Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Jumu’ah Ayat 6

قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Arab-Latin: Qul yā ayyuhallażīna hādū in za'amtum annakum auliyā`u lillāhi min dụnin-nāsi fa tamannawul-mauta ing kuntum ṣādiqīn

Terjemah Arti: Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar".

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

6. Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang berpegang kepada agama Yahudi yang diselewengkan, “Bila kalian mengaku secara dusta bahwa kalian adalah kekasih Allah dan selain kalian bukan, maka silakan berharap kematian bila kalian memang orang-orang yang benar dalam apa yang kalian klaim bahwa cinta Allah adalah milik kalian.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6. Katakanlah wahai Nabi SAW: “Wahai kaum Yahudi, jika kalian menganggap bahwa kalian adalah para kekasih Allah dan orang-orang yang setia kepadaNya daripada manusia lainnya, Maka berharaplah kalian kepada Allah untuk mematikan kalian agar kalian mendapatkan apa yang kalian harapkan untuk bertemu denganNya, jika kalian adalah orang-orang membenarkan atas anggapan bahwa kalian adalah wali-wali Allah. Wali adalah orang yang mementingkan akhirat dan jalan awalnya adalah kematian, maka harapkanlah hal itu”

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Katakanlah wahai Nabi kepada mereka orang-orang Yahudi : Jika kalian mengklaim bahwasanya kalian adalah kekasih Allah dan yang dicintai oleh-Nya, bukan manusia yang lain, maka serulah diri-diri kalian dengan kebinasaan dan laknat jika kalian orang-orang yang benar dalam klaim kalian. Dan Nabi ﷺ telah melarang dari berharap kematian, kecuali jika untuk tantangan dan mubahalah (saling mendoakan agar dilaknat Allah); Sama saja apakah mubahalah dengan melalui kedua lisan (masing-masing) sebagaimana yang terjadi antara Rasul ﷺ dan utusan nashrani dari Najran, dan ia telah disebutkan dalam ayat 61 di surat Al Imran, atau mubahalah yang dituntut dari satu lisan sebagaimana yang dituntut kepada yahudi dalam ayat ini, dan juga sebagaimana dalam ayat 94 dalam surat Al Baqarah; Dimana mereka dituntut menyeru atas diri mereka sendiri dengan laknat dan kebinasaan jika mereka berdusta. Mereka tidak akan mau melakukan, karena mereka telah yakin bahwa mereka adalah pendusta. Dalam Musnad Ahmad, dari Ibnu Abbas : Seandainya yahudi berharap dengan kematian, sungguh dia akan benar-benar mati, dan dihadapan mereka ada tempat khusus bagi mereka di nereka.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Di antara kezaliman orang-orang Yahudi dan keras kepalanya mereka adalah bahwa mereka sudah tahu berada di atas kebatilan namun menyangka di atas kebenaran dan menganggap bahwa diri mereka adalah para wali Allah. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk mengatakan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas.

Karena wali Allah itu lebih mengutamakan akhirat daripada dunia. Ini adalah perintah yang ringan, karena jika mereka mengetahui bahwa mereka berada di atas kebenaran, tentu mereka tidak akan mundur terhadap tantangan ini yang Allah jadikan sebagai dalil atau bukti terhadap kebenarannya.

Bahwa kamu adalah para wali Allah dan bahwa kamu berada di atas kebenaran.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Para pemuka yahudi tidak hanya tidak mengamalkan agamanya, tetapi juga menilai dirinya kekasih Allah, padahal mereka kufur kepada-Nya. Katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada para tokoh agama yahudi, 'wahai orang-orang yahudi bani na'ir, bani quraizah dan bani qainuq'! jika kamu mengira dengan penuh keyakinan bahwa kamulah kekasih Allah, karena menjadi bangsa pilihan, bukan orang-orang yang lain, seperti kaum muslim, maka harapkanlah kematianmu, karena kematian membuktikan apakah kamu kekasih Allah atau bukan, jika kamu orang yang benar, dalam pengakuanmu itu. '7. Namun demikian, mereka tidak mungkin mengharapkan kematian. Dan mereka, tokoh-tokoh yahudi di madinah yang mengaku kekasih Allah tidak akan pernah mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Hal ini karena hati kecil mereka mengakui dirinya salah dan menyadari bahwa kematian akan mengungkapkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan Allah maha mengetahui pengakuan, perasaan, dan kegelisahan orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan berbuat kejahatan, padahal mereka mengetahuinya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Jumu’ah Ayat 7 Arab-Latin, Surat Al-Jumu’ah Ayat 8 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Jumu’ah Ayat 9, Terjemahan Tafsir Surat Al-Jumu’ah Ayat 10, Isi Kandungan Surat Al-Jumu’ah Ayat 11, Makna Surat Al-Munafiqun Ayat 1

Category: Surat Al-Jumu'ah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Kebinasaan Kaum Yahudi