Surat Al-Qalam Ayat 50

فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ

Terjemah Arti: Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.

TAFSIR AYAT

50. Kemudian Allah memilihnya dengan memberinya nubuwwah untuk kedua kalinya dan menjadikannya termasuk dalam jajaran para nabi yang sempurna keshalihannya saat dikembalikan kepada kaumnya yang telah beriman.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

48-50. Bersabarlah wahai Nabi Allah atas celaan mereka orang-orang musyrik dan teruslah dengan dakwahmu, jangan menjadi seperti penghuni perut ikan besar itu, (ia adalah Yunus), yang ia jemu akan kaumnya setelah bersungguh-sungguh dalam mendakwahkan kepada kaumnya, maka setelah ia menyangka (karena sebab desakan / paksaan mereka agar supaya kafir, dan Yunus kokoh di atas imannya), maka adzab akan datang kepada mereka. Yunus pergi menuju ke laut untuk menaiki perahu hingga selamat dari intaian musibah karena sebab kaumnya. Dan ia (Yunus) tidak menunggu izin dari Allah. Oleh karena itu Allah menghukumnya dengan memasukkannya ke dalam perut ikan besar. Kemudian Yunus berdoa dikala kondisi sempit kepada Allah, dan ia sedih dan berduka, ia berkata : لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَـٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ, artinya : Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim, {Al Anbiyaa : 87}. Maka kalaulah Allah tidak memberikan nikmat atas hamba-Nya (Yunus) dengan kasih sayang-Nya dan sebelum taubatnya, maka sungguh Yunus akan tercampakkan dari perut ikan besar ke tanah lapang yang kosong dan luas, yaitu tempat cacian (dari kaumnya). Akan tetapi Allah dengan rahmat-Nya, memerintahkan ikan yang besar menghempaskannya, (dan ini bukan sebuah celaan), kemudian Allah tumbuhkan pohon untuk menaungi (Yunus) dari terik matahari. Kemudian Allah amanahkan risalah kepadanya dan Allah jadikan ia termasuk orang yang shalih, kemudian Allah kembalikan ia kepada kaumnya, dan ia mendapatinya masih sama dengan apa yang kaumnya perbuat padanya. Kemudian kaumnya menerima dakwah (Yunus) dan kemudian mereka masuk islam.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Yakni memilihnya dan membersihkannya dari kekeruhan.

Yaitu orang yang baik amal, ucapannya, niatnya dan keadaannya. Dengan adanya kisah ini, maka Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan perintah Allah dan bersabar terhadap ketetapan-Nya dengan kesabaran yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan akibat yang terpuji untuk Beliau, sedangkan musuh-musuh Beliau tidak memperoleh apa-apa selain sesuatu yang menyedihkan mereka, sampai-sampai saking kecewanya mereka ingin menggelincirkan Beliau dengan pandangan mata mereka karena dengki mereka yang begitu mendalam. Inilah gangguan perbuatan yang bisa mereka lakukan dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang menjaga Beliau dan menolongnya. Adapun gangguan yang berupa ucapan, maka mereka telah mengatakan kata-kata yang banyak terhadap Beliau sesuai yang diilhamkan oleh hati mereka, dimana mereka terkadang menyebut Beliau sebagai ‘orang gila’, sebagai ‘penyair,’ sebagai ‘dukun’, sebagai pesihir, dsb.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

49-50. Sekiranya nabi yunus tidak segera mendapat nikmat dari tuhannya, yaitu di antaranya berupa petunjuk untuk bertobat pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Tetapi tuhannya menerima tobatnya, lalu tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh yaitu kelompok para nabi. 51-52. Setelah perintah bersabar kepada nabi Muhammad ayat ini melanjutkan penjelasannya mengapa nabi Muhammad harus tabah dan menguatkan kesabarannya. Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka yang penuh kedengkian dan kebencian kepadamu, khususnya ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, ' dia nabi Muhammad itu benar-benar orang gila. Ltu dilakukan agar masyarakat menolak ajaran Al-Qur'an, padahal Al-Qur'an itu tidak lain adalah peringatan, nasihat dan pengajaran bagi seluruh alam.

Tafsir Ringkas Kemenag