran ayat 110, surah al insan latin, surat yasin ayat 36 dan terjemahannya, surah al iqra latin

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: