Surat An-Nazi’at Ayat 5

Text Bahasa Arab dan Latin

فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

Tafsir Al-Muyassar

Para malaikat yang melaksankan perintah-perintah tuhan mereka terkait dengan tugas yang mereka emban dalam mengatur alam semesta, dan tidak boleh bagi makhluk untuk bersumpah dengan selain penciptanya,dan barang siapa melakukannya,maka dia berbuat syirik,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Juga merupakan golongan dari malaikat yang Allah perintahkan kepadanya untuk mengatur ( urusan ) dunia, maka setiap golongan dari para malaikat memiliki tugas khususnya masing-masing, ada yang betugas untuk mengatur turunya tetesan air hujan, ada juga yang bertugas mengatur kehidupan tumbuh-tumbuhan di bumi, ada yang bertugas menjaga dan membawa wahyu, dan dari mereka ada yang Allah tugaskan kepadanya mencabut nyawa, mereka adalah malaikat 'Izrail, dan Agen-agennya adalah malaikat maut, dan dari mereka juga ada yang bertanggung jawab untuk mengatur janin-janin yang ada dalam kandungan ibunya, seluruh pengaturan dan pengamanan didunia dilakukan oleh para malaikat dengan perintah Allah ta'ala.

Tafsir Hidayatul Insan

Allah Subhaanahu wa Ta'aala menugaskan kepada mereka untuk mengatur banyak urusan alam semesta, baik alam bagian bawah maupun alam bagian atas; mereka mengurus hujan, tumbuhan, angin, gunung-gunung, janin, hewan-hewan, surga, neraka dan lain-lain. Berikut ini di antara tugas-tugas malaikat:

- Jibril, ditugaskan menyampaikan wahyu.

- Mika’il, ditugaskan mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan.

- Israfil, ditugaskan meniup sangkakala. Tiupan pertama menghancurkan alam dan tiupan kedua membangkitkan makhluk yang sudah mati. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bagaimana saya bisa bersenang-senang sedangkan peniup sangkakala (Israfil) sudah memasukkan sangkakala ke mulutnya dan sudah mendapat ketetapan, kapan diperintah untuk ditiup.” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “Hadits hasan”)

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Malaikat Israfil juga di samping sudah menaruh sangkakala di mulutnya, dahinya sudah menunduk (tanda sudah siap meniup).

- Malaikat maut beserta para pembantunya, ditugaskan untuk mencabut nyawa.

- Munkar dan Nakir, ditugaskan untuk menanyakan manusia yang berada di kubur tentang Tuhannya, agamanya dan nabinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قُبِرَ أَحَدُكُمْ أَوِ الْإِنْسَانُ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لِأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَلِلْاخَرِ النَّكِيْرُ

"Apabila salah seorang di antara kamu atau seorang manusia dikubur, maka akan didatangi oleh dua malaikat berwarna hitam-biru, yang satu bernama Munkar, sedangkan yang satu lagi bernama Nakir." (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani, lih. Ash Shahiihah: 1391)

- Al Kiraamul Kaatibun (malaikat mulia pencatat amal), ditugaskan untuk mencatat amal manusia.

- Al Mu’aqqibaat (malaikat yang mengiringi manusia), ditugaskan untuk menjaga manusia dalam semua keadaan mereka secara bergiliran, ada malaikat yang bertugas di malam hari dan ada yang bertugas di siang hari, dan mereka berkumpul di waktu shalat Subuh dan Ashar.

- Ada juga malaikat yang ditugaskan menjaga surga.

- Ada malaikat yang ditugaskan menjaga neraka, mereka disebut malaikat zabaaniyah, pemukanya adalah malaikat Malik.

- Ada pula malaikat yang menjaga gunung.

- Ada pula malaikat yang berpindah-pindah mencari majlis dzikr (majlis ilmu).

- Ada pula malaikat yang berada di pintu-pintu masjid pada setiap hari Jum’at, mencatat siapa yang datang pertama, kedua, dst. Dan setelah khatib naik mimbar, mereka tutup catatan mereka.

- Ada pula malaikat yang bershaf-shaf beribadah dan bertasbih siang dan malam tanpa bosan-bosannya.

- Ada pula malaikat yang berkelana menyampaikan shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari umatnya.

- Ada pula malaikat yang dikirim kepada setiap janin, ditiupnya ruh ke dalam janin dan diperintahkan mencatat empat hal: amalnya, rezekinya, ajalnya dan apakah ia bahagia atau celaka.

- Ada juga malaikat ra’d (guruh) sebagaimana dalam hadits berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَقْبَلَتْ يَهُودُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا أَبَا الْقَاسِمِ أَخْبِرْنَا عَنِ الرَّعْدِ مَا هُوَ قَالَ مَلَكٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مَخَارِيقُ مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ فَقَالُوا فَمَا هَذَا الصَّوْتُ الَّذِي نَسْمَعُ قَالَ زَجْرُهُ بِالسَّحَابِ إِذَا زَجَرَهُ حَتَّى يَنْتَهِيَ إِلَى حَيْثُ أُمِرَ فَقَالُوْا صَدَقْتَ

Dari Ibnu Abbas ia berkata: “Pernah datang beberapa orang yahudi kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Abul Qaasim, beritahukanlah kami tentang guruh! Apa sebenarnya dia?” Beliau menjawab, “Dia adalah salah satu malaikat Allah yang ditugaskan mengurus awan mendung, di tangannnya ada beberapa sabetan dari api, digiringnya awan dengan sabetan itu ke tempat yang Allah kehendaki.” Mereka bertanya lagi, “Lalu apa suara yang kami dengar ini?” Beliau menjawab, “Penggiringannya kepada awan ketika dia menggiringnya sampai tiba ke tempat yang diperintahkan.” Orang-orang Yahudi berkata, “Engkau benar.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi 3/262 dan Ash Shahiihah no. 1872)

- Dll.

Tafsir Kemenag

1-5. Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberinya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka. Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, 'wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. ' demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkannya sepanjang waktu, dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu, dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah. 6. Sungguh, demi lima macam malaikat itu, kiamat pasti akan terjadi pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, menghancurkan gunung, mengubah lautan menjadi api, dan sebagainya. Setelah tiupan pertama ini semua makhluk hidup akan mati.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018