Surat At-Tahrim Ayat 2

قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ۚ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Terjemah Arti: Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

TAFSIR AYAT

2. Sungguh Allah mewajibkan kepadamu untuk membebaskan diri dari sumpah kalian dengan melanggar kebenaran (sebagaiman disebutkan) dalam surah Al-Maidah ayat 89. Allah adalah Dzat yang menjaga urusan-urusan kalian dan juga menolong kalian. Dialah Dzat yang Maha Mengetahui apa yang baik bagi kalian, juga Dzat yang Berkuasa dalam menangani, menentukan hukum dan menata urusan-urusan kalian.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Apabila seseorang bersumpah mengharamkan yang halal maka wajib atasnya membebaskan diri dari sumpahnya itu dengan membayar kaffarat, seperti yang disebutkan dalam surat Al Maaidah ayat 89.

Yakni yang mengurus urusanmu dan mengajarkan kamu dengan pengajaran yang sebaik-baiknya dalam urusan agama maupun dunia serta mengajarkan sesuatu yang dengannya seseorang dapat terhindar dari keburukan. Oleh karena itulah, Dia mewajibkan membebaskan dirimu dari sumpah agar lepas tanggung jawabmu.

Ilmu-Nya meliputi zahir dan batinmu dan Dia Mahabijaksana dalam ciptaan-Nya dan dalam keputusan-Nya, oleh karena itulah Dia mensyariatkan beberapa hukum untuk kamu yang dari sana dapat diketahui bahwa hal itu sesuai dengan maslahat kamu dan keadaan kamu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada nabi untuk membatalkan sumpah beliau mengharamkan minum madu dan berhubungan dengan salah seorang istri beliau, mariyah al-qib'iyyah. 'sungguh, Allah telah mewajibkan kepada kamu, wahai nabi untuk membebaskan diri dari sumpah kamu untuk tidak akan minum madu dan tidak akan berhubungan dengan istri dengan membayar kafarat; dan Allah adalah pelindungmu, wahai nabi dari segala keadaan yang tidak menyenangkan dan dia maha mengetahui, semua yang dirahasiakan manusia; mahabijaksana dalam menilai perbuatan mereka. '3. Dan ingatlah ketika secara rahasia nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya, yaitu kepada hafsah bahwa beliau bersumpah tidak akan pernah berhubungan suami-istri dengan mariyah al-qib'iyyah setelah berhubungan dengannya di rumah hafsah. Beliau berpesan agar kejadian ini tidak diberitahukan kepada siapa pun. Lalu dia, hafsah, menceritakan peristiwa itu kepada '''isyah sehingga rahasia nabi diketahui '''isyah. Dan Allah pun segera memberitahukan peristiwa pembocoran rahasia itu kepadanya, yakni kepada nabi. Lalu beliau memberitahukan kasus pembocoran rahasia itu kepada hafsah sebagian, yakni berkenaan dengan sumpah beliau tidak akan pernah berhubungan suami istri dengan mariyah al-qib'iyyah dan tidak akan pernah minum madu di rumah zainab binti jahsy; dan menyembunyikan sebagian yang lain perihal kepemimpinan setelah beliau wafat akan jatuh kepada abu bakar kemudian kepada 'umar. Maka ketika dia, yakni nabi memberitahukan pembicaraan itu kepadanya, yakni kepada hafsah, maka segera dia bertanya, sangat kaget. 'siapa yang telah memberitahukan kejadian ini kepada kamu, wahai nabi Allah' nabi menjawab, 'yang memberitahukan kepadaku tentang pembocoran rahasia itu adalah Allah yang maha mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi, mahateliti terhadap segala keadaan. '.

Tafsir Ringkas Kemenag