Surat Al-Qalam Ayat 8

فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Arab-Latin: Fa lā tuṭi'il-mukażżibīn

Artinya: Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

« Al-Qalam 7Al-Qalam 9 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Dengan Surat Al-Qalam Ayat 8

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qalam Ayat 8 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai kandungan berharga dari ayat ini. Ditemukan berbagai penjelasan dari berbagai ulama mengenai kandungan surat Al-Qalam ayat 8, di antaranya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8. Maka teguhlah kamu (wahai Rasul) di atas apa yang kamu pegang, berupa menyelisihi orang-orang yang mendustakan itu dan jangan taati mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

8. Ayat ini melarang Rasulullah menuruti orang-orang musyrik yang telah mendustakan dirinya dan risalahnya. Mereka meminta Rasulullah untuk menyembah tuhan-tuhan mereka beberapa waktu, dan kemudian mereka akan menyembah Allah pada waktu lainnya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

8. Maka janganlah kamu -wahai Rasul- mengikuti orang-orang yang mendustakan apa yang kamu bawa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

8-10

1). Firman Allah ﷻ kepada nabi-Nya: { فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ } "Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)" Dia menyampaikan penghormatan dan pemuliaannya; Adapun ucapannya: Jangan berdusta, jangan mengumpat, jangan menghina, dan jangan merendahkan, tidaklah sama dengan ucapannya: Janganlah kamu menuruti orang yang mempunyai akhlak tersebut; karena itu menunjukkan kehormatan dan berlepasnya ia dari akhlak tersebut.

2). { فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ } "Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)" { وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ } "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina" Manfaatnya: Melarang ketaatan kepada seseorang berarti melarang meneladaninya terlebih dahulu. Maka orang yang berdusta dan banyak bersumpah tidak boleh ditaati dan tidak boleh melakukan hal yang sama seperti mereka.

3). Terbiasa bersumpah dan banyak melakukannya adalah hal yang tercela, karena Allah menggambarkan beberapa kaum yang buruk karenanya, dengan berfirman: { وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ } "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina" dan menjelaskan dalam banyak tempat bahwa inilah salah satu ciri orang munafik yang paling menonjol: { ٱتَّخَذُوٓا۟ أَيْمَٰنَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ } "Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah" [Q.S. Al-Munafiqun : 2], { وَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ } "Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah" [Q.S. At-Taubah : 56] Dan mereka akan terus melakukannya sampai hari kiamat: { يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ } "(Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu" [Q.S. Al-Mujadalah : 18] Maka agungkanlah tuhanmu, dan jagalah sumpahmu.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

7-8. Wahai Rasulallah! Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang yang menyimpang dari agamaNya. Dia lebih tahu tentang orang-orang yang ditunjukkan ke jalanNya yang menuju kepada kebahagiaan. Mereka adalah para pemenang. Maknanya: Mereka (orang-orang musyrik) adalah orang-orang-orang yang tersesat, menyimpang dan membangkang (kepadaNya). Maka janganlah engkau taat kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan risalahmu.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Maka janganlah mematuhi orang-orang yang mendustakan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

8. Allah berfirman pada Nabi Muhammad, “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah),” yakni, orang-orang yang mendustakanmu dan menentang kebenaran, karena mereka adalah orang-orang yang tidak patut untuk diikuti, karena mereka hanya memerintah sesuai kehendak hawa nafsu mereka. Yang mereka inginkan hanyalah kebatilan. Orang yang menaati mereka adalah orang mempersembahkan marabahaya pada dirinya sendiri. Hal ini bersifat umum pada setiap pendusta dan dalam setiap ketaatan yang bersumber dari kebohongan, meski tekstual ayat berlaku pada masalah khusus, yaitu ketika orang-orang musyrik meminta Nabi agar tidak mencela tuhan-tuhan dan agama mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 8-16
Allah SWT berfirman bahwa sebagaimana Kami memberikan nikmat kepadamu dan Kami memberikan kepadamu syariat yang lurus dan akhlak yang agung (Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah) (8) Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu) (9)) Ibnu Abbas berkata maknannya yaitu agar kamu bersikap lunak kepada mereka dan mereka akan bersikap lunak kepadamu.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak) yaitu agar kamu tunduk patuh kepada sembahan-sembahan mereka dan meninggalkan kebenaran.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina (10)) Demikian itu karena seorang pendusta karena mengingat kelemahan dan kehinaannya, dia hanya melindungi dirinya dengan sumpah-sumpah yang dusta yang mengotori nama-nama Allah yang mereka gunakan di setiap waktu yang bukan pada tempatnya.
Mujahid berkata bahwa “Al-Muhin” adalah lemah hatinya.
Al-Hasan berkata tentang firmanNya (setiap orang yang banyak bersumpah) sombong (lagi hina (10)) itu lemah
Firman Allah: (yang banyak mencela) Qatadah berkata bahwa maknannya adalah suka mengumpat.
(yang kian kemari menghambur fitnah) yaitu orang yang berjalan dan berkerumun di antara manusia dan mengaakan sesuatu yang merusak di antara mereka. Perbuatan ini dinamakan dengan al-haliqah (mencukur habis amal)
Firman Allah: (yang enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa (12)) yaitu tidak mau berbuat kebaikan yang ada dan mampu dilakukan (lagi melampaui batas) dalam memakan apa telah dihalalkan Allah baginya dan menyimpang jauh dari batasan hukum syariat, (lagi suka berbuat dosa) yaitu suka mengerjakan hal-hal yang diharamkan.
Firman Allah (yang kaku kasar, selain itu juga yang terkenal kejahatannya (13)) Adapun “Al-'utullu” yaitu kaku, keras, tamak, dan kikir.
Adapun tentang kata “Az-zanim” Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait firmanNya: (yang kaku kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya (13)) Seorang lelaki dari kalangan Quraisy mempunyai tanda khusus yang dikenai dengannya, seperti tanda yang ada pada kambing. Makna yang dimaksud adalah bahwa orang tersebut terkenal dengan kejahatannya, sebagaimana terkenalnya kambing yang mempunyai tanda khusus di antara kambing-kambing lainnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (zanim) dia berkata yaitu seorang yang mengaku-ngaku, keji dan jahat
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia mengatakan bahwa “az-zanim” adalah seseorang yang mengaku-ngaku berasal dari suatu keturunan.
Sa'id bin Al-Musayyib berkata tentang firmanNya: (yang kaku kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya (13)) dia berkata bahwa dia adalah seseorang yang mengikatkan diri pada suatu kaum, dan dia bukan berasal dari mereka.
Firman Allah: (karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak (14) Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, ia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongeng orang-orang dahulu kala" (15)) Allah SWT berfirman bahwa inilah balasan dari harta dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepadanya. Dia mengingkari dan berpaling dari ayat-ayat Allah serta menganggapnya sebagai kedustaan yang diambil dari dongengan-dongengan orang-orang dahulu. Sebagaimana firmanNya: (Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya (11) dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah (12) dan anak-anak yang selalu bersamanya (13) dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya (14) kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya (15) Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (16) Aku akan membebaninya dengan pendakian yang meletihkan (17) Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya) (18) maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? (19) sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? (20) kemudian dia (merenung) memikirkan (21) lalu berwajah masam dan cemberut (22) kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri (23) lalu dia berkata, "(Alquran) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu) (24) Ini hanyalah perkataan manusia." (25)) (Surah Al-Muddatsir) dan (Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar (26)) (Surah Al-Muddatsir) Dan di sini Allah berfirman: (Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai (nya) (16))
Ibnu Jarir berkata,”Kami akan menerangkan perkaranya dengan keterangan yang jelas sehingga mereka mengenalnya dan tidak ada yang tersembunyi dari mereka mengenai perkaranya, sebagaimana tidak dapat disembunyikan dari mereka tanda yang ada pada belalainya. Demikian juga dikatakan Qatadah tentang firmanNya: (Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai (nya) (16)) yaitu tanda keburukan yang tidak dapat dipisahkan darinya selamanya.
Dalam riwayat lain darinya tentang firmanNya (Kelak akan Kami beri tanda dia) yaitu tanda pada hidungnya.
Ulama lainnya berkata bahwa maknanya adalah tanda penghuni neraka, yaitu “Kami menghitamkan wajahnya pada hari kiamat, dan ungkapan wajah ini menggunakan kata hidung. Semua pendapat itu diriwayatkan Abu Ja’far bin Jarir. Dan dia cenderung dengan pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada halangan jika semuanya itu dikumpulkan padanya, baik di dunia maupun di akhirat; dan pendapat ini cukup beralasan.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Qalam ayat 8: Janganlah engkau taati wahai Nabi, mereka orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah dan Rasul-Nya. Dan tetaplah atas apa yang engkau di atas kebenaran yang nyata dan jelas. Rasul adalah maksum (terjaga dari dosa), Allah mengatakan demikian sebagai pembelajaran bagi umat dan bagi para dai di antara manusia.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Hal itu, karena mereka tidak layak diikuti, karena mereka tidaklah menyuruh kecuali yang sesuai hawa nafsu mereka, dan mereka tidak menginginkan selain kebatilan. Oleh karena itu, menaati mereka sama saja mempersiapkan dirinya kepada sesuatu yang membahayakannya, dan hal ini umum kepada setiap orang yang mendustakan dan pada setiap ketaatan yang timbul dari mendustakan, meskipun susunan ayatnya untuk sesuatu yang khusus, yaitu kaum musyrikin meminta kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk diam tidak mencela sesembahan dan agama mereka sehingga mereka pun akan diam terhadap Beliau. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula).”


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qalam Ayat 8

8-9. Karena sudah jelas siapa yang sesat dan siapa yang lurus, maka janganlah engkau patuhi orang-orang kafir yang menuduhmu gila, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka sangat menginginkan dengan keinginan yang kuat agar engkau bersikap lunak terhadap tuhan-tuhan mereka, maka dengan sikap lunakmu itu mereka akan bersikap lunak pula kepadamu


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penjelasan dari berbagai pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Qalam ayat 8 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat untuk kita bersama. Support dakwah kami dengan mencantumkan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Tersering Dilihat

Ada ratusan topik yang tersering dilihat, seperti surat/ayat: An-Nisa 29, Al-Jatsiyah, Al-Insyirah 6, Al-Jumu’ah 10, An-Nur 26, Al-Baqarah 152. Serta Al-Anfal, Al-Ahzab 56, An-Nisa 146, Al-Baqarah 168, Ali ‘Imran 110, Thaha.

  1. An-Nisa 29
  2. Al-Jatsiyah
  3. Al-Insyirah 6
  4. Al-Jumu’ah 10
  5. An-Nur 26
  6. Al-Baqarah 152
  7. Al-Anfal
  8. Al-Ahzab 56
  9. An-Nisa 146
  10. Al-Baqarah 168
  11. Ali ‘Imran 110
  12. Thaha

Pencarian: lafas bismillah, surah al qamar ayat 17, surat al baqarah ayat 186 dan artinya, surat toha ayat 14, surat an naml ayat 18-19

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: