Surat Al-Waqi’ah Ayat 38

لِّأَصْحَٰبِ ٱلْيَمِينِ

Arab-Latin: Li`aṣ-ḥābil-yamīn

Artinya: (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,

« Al-Waqi'ah 37Al-Waqi'ah 39 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Berkaitan Dengan Surat Al-Waqi’ah Ayat 38

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Waqi’ah Ayat 38 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Diketemukan pelbagai penjabaran dari para mufassir terkait makna surat Al-Waqi’ah ayat 38, di antaranya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

35-38. Sesungguhnya Kami menciptakan kaum wanita penghuni surga dengan penciptaan yang berbeda dengan penciptaan mereka di dunia, penciptaan sempurna yang tidak fana, Kami menjadikan mereka gadis perawan, dicintai oleh para suami mereka, dalam umur yang sama (sebaya), Kami menciptakan mereka untuk Ashabul Yamin (golongan kanan).


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

38. Kami menciptakan bidadari-bidadari itu untuk golongan kanan yang ditarik dari kanan sebagai tanda kebahagiaan mereka.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

38. لِّأَصْحٰبِ الْيَمِينِ (untuk golongan kanan)
Yakni Allah menciptakan wanita-wanita itu bagi mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

38. Kami menciptakan mereka untuk golongan kanan yang menerima buku-buku catatan mereka menggunakan tangan kanan. Kami menciptakan istri-istri bagi golongan kanan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{bagi golongan kanan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

35-38. “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,” maksudnya bahwa Kami menciptakan wanita-wanita penghuni surga dengan penciptaan yang tidak seperti penciptaan di dunia, yakni penciptaan sempurna yang tidak akan mengalami kefanaan. “Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,” baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa dari mereka, dan kerumunan itu mencakup para bidadari dan para wanita penghuni surga, dan bahwasanya sifat tersebut –yakni perawan- selalu menyertai mereka dalam segala keadaan mereka, sebagaimana keberadaan mereka yang “penuh cinta lagi sebaya umurnya,” dan (sifat itu) selalu menyertai mereka dalam segala keadaan. ‘al’arobu’ adalah seorang wanita yang dicintai oleh suaminya karena keindahan perkataan dan bentuk tubuhnya serta riang, cantik dan penuh kasih, dia adalah wanita yang jika berbicara mempesona, sehingga orang yang mendengarkan tidak ingin perkataannya berhenti, terlebih lagi ketika mereka mendendangkan nyanyian dengan suara mereka yang sangat merdu. Dan jika melihat kepada adab, kepribadian, dan keriangan, maka semua itu akan memenuhi hati suaminya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Jika ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka tempat tersebut akan dipenuhi dengan aroma harum dan cahaya indah. Dan suasana riang itu juga termasuk ketika berhubungan badan.
Sedangkan ‘al-atrobu’ adalah para wanita yang memiliki umur sebaya, yaitu umur tiga puluh tiga tahun, yang mana merupakan usia paling diharapkan dan batas maksimal masa muda. Jadi wanita-wanita para penghuni surga itu penuh cinta lagi sebaya umurnya, memiliki keserasian dan keharmonisan, serta tidak bersedih dan tidak membuat sedih, akan tetapi mereka adalah para wanita yang selalu bahagia dan membahagiakan, senang dan menyenangkan serta enak untuk selalu dipandang. “(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,” maksudnya bahwa para bidadari itu dipersiapkan dan disediakan untuk mereka, para penghuni surga.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 27-40
Setelah Allah SWT menyebutkan tentang orang-orang yang terdahulu dan yaitu orang-orang yang didekatkan, Dia menghubungkannya dengan golongan kanan, mereka adalah orang-orang yang berbuat kebaikan (Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu (27)) yaitu, siapakah golongan kanan itu, keadaan mereka, dan bagaimanakah tempat kembali mereka? Kemudian ditafsirkan dengan firman: (Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri (28)) Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, Qisamah bin Zuhair, dan Qatadah berkata bahwa pohon tersebut tidak ada durinya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa itu adalah pohon bidara yang dipenuhi dengan buah, ini menurut riwayat dari Mujahid. Yang jelas bahwa yang dimaksud adalah bahwa pohon bidara di dunia penuh dengan duri dan sedikit buahnya, tetapi di akhirat kebalikannya, tidak berduri dan banyak buahnya yang membuat pohonnya terasa berat dengan buah sebagaimana yang dikatakan Al-Hafizh Abu Bakar bin Salman An-Najjad dari Sulaim bin Amir, dia berkata bahwa dahulu para sahabat Rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan manfaat kepada kita dengan kebiasaan dan permasalahan orang-orang Arab badui" dia berkata,”Pada suatu hari seorang Arab Badui datang lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, Allah SWT menyebutkan bahwa di surga terdapat sebuah pohon, yang dapat menyakiti pemiliknya" Maka Rasulullah SAW bertanya,"Pohon apakah itu?" Orang Arab Badui menjawab,"Pohon bidara, sesungguhnya pohon bidara itu banyak durinya dan menyakitkan." Maka Rasulullah SAW bersabda: “Bukankah Allah SWT berfirman, (Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri (28)) Allah melenyapkan semua durinya dan menggantikan setiap durinya dengan buah, maka sesungguhnya pohon bidara surga itu menghasilkan banyak buah; setiap buahnya menghasilkan tujuh puluh dua rasa buah yang tidak ada suatu rasapun yang mirip dengannya.
Firman Allah: (dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (29)) “Ath-Thalh” adalah sebuah pohon besar yang ada di tanah Hijaz termasuk jenis pohon “Al-'idhah”. Bentuk tunggalnya “thalhah”, pohon ini terkenal banyak durinya.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (yang bersusun-susun (buahnya)) yaitu buahnya bersusun-susun. dia mengingatkan hal ini kepada orang-orang Quraisy karena mereka merasa kagum dengan pohon yang besar dan rindang naungannya seperti pohon thalh dan pohon bidara
Diriwayatlan dari Abu Sa’id tentang firmanNya: (dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (29)) bahwa pohon itu adalah pohon pisang. Demikian juga dikatakan Mujahid dan Ibnu Zaid. Disebutkan bahwa penduduk Yaman menyebut pisang dengan sebutan thalh, tetapi Ibnu Jarir tidak meriwayatkan selain pendapat ini.
Firman Allah SWT: (dan naungan yang terbentang luas (30)) Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang menyampaikannya dari Nabi SAW yang bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, jika seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, maka dia masih belum menempuhnya. Bacalah jika kalian suka firmanNya, (Dan naungan yang terbentang luas (30))
Telah disebutkan ayat-ayat yang semakna, sebagaimana firmanNya: (dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman) (Surah An-Nisa: 57) dan (buahnya tak henti-hentinya dan naungannya (demikian pula)) (Surah Ar-Ra'd:35) serta (berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air) (Surah Al-Mursalat: 41) dan ayat lainnya yang seperti itu.
Firman Allah SWT: (dan air yang tercurah (31)) Telah disebutkan pembahasan tentang hal ini dalam tafsir firman Allah SWT (di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya) (Surah Muhammad: 15) Jadi, tidak perlu diulangi lagi di sini.
Firman Allah SWT: (dan buah-buahan yang banyak (32) Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya (33)) yaitu pada mereka terdapat buah-buahan yang banyak dan beragam warnanya yang termasuk di antara apa yang belum pernah dilihat mata, terdengar telinga, dan terbesit dalam hati seorang manusia. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu. mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa) (Surah Al-Baqarah: 25) yaitu bentuknya serupa, tetapi rasanya berbeda.
Firman Allah SWT (Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya (33)) yaitu tidak pernah terputus, baik di musim dingin maupun musim panas, bahkan buahnya selalu ada selamanya. Setiap kali mereka menginginkannya, mereka mendapatinya yang, tidak ada suatu buah pun yang menolak terhadap mereka berkat kekuasaan Allah.
Qatadah berkata bahwa tidak ada yang mencegah mereka dari memetiknya, baik itu ranting, duri, ataupun jarak yang jauh.
Firman Allah SWT (dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk (34)) yaitu yang tebal, empuk, dan lembut.
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung (35) dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan (36) penuh cinta lagi sebaya umurnya (37) (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan (38)) Dhamir merujuk kepada yang tidak disebutkan; tetapi karena konteks ayat berkaitan dengan kasur-kasur yang menjadi tempat pembaringan para bidadari itu, maka sudah dianggap cukup dengan menyebutkan hal itu daripada mereka. Lalu dhamir itu merujuk kepada mereka,
Abu Ubaidah berkata bahwa mereka telah disebutkan dalam firmanNya SWT: (Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli (22) laksana mutiara yang tersimpan baik (23)) (Surah Al-Waqi’ah) Allah SWT (Sesungguhnya Kami menciptakan mereka) yaitu Kami kembalikan lagi mereka dalam penciptaan yang baru yang sebelumnya mereka telah tua, lalu menjadi perawan dan berusia muda, yaitu setelah mereka tidak perawan lagi, kembali menjadi perawan (penuh cinta) disukai oleh suami-suami mereka karena menjadi cantik, menarik, dan manis.
Firman Allah (lagi sebaya umurnya) Mujahid berkata bahwa “al-atrab” adalah sama, dan dalam riwayat lain darinya bahwa maknannya adalah serupa usianya.
Firman Allah SWT: ((Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan (38)) yaitu kami diciptakan untuk golongan kanan, disimpan untuk golongan kanan, atau dikawinkan untuk golongan kanan. Yang jelas bahwa ayat ini berkaitan dengan firman Allah: (Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung (35) dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan (36) penuh cinta, lagi sebaya umurnya (37) (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan (38)) maka bentuk maknannya adalah,”Kami menciptakan mereka untuk golongan kanan. Ini menurut pandangan Ibnu Jarir.
Firman Allah SWT: ((yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu (39) dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian (40)) yaitu segolongan dari orang-orang dahulu dan segolongan dari orang-orang kemudian.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Waqi’ah ayat 38: 35-38. Allah mengabarkan bahwa Dia menjadikan wanita-wanita ahli surga untuk dijadikan bidadari surga dengan bentuk (ciptaan) yang baru, Allah menjadikan istri-istri mereka (di dunia) dengan ciptaan yang baru, Allah jadikan mereka lebih cantik daripada bidadari surga. Wanita-wanita tersebut tidak akan mati, kemudian Allah jadikan kembali perawan, yang tidak akan hilang keperawanan mereka setelahnya, yang mereka saling mencintai atas diri-diri suami mereka, Allah jadikan mereka memiliki suami dari golongan-golongan kanan yang di surga, yang suami-suami mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan beramal shalih di dunia.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Waqi’ah Ayat 38

35-38. Selain kenikmatan yang telah diuraikan, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang kami ciptakan mereka secara langsung. Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan. Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah. 39-40. Karunia dan kenikmatan itu diperuntukkan bagi kelompok kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman dan menaati ajaran Allah, dan disiapkan pula bagi segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian dalam memeluk islam.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah aneka ragam penjabaran dari berbagai mufassirin berkaitan kandungan dan arti surat Al-Waqi’ah ayat 38 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan bagi kita bersama. Support kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Banyak Dikunjungi

Kaji ratusan topik yang paling banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 110, Al-Baqarah 168, An-Nisa 146, Al-Jatsiyah, Al-Insyirah 6, An-Nur 26. Ada juga Al-Jumu’ah 10, Al-Baqarah 152, Al-Ahzab 56, An-Nisa 29, Al-Anfal, Thaha.

  1. Ali ‘Imran 110
  2. Al-Baqarah 168
  3. An-Nisa 146
  4. Al-Jatsiyah
  5. Al-Insyirah 6
  6. An-Nur 26
  7. Al-Jumu’ah 10
  8. Al-Baqarah 152
  9. Al-Ahzab 56
  10. An-Nisa 29
  11. Al-Anfal
  12. Thaha

Pencarian: qs 9 29, surat waqiah beserta artinya, surah ali imran ayat 15, surat yasin tanpa arti, chordtela siapa benar siapa salah

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: