Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qalam Ayat 41

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ

Arab-Latin: Am lahum syurakā`, falya`tụ bisyurakā`ihim ing kānụ ṣādiqīn

Terjemah Arti: Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

40-41. Tanyakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik, siapakah di antara mereka yang berani menjamin dan bertanggung jawab bahwa dia memang demikian dengan hukum tersebut?
Atau apakah mereka memiliki tuhan-tuhan lain yang menjamin apa yang mereka ucapkan dan membantu mereka mendapatkan apa yang mereka cari? Kalau begitu silakan mereka mendatangkannya bila mereka jujur dalam klaim mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

41. Ataukah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mereka yakini mampu menyamakan (derajat) mereka dengan orang-orang muslim. Maka sebaiknya mereka mendatangkan sekutu-sekutu mereka yang dapat memberikan jaminan, jika memang mereka adalah orang-orang yang benar dalam dakwahnya.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Apakah tuhan-tuhan mereka yang bertanggung jawab bagi mereka (orang-orang musyrik) yang tuhan-tuhan tersebut berkata : Sesungguhnya muslim sama (keadaannya) dengan orang yang pendosa pada hari kiamat ? Maka datangkanlah sekutu-sekutu kalian jika kalian adalah orang-orang yang jujur atas klaim kalian dan dakwah kalian.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

34-41. Allah mengabarkan apa yang dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa yang menjaga diri dari kekufuran dan berbagai kemaksiatan, berupa berbagai macam kenikmatan dan kehidupan sentosa di dekat Allah, Dzat Yang Mahamulia. Kebijaksanaan Allah tidak menyamakan antara orang-orang yang bertakwa yang menunaikan hak-hak Rabb mereka, tunduk pada perintah-perintahNya dan yang meniti ridhaNya seperti orang-orang pendosa yang larut dalam kemaksiatan, mengkufuri ayat-ayatNya, membangkang rasul-rasulNya dan memerangi para kekasihNya.
Jika ada yang mengira balasan kedua golongan tersebut sama, tentu hukum yang berlaku tidak adil. Hukumnya batil dan pandangannya tidak benar. Jika para pendosa mengira demikian, mereka sama sekali tidak memiliki sandaran. Bukan kitab yang mereka pelajari dan baca yang menyebutkan bahwa mereka adalah penghuni surga, mereka mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dan pilih, mereka juga tidak memiliki janji dan sumpah sempurna di sisi Allah pada Hari Kiamat bahwa mereka akan mendapatkan apa pun yang mereka putuskan, mereka juga tidak memiliki sekutu dan teman yang membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika mereka memiliki sekutu dan teman, silahkan mereka datangkan jika mereka adalah orang-orang yang benar. Sebagaimana diketahui, semua hal itu tidak ada. Mereka tidak memiliki kitab dan janji di sisi Allah akan mendapatkan keselamatan, mereka juga tidak memiliki sekutu yang akan menolong mereka. Maka dapat diketahui bahwa klaim mereka batil belaka. Allah berfirman, “Tanyakanlah kepada mereka, ‘Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu’.” Maksudnya, siapa yang bertanggung jawab atas klaim yang jelas-jelas batil ini. Tidak akan ada seorang pun yang mau mengakui dan bertanggung jawab.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Yang sepakat dengan mereka dalam perkataan itu atau memberikan bantuan kepada mereka.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


40-41. Apa yang dinyatakan di atas pun jelas tidak ada. Kalau begitu tanyakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada mereka, 'siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu''atau apakah mungkin mereka mempunyai sekutu-sekutu' kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar dalam ucapan mereka bahwa mereka akan memperoleh sama bahkan lebih dari perolehan kaum muslim. 42. Setelah tidak ditemukan lagi alasan atas anggapan mereka, ini berarti sikap mereka itu semata-mata sebagai bentuk pembangkangan terhadap Allah dan rasul-Nya. Lngatlah pada hari ketika betis disingkapkan, yaitu menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari kiamat dan mereka diseru untuk bersujud. Maka mereka tidak mampu.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qalam Ayat 42 Arab-Latin, Surat Al-Qalam Ayat 43 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qalam Ayat 44, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qalam Ayat 45, Isi Kandungan Surat Al-Qalam Ayat 46, Makna Surat Al-Qalam Ayat 47

Category: Surat Al-Qalam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!