Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Waqi’ah Ayat 37

عُرُبًا أَتْرَابًا

Arab-Latin: 'uruban atrābā

Terjemah Arti: Penuh cinta lagi sebaya umurnya.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

35-38. Sesungguhnya Kami menciptakan kaum wanita penghuni surga dengan penciptaan yang berbeda dengan penciptaan mereka di dunia, penciptaan sempurna yang tidak fana, Kami menjadikan mereka gadis perawan, dicintai oleh para suami mereka, dalam umur yang sama (sebaya), Kami menciptakan mereka untuk Ashabul Yamin (golongan kanan).

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

37. Yang mencintai suami-suami mereka dan umurnya sebaya dengan mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

37. عُرُبًا أَتْرَابًا (penuh cinta lagi sebaya umurnya)
Kata (العرب) merupakan bentuk jamak dari (العروب) yaitu mencintai suaminya. Al-Mubarrid mengatakan: yakni mencintai suaminya dan baik dalam berkata-kata.
Makna (الأتراب) yakni wanita-wanita yang seumuran.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

35-36-37. Sesungguhnya kami menciptakan bidadari-bidadari surga sebagai ciptaan baru tanpa melalui proses kelahiran, lalu menjadikan mereka pemudi-pemudi yang perawan yang sangat disukai suami-suami mereka dan umur-umurnya selalu sama, yaitu remaja

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

35-38. Allah mengabarkan bahwa Dia menjadikan wanita-wanita ahli surga untuk dijadikan bidadari surga dengan bentuk (ciptaan) yang baru, Allah menjadikan istri-istri mereka (di dunia) dengan ciptaan yang baru, Allah jadikan mereka lebih cantik daripada bidadari surga. Wanita-wanita tersebut tidak akan mati, kemudian Allah jadikan kembali perawan, yang tidak akan hilang keperawanan mereka setelahnya, yang mereka saling mencintai atas diri-diri suami mereka, Allah jadikan mereka memiliki suami dari golongan-golongan kanan yang di surga, yang suami-suami mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan beramal shalih di dunia.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

35-38. “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,” maksudnya bahwa Kami menciptakan wanita-wanita penghuni surga dengan penciptaan yang tidak seperti penciptaan di dunia, yakni penciptaan sempurna yang tidak akan mengalami kefanaan. “Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,” baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa dari mereka, dan kerumunan itu mencakup para bidadari dan para wanita penghuni surga, dan bahwasanya sifat tersebut –yakni perawan- selalu menyertai mereka dalam segala keadaan mereka, sebagaimana keberadaan mereka yang “penuh cinta lagi sebaya umurnya,” dan (sifat itu) selalu menyertai mereka dalam segala keadaan. ‘al’arobu’ adalah seorang wanita yang dicintai oleh suaminya karena keindahan perkataan dan bentuk tubuhnya serta riang, cantik dan penuh kasih, dia adalah wanita yang jika berbicara mempesona, sehingga orang yang mendengarkan tidak ingin perkataannya berhenti, terlebih lagi ketika mereka mendendangkan nyanyian dengan suara mereka yang sangat merdu. Dan jika melihat kepada adab, kepribadian, dan keriangan, maka semua itu akan memenuhi hati suaminya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Jika ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka tempat tersebut akan dipenuhi dengan aroma harum dan cahaya indah. Dan suasana riang itu juga termasuk ketika berhubungan badan.
Sedangkan ‘al-atrobu’ adalah para wanita yang memiliki umur sebaya, yaitu umur tiga puluh tiga tahun, yang mana merupakan usia paling diharapkan dan batas maksimal masa muda. Jadi wanita-wanita para penghuni surga itu penuh cinta lagi sebaya umurnya, memiliki keserasian dan keharmonisan, serta tidak bersedih dan tidak membuat sedih, akan tetapi mereka adalah para wanita yang selalu bahagia dan membahagiakan, senang dan menyenangkan serta enak untuk selalu dipandang. “(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,” maksudnya bahwa para bidadari itu dipersiapkan dan disediakan untuk mereka, para penghuni surga.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Apabila mereka berbicara, maka mereka berbicara dengan lafaz yang indah dan menarik sikapnya, cantik dan penuh rasa cinta sehingga memikat akal suami mereka dan ingin terus mendengar kata-katanya, terlebih ketika mereka bernyanyi dengan suaranya yang merdu. Apabila suami mereka melihat adab dan sifatnya, tentu hati mereka akan dipenuhi rasa gembira dan senang. Ketika bidadari-bidadari tersebut pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, maka tempat yang mereka tinggalkan penuh dengan wangi dan cahaya.

Yaitu pada usia 33 tahun.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


35-38. Selain kenikmatan yang telah diuraikan, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang kami ciptakan mereka secara langsung. Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan. Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Waqi’ah Ayat 38 Arab-Latin, Surat Al-Waqi’ah Ayat 39 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Waqi’ah Ayat 40, Terjemahan Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 41, Isi Kandungan Surat Al-Waqi’ah Ayat 42, Makna Surat Al-Waqi’ah Ayat 43

Category: Surat Al-Waqi'ah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!