Surat Al-Qalam Ayat 47

أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

Terjemah Arti: Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis (padanya apa yang mereka tetapkan)?

TAFSIR AYAT

47. Atau mereka memiliki ilmu tentang sesuatu yang ghaib atau lauhil mahfudz yang di dalamnya ada sesuatu yang ghaib. Mereka adalah orang-orang yang menulis apa yang mereka ucapkan dan menentukan hukum sesuai keinginan mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

46-47. Engkau tanyakan wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang musyrik tentang upah keduniaan atas dakwahmu kepada mereka, apakah mereka terbebani dengan harus memberikan upah (kepadamu) ? Oleh sebab ini mereka menolak dakwahmu karena mereka takut terbebani dengan apa yang mereka tanggung, atau mereka memiliki ilmu ghaib yang nampak pada mereka sehingga dapat menghindarkan mereka agar tidak diadzab atas kekafirannya dan kesyirikan mereka ?

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Yakni menuliskan apa yang mereka tahu tentang hal yang gaib, dimana mereka menemukan di sana bahwa mereka berada di atas yang hak dan bahwa mereka akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Ini adalah perkara yang tidak sesuai kenyataan, bahkan keadaan mereka adalah keadaan orang yang keras kepala dan zalim, sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk menyikapi mereka selain dengan bersabar terhadap gangguan mereka, siap menerima apa yang muncul dari mereka serta tetap mendakwahi mereka. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu,”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

46-47. Apakah ada yang meragukan dengan ajaran Al-Qur'an ataukah engkau, wahai nabi Muhammad, meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang' ataukah mungkin mereka secara khusus mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya' hal ini pun jelas tidak ada. 48. Tidak ada satu pun alasan logis yang menjadikan kaum musyrik menolak Al-Qur'an. Jika demikian, maka bersabarlah engkau, wahai nabi Muhammad, terhadap ketetapan tuhanmu di antaranya menyangkut kendala dalam berdakwah, dan janganlah engkau menjadi seperti yunus orang yang berada dalam perut ikan, ketika dia berdoa dengan hati sedih.

Tafsir Ringkas Kemenag