Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qalam Ayat 13

عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

Arab-Latin: 'utullim ba'da żālika zanīm

Terjemah Arti: Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

10-15. Janganlah engkau (wahai Rasul) menaati setiap orang yang banyak bersumpah, pembohong lagi rendah, banyak mengghibah orang, berjalan di antara mereka dengan menyebarkan namimah (adu domba), yaitu menukil pembicaraan sebagian dari mereka ke sebagian lainnya untuk merusak hubungan mereka, kikir dan bakhil dalam urusan harta, tidak memberikannya untuk kebenaran, kuat menghalang-halangi kebaikan, melampaui batas dalam melanggar hak manusia dan memakan yang diharamkan, banyak berdosa, kuat kekafirannya, keji dan buruk, dinasabkan bukan kepada bapaknya; hanya karena dia punya harta kekayaan dan anak-anak, dia menyombongkan diri di depan kebenaran. Bila salah satu ayat al-Quran dibacakan kepadanya, dia mendustakannya. Dia berkata, “Ini adalah kebatilan dan khurafat orang-orang dulu.”
Ayat-ayat ini walaupun walaupun turun pada sebagian orang-orang musyrik seperti al-Walid bin al-Mughirah, hanya saja ia mengandung peringatan bagi Muslim agar tidak menyamai orang yang memiliki sifat-sifat tercela ini.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

13. Yang kaku dan kasar, dikenal keburukannya di tengah kaumnya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

13. عُتُلٍّۭ (yang kaku kasar)
Yakni orang yang kasar perbuatannya dan buruk tabiatnya. Az-Zajjaj berpendapat: ia adalah orang yang keras dan kasar.

بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيمٍ(selain dari itu, yang terkenal kejahatannya)
Yakni orang yang jika disebutkan aib-aibnya menjadi orang yang sok dekat dengan kaum yang menyebut aibnya itu, padahal ia tidak termasuk bagian dari kaum tersebut.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

13-14. Orang yang kejam, keras, dan orang yang menyeru dalam suku Quraisy. Apa karena dia memiliki harta dan anak?

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dan sebagian sifatnya juga adalah banyak berbuat dosa, dahsyat dalam kekufurannya, yang memalukan dan rendahan. Maka setelah disebutkan sifat-sifat ini yang tercela dan nisbatnya kepada keraguan (dalam beragama), yang dimaksud di sini adalah terkumpulnya (pada mereka) sifat makar (tipu daya) dan keburukan.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

13. “Yang kaku kasar, selain dari itu,” yakni kasar dan berperangai kaku, keras, tidak tunduk pada kebenaran. “Yang terkenal kejahatannya,” yaitu orang jahat yang tidak memiliki pangkal serta kesiapan untuk melakukan kebaikan namun perangainya adalah akhlak yang paling buruk dan tidak bisa diharapkan adanya keberuntungan darinya serta memiliki tanda-tanda keburukan yang dikenal.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Yakni kasar, keras, berakhlak buruk dan tidak mau tunduk kepada kebenaran.

Yakni diragukan keturunannya, tidak ada asalnya yang menghasilkan kebaikan, bahkan akhlaknya adalah seburuk-buruk akhlak, tidak diharapkan kebaikannya, bahkan terkenal kejahatannya.

Kesimpulan ayat di atas dan ayat-ayat sebelumnya adalah bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala melarang menaati setiap orang yang banyak bersumpah lagi pendusta, hina dirinya dan buruk akhlaknya, khususnya akhlak yang mengandung ujub terhadap diri, sombong terhadap kebenaran, merendahkan manusia seperti ghibah dan namimah (adu domba), mencela manusia dan banyak melakukan maksiat. Ayat-ayat di atas meskipun turun berkenaan dengan sebagian kaum musyrikin seperti Walid bin Mughirah atau selainnya namun umum kepada setiap orang yang memiliki sifat ini, karena Al Qur’an turun untuk memberi hidayah kepada manusia, baik untuk generasi pertama mereka maupun generasi yang datang kemudian, bahkan terkadang turun sebagian ayat karena satu sebab atau pada orang tertentu agar jelas kaidah keumumannya dan dapat diketahui permisalan juz’iyyah(satuan)nya bahwa ia masuk ke dalam kaidah umum.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


10-13. Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat, dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap tuhan maupun terhadap sesama manusia, yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-walid bin al-Mugirah atau abu jahl bin hisyam. 14-16. Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak. Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat kami dibacakan kepadanya, dia berkata, 'lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu. ' sungguh buruk sifat orang ini! kelak dia akan kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-Nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qalam Ayat 14 Arab-Latin, Surat Al-Qalam Ayat 15 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qalam Ayat 16, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qalam Ayat 17, Isi Kandungan Surat Al-Qalam Ayat 18, Makna Surat Al-Qalam Ayat 19

Category: Surat Al-Qalam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!