Surat Al-Waqi’ah Ayat 36

فَجَعَلْنَٰهُنَّ أَبْكَارًا

Arab-Latin: Fa ja'alnāhunna abkārā

Terjemah Arti: Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 36

Diketemukan beraneka penafsiran dari beragam ahli ilmu terkait kandungan surat Al-Waqi’ah ayat 36, misalnya seperti tercantum:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

35-38. Sesungguhnya Kami menciptakan kaum wanita penghuni surga dengan penciptaan yang berbeda dengan penciptaan mereka di dunia, penciptaan sempurna yang tidak fana, Kami menjadikan mereka gadis perawan, dicintai oleh para suami mereka, dalam umur yang sama (sebaya), Kami menciptakan mereka untuk Ashabul Yamin (golongan kanan).


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

36. Dan Kami jadikan mereka perawan yang tidak pernah dijamah sebelumnya.


Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

36. فَجَعَلْنٰهُنَّ أَبْكَارًا (dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan)
Yakni Allah mengembalikan mereka menjadi perawan kembali.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

35-36-37. Sesungguhnya kami menciptakan bidadari-bidadari surga sebagai ciptaan baru tanpa melalui proses kelahiran, lalu menjadikan mereka pemudi-pemudi yang perawan yang sangat disukai suami-suami mereka dan umur-umurnya selalu sama, yaitu remaja


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

35-38. “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,” maksudnya bahwa Kami menciptakan wanita-wanita penghuni surga dengan penciptaan yang tidak seperti penciptaan di dunia, yakni penciptaan sempurna yang tidak akan mengalami kefanaan. “Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,” baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa dari mereka, dan kerumunan itu mencakup para bidadari dan para wanita penghuni surga, dan bahwasanya sifat tersebut –yakni perawan- selalu menyertai mereka dalam segala keadaan mereka, sebagaimana keberadaan mereka yang “penuh cinta lagi sebaya umurnya,” dan (sifat itu) selalu menyertai mereka dalam segala keadaan. ‘al’arobu’ adalah seorang wanita yang dicintai oleh suaminya karena keindahan perkataan dan bentuk tubuhnya serta riang, cantik dan penuh kasih, dia adalah wanita yang jika berbicara mempesona, sehingga orang yang mendengarkan tidak ingin perkataannya berhenti, terlebih lagi ketika mereka mendendangkan nyanyian dengan suara mereka yang sangat merdu. Dan jika melihat kepada adab, kepribadian, dan keriangan, maka semua itu akan memenuhi hati suaminya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Jika ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka tempat tersebut akan dipenuhi dengan aroma harum dan cahaya indah. Dan suasana riang itu juga termasuk ketika berhubungan badan.
Sedangkan ‘al-atrobu’ adalah para wanita yang memiliki umur sebaya, yaitu umur tiga puluh tiga tahun, yang mana merupakan usia paling diharapkan dan batas maksimal masa muda. Jadi wanita-wanita para penghuni surga itu penuh cinta lagi sebaya umurnya, memiliki keserasian dan keharmonisan, serta tidak bersedih dan tidak membuat sedih, akan tetapi mereka adalah para wanita yang selalu bahagia dan membahagiakan, senang dan menyenangkan serta enak untuk selalu dipandang. “(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,” maksudnya bahwa para bidadari itu dipersiapkan dan disediakan untuk mereka, para penghuni surga.


An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Waqi’ah ayat 36: 35-38. Allah mengabarkan bahwa Dia menjadikan wanita-wanita ahli surga untuk dijadikan bidadari surga dengan bentuk (ciptaan) yang baru, Allah menjadikan istri-istri mereka (di dunia) dengan ciptaan yang baru, Allah jadikan mereka lebih cantik daripada bidadari surga. Wanita-wanita tersebut tidak akan mati, kemudian Allah jadikan kembali perawan, yang tidak akan hilang keperawanan mereka setelahnya, yang mereka saling mencintai atas diri-diri suami mereka, Allah jadikan mereka memiliki suami dari golongan-golongan kanan yang di surga, yang suami-suami mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan beramal shalih di dunia.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Baik wanita yang masih kecil maupun yang sudah tua di dunia, Allah menjadikan mereka di akhirat dalam keadaan muda. Hal ini mencakup bidadari dan wanita-wanita penghuni surga, dan bahwa keperawanan ini senantiasa ada pada mereka meskipun mereka telah digauli oleh suami mereka.


Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Waqi’ah Ayat 36

35-38. Selain kenikmatan yang telah diuraikan, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang kami ciptakan mereka secara langsung. Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan. Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian kumpulan penafsiran dari banyak mufassirun terkait kandungan surat Al-Waqi’ah ayat 36, semoga bermanfaat bagi ummat. Sokonglah syi'ar kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: Al-Waqi’ah Ayat 37 Arab-Latin, Al-Waqi’ah Ayat 38 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Al-Waqi’ah Ayat 39, Terjemahan Tafsir Al-Waqi’ah Ayat 40, Isi Kandungan Al-Waqi’ah Ayat 41, Makna Al-Waqi’ah Ayat 42

Kategori: Surat Al-Waqi'ah

Terkait: « | »

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi